Tasawuf dan Bid’ah

Tasawuf dan Bid’ah

 

Sudah bukan rahasia lagi kalau di tengah-tengah kaum muslimin, banyak tersebar berbagai jenis shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Shalawat-shalawat itu biasanya dibuat oleh pemimpin tarekat sufi tertentu yang dianggap baik oleh sebagian umat Islam kemudian disebarkan hingga diamalkan secara turun temurun. Padahal jika shalawat-shalawat semacam itu diperhatikan secara cermat, akan nampak berbagai penyimpangan berupa kesyirikan, bid’ah, ghuluw terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan sebagainya.

A. Shalawat Nariyah
Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin. Bahkan ada yang menuliskan lafadznya di sebagian dinding masjid. Mereka berkeyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya. Berikut nash shalawatnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

Ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan kaitannya dengan shalawat ini:
1- Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wa Jalla.

Firman Allah:
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً
“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah.
Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

2- Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:
قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ
“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)

(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)

B. Shalawat al Fatih (Pembuka)

Lafadznya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ, نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ الْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارُهُ عَظِيْمٌ

“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Baginda kami Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”

Berkata At-Tijani tentang shalawat ini –dan dia pendusta dengan perkataannya-:
“….Kemudian (Nabi shallallahu alaihi wasallam) memerintah aku untuk kembali kepada shalawat Al-Fatih ini. Maka ketika beliau memerintahkan aku dengan hal tersebut, akupun bertanya kepadanya tentang keutamaannya. Maka beliau mengabariku pertama kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai membaca Al Qur’an enam kali. Kemudian beliau mengabarkan kepadaku untuk kedua kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai setiap tasbih yang terdapat di alam ini dari setiap dzikir, dari setiap do’a yang kecil maupun besar, dan dari Al Qur’an 6.000 kali, karena ini termasuk dzikir.”

Dan ini merupakan kekafiran yang nyata karena mengganggap perkataan manusia lebih afdhal daripada firman Allah Azza Wajalla. Sungguh merupakan suatu kebodohan apabila seorang yang berakal apalagi dia seorang muslim berkeyakinan seperti perkataan ahli bid’ah yang sangat bodoh ini. (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah 225 dan Mahabbatur Rasul 285, Abdur Rauf Muhammad Utsman)

Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari dan Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib. Dan datang dari hadits’Utsman bin ‘Affan riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dan juga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : { ألم } حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan menjadi sepuluh kali semisal (kebaikan) itu. Aku tidak mengatakan: alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim itu satu huruf.” (HR.Tirmidzi dan yang lainnya dari Abdullah bin Mas’ud dan dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah)

C. Shalawat yang disebutkan salah seorang sufi dari Libanon dalam kitabnya yang membahas tentang keutamaan shalawat, lafadznya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ حَتَّى تَجْعَلَ مِنْهُ اْلأَحَدِيَّةَ الْقَيُّوْمِيَّةَ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad sehingga engkau menjadikan darinya keesaan dan qoyyumiyyah (maha berdiri sendiri dan yang mengurusi makhluknya).”

Padahal sifat Al-Ahadiyyah dan Al-Qayyumiyyah, keduanya termasuk sifat-sifat Allah Azza wajalla. Maka, bagaimana mungkin kedua sifat Allah ini diberikan kepada salah seorang dari makhluk-Nya padahal Allah Ta’ala berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)

D. Shalawat Sa’adah (Kebahagiaan)
Lafadznya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada baginda kami Muhammad sejumlah apa yang ada dalam ilmu Allah, shalawat yang kekal seperti kekalnya kerajaan Allah.”

Berkata An-Nabhani As-Sufi setelah menukilkannya dari Asy-Syaikh Ahmad Dahlan: ”Bahwa pahalanya seperti 600.000 kali shalat. Dan siapa yang rutin membacanya setiap hari Jum’at 1.000 kali, maka dia termasuk orang yang berbahagia dunia akhirat.” (Lihat Mahabbatur Rasul 287-288)
Cukuplah keutamaan palsu yang disebutkannya, yang menunjukkan kedustaan dan kebatilan shalawat ini.

E. Shalawat Al-In’am
Lafadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ عَدَدَ إِنْعَامِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ
“Ya Allah berikanlah shalawat, salam dan berkah kepada baginda kami Muhammad dan kepada keluarganya, sejumlah kenikmatan Allah dan keutamaan-Nya.”
Berkata An-Nabhani menukil dari Syaikh Ahmad Ash-Shawi:
“Ini adalah shalawat Al-In’am. Dan ini termasuk pintu-pintu kenikmatan dunia dan akhirat, dan pahalanya tidak terhitung.” (Mahabbatur Rasul 288)

F. Shalawat Badar
Lafadz shalawat ini sebagai berikut:
“Shalatullah salamullah ‘ala thoha rosulillah
shalatullah salamullah ‘ala yaasiin habibillah
tawasalnaa bibismillah wa bil hadi rosulillah
wa kulli majahid fillah
bi ahlil badri ya Allah”

Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Thaha Rasulullah
Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Yasin Habibillah
Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan pemberi petunjuk, Rasulullah
Dan dengan seluruh orang yang berjihad di jalan Allah, serta dengan ahli Badr, ya Allah

Dalam ucapan shalawat ini terkandung beberapa hal:
1. Penyebutan Nabi dengan habibillah
2. Bertawassul dengan Nabi
3. Bertawassul dengan para mujahidin dan ahli Badr

Point pertama telah diterangkan kesalahannya secara jelas pada rubrik Tafsir.
Pada point kedua, tidak terdapat satu dalilpun yang shahih yang membolehkannya. Allah Idan Rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan. Demikian pula para shahabat (tidak pernah mengerjakan). Seandainya disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya dan para shahabat melakukannya. Adapun hadits: “Bertawassullah kalian dengan kedudukanku karena sesungguhnya kedudukan ini besar di hadapan Allah”, maka hadits ini termasuk hadits maudhu’ (palsu) sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah dan Asy-Syaikh Al-Albani.

Adapun point ketiga, tentunya lebih tidak boleh lagi karena bertawassul dengan Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam saja tidak diperbolehkan. Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama Allah di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَ للهِ الأَسْمآءُ الْحُسْنَ فَادْعُوْهُ بِهاَ

“Dan hanya milik Allah-lah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.” (Al-A’raf: 180)
Demikian pula di antara doa Nabi: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan segala nama yang Engkau miliki yang Engkau namai diri-Mu dengannya. Atau Engkau ajarkan kepada salah seorang hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau simpan di sisi-Mu dalam ilmu yang ghaib.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la dan lainnya, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 199)

Bertawassul dengan nama Allah Ta’ala seperti ini merupakan salah satu dari bentuk tawassul yang diperbolehkan. Tawassul lain yang juga diperbolehkan adalah dengan amal shalih dan dengan doa orang shalih yang masih hidup (yakni meminta orang shalih agar mendoakannya). Selain itu yang tidak berdasarkan dalil, termasuk tawassul terlarang.

Jenis-jenis shalawat di atas banyak dijumpai di kalangan sufiyah. Bahkan dijadikan sebagai materi yang dilombakan di antara para tarekat sufi. Karena setiap tarekat mengklaim bahwa mereka memiliki do’a, dzikir, dan shalawat-shalawat yang menurut mereka mempunyai sekian pahala. Atau mempunyai keutamaan bagi yang membacanya yang akan menjadikan mereka dengan cepat kepada derajat para wali yang shaleh. Atau menyatakan bahwa termasuk keutamaan wirid ini karena syaikh tarekatnya telah mengambilnya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara langsung dalam keadaan sadar atau mimpi. Di mana, katanya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menjanjikan bagi yang membacanya kedekatan dari beliau, masuk jannah (surga) dan yang lainnya dari sekian propaganda yang tidak bernilai sedikitpun dalam timbangan syariat. Sebab, syariat ini tidaklah diambil dari mimpi-mimpi. Dan karena Rasul tidak memerintahkan kita dengan perkara-perkara tersebut sewaktu beliau masih hidup.

Jika sekiranya ada kebaikan untuk kita, niscaya beliau telah menganjurkannya kepada kita. Apalagi apabila model shalawat tersebut sangat bertentangan dengan apa yang beliau bawa, yakni menyimpang dari agama dan sunnahnya. Dan yang semakin menunjukkan kebatilannya, dengan adanya wirid-wirid bid’ah ini menyebabkan terhalangnya mayoritas kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah yang justru disyari’atkan yang telah Allah jadikan sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya dan memperoleh keridhaannya.

Berapa banyak orang yang berpaling dari Al Qur’an dan mentadabburinya disebabkan tenggelam dan ‘asyik’ dengan wirid bid’ah ini? Dan berapa banyak dari mereka yang sudah tidak peduli lagi untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena tergiur dengan pahala ‘instant’ yang berlipat ganda. Berapa banyak yang lebih mengutamakan majelis-majelis dzikir bid’ah semacam buatan Arifin Ilham daripada halaqah yang di dalamnya membahas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam? Laa haula walaa quwwata illaa billah.

79 Comments

  1. sesunggohnya doa nabi2 dan para wali(orang yang membersihkan hatinya dari syirik dan maksiat) itu makbol.doa itu hanyalah Allah S.W.T yang layak disembah ,adakah tawasul itu berdoa?? tawasul itu bukanlah berdoa melainkan mengajak nabi2 dan para wali berdoa pada Allah S.W.T, tuhan ynag satu . sesunggohnya doa yang berkat adalah dari hati yang suci bersih dan jauh dari syirik yang tersembunyi..( note: bayi yang baru lahir itu pon wali allah juga, doa nyer makbol..:)

  2. Afwan kayanya ada yang ga paham kata tawasul. Tawasul dalam arti istilah mengambil perantaraan antara sesuatu dan sesuati lainnya. Dlam hal doa mengambil perantaraan seseorang (nabi, wali, berhala dll) dalam meminta/berdoa kepada Allah dengan anggapan bahwa “akan lebih makbol”.

    Memang para shahabat dulu ketika Rasulullah masih hidup para shahabat bertawasul kepada beliau, dan bertabaruk dengan ludahnya, rambutnya, minumnya, tapi setelah Rasulullah wafat tidak ada lagi shahabat yang bertawasul kepada beliau yang ada mereka bertawasul dengan para shahabat lain yang lebih alim dan lebih utama kedudukannya, tentunya yang masih hidup.

    • mengambil perantara itu hukumnya dosa tau ngak ada yg patut dimintai selain ALLAH

      • bro gw sejutu ama pendpat elu tiada kuasa dan tiada daya melainkan ALLAH SWT jd memohon hanya pada ALLAH semata jgn ikut perantara karna itu perbuatan dosa

  3. hei kawanku, aku tidak berdoa untuk kamu, sholatku bukan untuk ulamamu, zakatku bukan untuk ustadmu, lau kenapa kamu menghukumi ibadahku tidak diterima Allahh, apakah kamu yang punya pahala. apak juga kamu yang punya neraka atau surga, apa kamu membri manfaat kepadaku dengan tuduhan palsumu itu, silahkan berdebat, tapi sayang…aku tidak menggubris tuduhanmu itu, sebab kamu bukan yang aku sembah..

    • mantap bro…Semua pengetahuan ma’rifat, itu adalah hijab, maka lepaskan ma’rifat itu. Lepaskan pula “keadaan” ma’rifat itu, lalu teruskanlah perjalananmu menuju Dia. Engkau berzikir kepadaNya itu hanyalah pintu, jangan berdiri terus di pintu zikir, jalanlah dan masuklah ke dalam zikir itu, temuilah sumber zikir itu. Zikir itu tern…yata figur yang engkau kenal. Menyatulah dengannya jangan pernah berpisah, karena zikir adl engkau dan engkau adl zikir. Berjalanlah tuk meninggalkan maqam zikir, karena maqam itu adl hijab. Berjalanlah terus sampai engkau meninggalkan Dirimu, karena Dirimu adl hijab. Kosong…kosong…kosong…sebagaimana seorang bayi mungil, tanpa apa2, tanpa pengetahuan, tanpa mengenal dirinya…tanpa tanpa….
      Kosong lalu kembali berisi. Kosong, lalu terbitlah noktah / titik, lalu terbentuklah kun Alief, lalu terbentuklah kun alam semesta. Alam semesta yang luas tiada terbatas, sebagaimana Dia yang tiada terbatas oleh prasangka, prakiraan, praduga, maka disebutlah Dia SUBHANALLAH

  4. Saudaraku perbanyaklah lagi ilmu saudara. karna sholat puasa dan zakat anda tidaklah akan membawa anda masuk surga kalau rahmat Allah tidak sampai kepada anda… karna hati anda penuh dengan kebencian..

  5. kpd semua penentang sunnah:
    ketahuilah bahwa dalam kaidah ushul fiqh disebutkan:
    Hukum dasar dari ibadah adalah tertolak, kecuali ada dalil.
    Hukum dasar dari muamalah adalah boleh, kecuali ada larangan.

    Kpd “Hamba Allah”:
    adakah dalil yg menguatkan pernyataan anda…?

    Kpd Aziz :
    Alhamdulillah anda tidak menyembah selain Allah. simaklah ayat berikut:
    yang sangat menghalangi kebajikan(adalah), melanggar batas lagi ragu-ragu,(Qaaf: 25)

  6. abdul a’la
    menulis : Hukum dasar dari ibadah adalah tertolak, kecuali ada dalil.
    Hukum dasar dari muamalah adalah boleh, kecuali ada larangan.

    apakah ada larangan untuk bertasawuf? atau bertawasul??

  7. kpd sdr Abdullah:
    silahkan anda baca seluruh tulisan mengenai Tasawuf dan Sufi di situs ini. disitu tertulis jelas semua larangan-larangan yang secara tidak langsung ditujukan terhadap semua tata cara peribadahan ala sufi

    • kpd semua saudara muslim

      sungguh suatu keraguan yang disebarkan oleh saudara2.berdebat dan memperdebatkan sesuatu yang hakiki yang sesungguhnya hanya Allah swt dan Rasulnya yang bisa diberikan pertanyaan saudara dan tanggapan saudara.

      maaf teman2..
      sepertinya kita betul betul memahami sepenuhnya Al qur an , al hadist dan hadist Qudsi.. sebab jandai saudara sdh memahami dg baik maka tidak mungkin kalian akan berdebat kusir tanpa ujung seperti ini.

      1. apakah kita masih belum menyadarai bahwa al quran itu hanyalah bahasa universal yang tafsirannya bisa berbeda beda bagi setiap kalangan yang memilki bahasa yang berbeda.? apakah hal ini sudh pernah dipertimbangkan?.

      2. Jika rasul Allah sudah tak ada lagi maka menurut anda siapakah yg akan menjaga kemurnian al qur an. coba anda kembali ulangi membaca al qur an dg baik. maka anda akan mendapati disana jika rasul tetap ada hingga akhir jaman.

      3. andai anda sudh pernah meninggl lalu hidup kembali maka sungguh anda tdk akan bebicara sprt diatas. kira kira menurut anda bagaimanakah peristiwa kejadian isra miraj rasulullah? apk kejadian itu tidak mungkin terjadi juga pd anda krn anda bukan seorang nabi dan rasul?. maka jangan memfitnah alquran. please. jika mau selamat di akhirat.

      4.maka sebaiknya anda mulai saat ini berlatih membaca ke dalam diri anda. . dan kenali jati diri anda tidak hanya sampai pd level qalbu namun usahakan sampai pd level arsy jika anda mendapat rahmat Allah, supaya anda dpt membedakan kekuasaan Allah yang zhair dan qadim.. sebab jika hanya menggunakan logika ilmiah semata mata maka sungguh akan celaka dunia wal akhirat.

      5. sungguh yang dapat bertemu dg Allah hanya mereka yg hidup di dua alam. ( CARILAH).

      demikian .. terima kasih

  8. Kepada sdr Abdul A’la

    saya sudah baca berulang kali namun tdk ada hadis ataupun alquran yang melarang nya..

    “Hukum dasar dari muamalah adalah boleh, kecuali ada larangan.”

  9. kpd sdr Abdullah:
    sebenarnya anda salah mengartikan kaidah ushul fiqi tersebut,
    lihatlah:

    Hukum dasar dari ibadah adalah tertolak, kecuali ada dalil
    sehingga dalam melaksanakan ibadah haruslah ada dalil yg merinci perihal ibadah tersebut, sedangkan kalau tidak maka ibadahnya tertolak:
    مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ
    “Siapa yang mengada-ada dalam perkara (agama) kami yang bukan termasuk didalamnya maka dia tertolak”. (Muttafaq alaih)

    مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ
    “Siapa yang melaksanakan suatu amalan yang bukan termasuk urusan (agama) kami maka dia tertolak” (Riwayat Muslim)

    “Sesungguhnya sebaik–baik pembicaraan adalah Kalamullah dan sebaik–baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek–jelek perkara adalah menambah–nambah dalam urusan agama dan setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan nerakalah tempatnya”(Riwayat Muslim dan lannya)

    sedangkan anda meminta “apakah ada larangan untuk bertasawuf? atau bertawasul??”
    anda salah dalam menempatkan pertanyaan karena yang anda tanyakan adalah larangan untuk suatu ibadaha sementara:
    Hukum dasar dari ibadah adalah tertolak. itu artinya semua ibadah itu “terlarang”, terkecuali ada dalil yang memerintahkannya.

    sedangkan untuk bertawasul:
    تَوَسَّلُوا بِجَاهِي
    “Bertawasullah dengan kedudukanku”
    merupakan hadits yang tidak ada asalnya (palsu). Bahkan bisa mengantarkan kepada kesyirikan disaat ada keyakinan bahwa Allah Ta’ala butuh terhadap perantara sebagaimana butuhnya seorang pemimpin terhadap perantara antara dia dengan rakyatnya, karena ada unsur menyamakan Allah dengan makhluk-Nya
    silahkan antum baca :kitab Al Firqatun Najiyah halalan 85

  10. maka apakah ajaran tasawuf itu “muamalah”….?

  11. anda sendiri bisa membedakan mana muamalah dan mana ubudiyah

    dan saya yakin anda sendiri sudah mengetahui mana dalil yang mendukung ataupun yang tidak mendukung permasalahan tesebut di atas..

    masalahnya anda mau pilih yang mana??

    simple kan??
    silahkan anda pilih yang anda pilih dan kami memilih apa yang kami pilih..

    apakah anda tahu apa yang kami lakukan di tolak di sisi Allah??

    atau yang anda lakukan selama ini bisa diterima di sisi Allah??

    apakah anda lebih tau daripada Allah??

  12. Wallahu A’lam Bish Shawab

  13. Kita mengetahui dari kalangan ahlul bid’ah bahwasannya mereka bermazhab kepada imam syafi’i, apa imam imam syafi’i juga ahlul bid’ah…????

  14. @Asyari….

    kalangan ahlul bid’ah yang mengaku2 bermazhab kepada imam syafe’i dalah hal yang lumrah…juga yang mengaku kepada imam2 yang lain, tetap bukan berarti 4 imam adalah ahlu bid’ah…

    seperti kebanyakan orang2 asy’ariyah yang banyak berafiliasi kepada mazhab syafe’iyyah dan hanafiyyah…

    walhasil dari segi aqidah, mereka jauh dari apa yang diyakini oleh imam syafe’i…

    seperti halnya penyimpangan aqidah dari imam al-ghazali ttg nama dan sifat2 Allah, Imam syafe’i sendiri semasa hidupnya telah mengalami beberapa fase dalam pendekatannya kepada Islam, yaitu, filsafat, mu’tazilah dan tasawuf….

    seperti kata imam syafe’i…”Jika ada pendapatku yang bertentangan dengan hadits rasul atau pendapat lain yang shahih, maka tinggalkanlah pendapatku itu…!”

    Hayyya…siapa yang bermazhab syafe’i itu?

  15. Saya bermazhab syafi’i
    tapi saya tidak punya penyakit hati
    seperti anda abu ghonam.

  16. Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan
    sufisme, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.
    Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.

    Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa dan menjadi ganas. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?

    [Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i, hal. 47]

  17. Alhamdulillah…terma kasish nasehatnya….mudah2an ana tidak punya penyakit hati….

    tasawuf dulu dan sekarang adalah beda kentara seklai…dan mungkin ana tidak akan mengikuti tasawuf jaman sekarang…

  18. assalau’alaikum
    saudara-saudaraku sekalian…
    ada apa ribut-ribut ini…
    sudahlah, wasilah itu boleh jika ada tuntunannya contoh : bismillah (dengan NAMA Allah).. kita baru pake namaNya to belum langsung kepada Allah ????
    yang ga boleh …. Bismi hadzal mayyit Fulan… SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUU

  19. ngga’ pada setuju ya…
    hm…

    Ibarat membaca Al Qur_an berkaca mata.
    Jika kita lepas maka tulisan menjadi kabur dan bacaan menjadi belepotan.
    jika kita pakai, maka tulisan menjadi jelas dan bacaan menjadi lancar.
    Bid’ah kah ?
    Sebab kaca mata menjadi perantara kita beribadah.

    contohnya ngawur kali ya….

  20. Dalam mengajarkan ajaran islam kita punya dasar masing masing, jangan saling menyalahkan.Jujur saya tidak suka dengan sikap anda (abu ghonam), saya tidak mempermasalahkan pendapat anda tetapi yang saya tidsak suka dari anda itu adlah “merasa diri paling benar”. Orang sholeh itu bagus, tetapi ketika kita merasa sholeh itulah yang bisa jadi memperburuk akhlak kita. Jika anda menganggap tasawuf itu bid’ah, berarti anda menganggap Syekh Abdul Qadir Jaelani sebagai ahli bid’ah?tolong jawab

  21. Bismillahirrahmanirrahim…
    kafir hanyalah Allah yang menentukan.
    apa yang Anda anggap salah, adalah salah menurut hukum dunia (baca : hukum syariat).
    belum tentu Allah menyalahkan.
    jangan tersesat dengan hukum yang dibuat manusia.
    jangan tersesat di jalan yang benar.

  22. masalah tasauf adalah masalah ijtihad beberapa ulama dalam hadis rosulloh dikatakan jika itu benar dapat 2 pahala jika itu salah dapat satu pahala (riwayat alhakim), jadi ga usah pusing2 mikirin siapa yang salah dan siapa yang benar karena masing2 dapat pahala.
    saya harap masing2 dapat memahaminya.

  23. bid’ah ato nggak,4us just +thingking aja,yang penting umat islam jgn mudah di adu domba aja..

  24. salam.
    saya fikir perbahasan sebegini ada baik, sihat utk msylahat ummat.seringkali juga ulama salaf berbahas bagi mendapat keputusan dalam hal agama.tapi asasnya harus kembali kepada sumber dari Ilahi, hadits, dan persepakatan ulama.pahala itu ganjaran yg jadi hak Allah,milikNYa.adapun sememang bid`ah itu perosak agama haruslah diakui.tapi harus juga diakui juga terdapatnya bid`ah hasanah.para sahabat r.a sendiri, Umar r.a misalnya berbid`ah dlm salat tarawih.yg benar dan baik dari Ilahi dan yg jelek dari musuhnya.
    wassalam

  25. Dear alll,

    Pada hakekatnya semua agama yang ada di dunia ini menyembah kepada Tuhan yang satu/Esa. Tidak terkecuali itu agama Yahudi, Nasrani atau bahkan orang kafir Quaris.
    Dan orang Atheis yang berakal, kalau ditanya tentang siapa yg menciptakan mereka maka akan jawabannya adalah …. Tuhannya alam semesta …. Allah

    Dalam Al-Quran ada satu cerita yg kalau tidak salah begini:
    ” Apabila kamu bertanya kepada mereka, siapakah menciptakan kamu. Maka jawabnya adalah Allah (bukan Lata dan Uza)”
    ” Lalu kenapa kamu menyembah patung”, jawab mereka ” Bukan niat kami untuk menyembahnya, patung2 itu hanya sebagai sarana agar kami bisa lebih dekat dengan Allah”
    Demikian halnya dengan orang Nasrani, Apakah mereka menyembah Yesus? Tidak. Bagi mereka Yesus adalah perantara/penghubung kepada Allah.

    Satu hal yang membedakan agama Islam dengan agama lain adalah “Islam mengajarkan umatnya untuk menyembah kepada Allah secara langsung dan tanpa perantara”Sebenarnya mereka

    Orang Yahudi disebut Al Maghdub (yang dimurkai), karena membunuh para Nabi
    Orang Nasrani disebut Al Dholin (yang sesat), karena arah sembahannya tersesat
    Orang Islam disebut An Amta alaihim (berada pada jalan yg diridhai), karena …..

    Kenapa sih kok nyari perantara? Kemanapun wajah menghadap di situ ada Allah
    Allah kan dekat, lebih dekat dari urat leher (urat tempat sembelihan)
    Innallaha alakulli syaiin khadir ….Allah meliputi segala sesuatu, juga meliputi diri kita
    Kita ini seperti ikan di lautan. Kalau si ikan di tanya “di mana air laut itu”, jawabnya ” Ya di mana-mana … bahkan dalam perut ikan juga ada air laut”

    Jadi kalau kita di tanya tentang di mana Allah? maka jawabnya …….ya …. di sini juga ada.
    Sangat mudah untuk ditemui kan? Ndak usah perantara pun bisa ketemu kan?
    Kita sendiri aja yg suka mempersulit diri sendiri, kurang antusias pada hal yang sederhana.

    • Wah wah… Allah koq dimana.. mana.
      Kalau menurut Qur’an Assajadah, (cari saja ayatnya) setelah menciptakan langit dan bumi kemudian Allah beristiwa diatas Arsy.

      Dan Hadits Jariyah juga menyatakan bahwa Allah bersemayam diatas Arsy.

      Allah tidak dimana-mana, masa… diwc, dirmah bordir, didalam perut ada Allah. Sifati Allah sebagaimana Dia mensifati diriNya. Jangan ditambah jangan dikurang. Harus pakai dalil mas.

      • Allah menurut abu thoriq emang sempit yah….anjing,babi,iblis,setan,tai(maaf) itu nama2 Allah yang paling rendah kastanya…ngerti?…ngaji diri deh jangan cuma ngaji hadist shahih-hadist dhoif aja…ujung2nya MENGKAFIRI-MEMBID’AHI ORANG LAIN…LHA KAFIRE DEWE RA GETEKKE

  26. nafsi-nafsi oke…tapi makasih atas bacaan sholawatnya.Ane soalnya lagi nyari sholawat tersebut…hehehe….

  27. Assalamu’alaikum,

    ada kitab yang menarik untuk dikaji lebih jauh yaitu “Mafahim Yajib An Tushahhah” karya Sayid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani, mungkin bisa dijadikan rujukan tentang masalah Tawasul, Sholawat, dan juga Tasawuf. Kita tidak bisa serta merta menjadikan tulisan di website ini untuk dijadikan patokan dan menghukumi tentang tawasul, sholawat dan tasawuf.

    Mohon maaf jika ada kekeliruan dan salah kata.

    Wasalamu’alaikum

  28. Ass Wr Wb
    tolong infonya mengenai perjalalanan il mu taraekat di indonesia
    Syukron
    Wass Wr Wb

  29. Hakikat doa, diterima tidak diterimanya doa, tergantung Allah. Allah palingh suka dengan doa2 orag yg cerewet yang minta ini itu sebagaimana cerewetnya anak2 kecil yang minta dibelikan sesuatu kepada ibunya. Walau ibunya tahu apa yg diminta itu tdk baik bagi anaknya tapi karena sayang maka dibelikan juga. Sebaik2nya doa begini “YA ALLAH PENUHILAH SEGALA HAJAD HAMBA, SEBAGAIMANA HAJAD YANG DIMINTA NABI KAMU MUHAMMAD SAW DAN TOLAKLAH SEGALA APA YANG DITOLAK OLEH NABI KAMI MUHAMMAD SAW” Ingat…yang pandai berdoa itu hanyalah Nabi Muhammad. Kita mengira apa yg kita minta itu baik bagi kita tapi belum tentu bagi Allah, karenanya mintalah apa yang terbaik menurut Allah. Oke?

    Wassalam

  30. ya…musuh islam bukan hanya dari luar, tapi dari dalam juga, yaitu amalan yang menggerogoti sunnah nabi, yang dinamakan bid’ah,

    setiap bid’ah adalah sesat, bukan berarti menyesatkan si fulan dan si fulanah, tetapi hati2lah dari perbuatan yang tidak dilandasi sunnah rasul…

    adapun di indonesia banyak sekali perbuatan 2 yang diada2kan menyelisihi sunnah, maka dari itu, janganlah menggeneralisir keadaan seolah2 blog ini hanya suka membid’ahkan ini dan itu, terlebih lagi tulisan2 di blog ane bukanlah tulisan ane semata, melainkan tulisan2 ulama yang mumpuni di bidangnya yang patut kita teladani…

    • ulama siapa yang mumpuni??ulama yang membid’ahin orang lain??padahal dia sendiri bid’ah

  31. ih naudzubillah ni blog,,,,,
    pikir gw bakal kontra ma WAHABIYIN
    eh taunya malah wahabi bin yahudi….

    capeee dehhh..

    Blog paan nih ga’ ILmiYah,

  32. @ mukiwan
    Demikianlah komentar dari antum yang tidak mau menelaah dengan baik, hanya dalam dada-dada antum sudah tertanah rasa benci yang mendalam, padahal antum belum mengetahui sedikitpun akan permasalahan ini. berilmulah dulu sebelum bicara dan beramal.

  33. Alhamdulillah, terimakasih telah menampilkan lafazh amalan2 yg mungkin dibutuhkan ummat. Walau pun Anda katakan hal itu bid’ah, tetapi ummat tentu tahu siapa Anda. Bukankah Dajjal membawa api yg sebenarnya air, dan membawa air yg sebenarnya api?

  34. hari saudaraku jangalalah asal berbicara bila kau tak memehami sesuatu karena apa di hari kiamat kelak kau akan dituntut setiap apa perkataanmu..
    ketahuilah sholawat itu sunah nabi dianjurkan oleh nabi diperintah oleh allah swt bahkan mailkatpun bersholawat pada nabi muhammad saw akankah kita tak mau bersholawat pada beliau,lantas apa bedanya kita dengan iblis kalau kita mengacuhkan perintahnya!!ingatlah berdoa itu wajib bagi seorang hamba yang beriman dan allah memerintahkan carilah tawasul untuk mendekat,dan kita disunahkan pula bertawasul pada nabi juga kaum sholohin dengan syarat kita BERIMAN DAN YAKIN bahwa SEMUA BISA TERJADI ATAS IDZIN ALLOH SWT SAJA…LAINNYA HANYA LANTARAN ATAU JALAN SAJA..WAW’LLOHU ‘ALAM BISHOWAB..WAssalaM,,

  35. saudaraku seislam..ingatlah kurun yg terbaik adalah kurun dizaman rasulullah saw dan para sahabat.hayatilah sirah rasulullah saw moga tiada kesesatan yg diperolehi.kerna banyak sungguh penyelewengan dari segi fakta dan juga timbulnya berbagai andaian tentang agama islam yg kita anuti ini disebabkan kejahilan kita dalam mencari fakta yg sebenar iaitu melalui alquran serta al sunnah.banyakkan menghampiri ulama yg berpendirian bahawa banyak khilaf itu diterima tanpa banyak bidah itu sesat .maklum.

  36. Kebenaran milik Allah, bukan umat, keyakinan yang ada dalam hati, jadi saya kira mari kita serahkan pada Allah SWT, dalam mensikapi hal-hal yang sifatnya kilfiah. OK.
    Sesama bus kota jangan saling mendahuli, sesama Islam jangan saling mengolok-olok, pernahkan kita berfikir bahwa kebenaran itu hanya milik Allah. Jangan sombong masssss? OK

  37. @AHKMAD ABDUL ZUKI

    Memang kebenaran itu Milik Allah dan Allah sudah menjelaskannya sejelas-jelasnya bagai matahari di siang bolong, malamnya bagaikan siang.

    Dan Allah memerintahkan kita untuk beramar ma’ruf nahi munkar, apa jadinya kalo kesesatan (bukan masalah Khilafiyah) dibiarkan.
    Dan jangan juga dikit-dikit khilafiyah, Masalah akidah jangan dibilang khilafiyah, masalah manhaj dibilang khilafiyah, masalah ahkam yang sudah jelas nashnya dibilang khilafiyah. Ga ada khilafiyah dalam masalah yang telah dijelaskan.

    Dan tidak mungkin setian pendapat itu benar, dan pastilah hanya satu yang benar, kewajiban kita menelaah dalil mana yang paling kuat. Jangan taqlid brooo….

  38. terima kasih semua ini alhamdulillah ada hikmahnya…. insya Allah saya akan mengambil amal yg setidaknya tau dasarnya dan mudah2an saya bukan orang yang taklid buta minimal sekali itiba… jangan terjerumus kepada sikap fanatisme yang berlebihan pada suatu mahzab sehingga ketika ada dalil yg kuat dan hal itu bertentangan dengan mahzabnya mereka mencari cara untuk menyelesihi sunnah yang lebih kuat itu. dan jangan mengadakan hal2 yg baru dalam ibadah terkecuali yg sudah ada pada Al Quran dan Hadist.
    pendapat manusia siapapun dia boleh ditolah terkecuali Nabi Muhammad SAW. smoga ada manfaatnya. amien.

  39. subhanallah,akhi boleh tau tempat pengajiannya?,insya allah ana mau ikut belajar…

  40. persaan umat islam dari jaman kelud ampe sekarang ngomongin perbedaan mulu ya mana kebersmaan nya .. malu ama agama lain sampe … same saking bencinya dama gologan yang lain di samain dengan yahudi laknat hemmmm … ya udah gini aja untuk ngukur ibadah siapa yang mau membela rakyat palestina sekarang pake uang sendiri berangkat sendiri un berjihad yang mundur ,,, diragukan tuh …

  41. Mengenai paham ini ada banyak hal yg bertolak belakang dan bertentangan dengan kebenaran dan diantara beberapa kesalahan mereka, yaitu :
    – melarang penghormatan dan takdhim atas Nabi saw dan para shalihin, hal semacam ini masyru’ dan dibenarkan dalam syariah dan diakui dengan hadits2 shahih dan ayat Alqur’an, namun mereka mengingkarinya dan mengharamkannya bahkan mengatakan musyrik bagi yg melakukannya.
    – melarang ziarah kubur, tawassul, istighatsah, dan semua bentuk datangnya manfaat dari perantara Nabi saw dan para shalihin pun dimungkiri oleh mereka dan diharamkan, bahkan dimusyrikkan bagi yg melakukannya.
    – Dan masih banyak lagi perbuatan mungkar lainnya seperti fatwa bahwa ayah dan ibu nabi adalah musyrik dll.

    Thread ini dibuat untuk saling mengingatkan agar kita tidak terjebak dengan pemahaman madzhab sempalan ini karena sebagian kalangan wahabi mengakui bahwa mereka adalah Salafi (orang orang yg mengikuti para salafusshalih dari kalangan para Tabi’in dan sesudahnya dari kalangan para Imam dan Muhaddits), maka kita mesti berhati hati dalam pengakuan mereka.

    Sejarah Wahabi.

    Bagian I.

    Asal-usul dan sejarah perkembangannya WAHABI berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya:
    Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dll.

    Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Bahaiah. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.
    Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama? besar dari madzhab Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa’iqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i, menulis surat berisi nasehat: “Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’dham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin?”.
    Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini adalah kelompok terbesar. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa 115).

  42. Bagian II.

    Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab, adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul, ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang disampaikan ahlussunnah wal jama’ah berkaitan dengan tawassul, ziarah kubur serta maulid, ditolak tanpa alasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunya sendiri.
    Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab, Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan? Dengan segera dia menjawab, Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan? Lelaki itu bertanya lagi, Kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu person pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang muslim? Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu bahasa. Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu.
    Dengan berdalihkan pemurnian ajaran Islam, dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed. Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh. Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dar’iyah, Muhammad bin Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang dikemudian hari menjadi mertuanya. Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul Wahab. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau merampas harta seseorang dia segera melaksanakannya dengan keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih, dan membunuh orang musyrik dijamin surga.
    Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginan mengaku nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau seseorang ingin menjadi pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik, begitu pula kedua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para ulama? besar sebelumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya, kalau tidak dia pun langsung dibunuh. Muhammad bin Abdul Wahab juga sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah, dia juga membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnya berkata : Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaan semakin luas. Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid dan sebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia. Bahkan, pada 1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan jasad cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada Allah. Dua tahun kemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan, menjarah hiasan-hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad.
    Keberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Ka’bah yang terbuat dari sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma’la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang. Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaum solihin tersebut. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali. Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa’ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi’i yang sudah mapan..Bagian III (Akhir)

    Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma’la (Mekkah), di Baqi’ dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di atas tanah Nabi SAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta, namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka dibangun perpustakaan. Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. Semula AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan juga akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentangnya maka diurungkan.
    Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.
    Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru. Pada bulan Juli yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.
    Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir, katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Dalam maklumat tersebut tertulis, Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.
    Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi ala Wahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari.
    Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli bid?ah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan mengislamkan penduduk negeri ini.
    Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah mengislamkan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu mengislamkan yang 10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada Allah SWT. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).

    Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai paham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi).
    [b]Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bid’ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bid’ah? Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Sa’ud.

    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya.
    Diantaranya:
    – “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur (Najed)”. (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)
    – Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur?an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul). (HR Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban.
    – Nabi SAW pernah berdoa: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,? Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.?, Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.
    Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian?. Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jala’udz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW: Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin?? AI-Hadits.
    BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkan bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahab.
    Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M, seorang ulama, mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: Ba daa halaakul khobiits? (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) (Masun Said Alwy)

  43. Capek deh….. sudah basi Ahmad Zaini Dahlan, basi deh…

  44. mam Ibn Abidin (Ulama besar madzab Hanafi ): Kaum Wahabi adalah khawarij SESAT…!!!!
    Posted on August 17, 2010 by salafytobat
    Salah Seorang Ulama Terkemuka Dalam Madzhab Hanafi; Imam Ibn Abidin, MENGATAKAN bahwa Kaum Wahabi SESAT…!!!!

    Ini Bukti Scan dari karya Ibn Abidin al-Hanafi dari karyanya berjudul Hasyiyah Radd al-Muhtar ‘Ala ad-Durr al-Mukhtar. Masih kurang apa lagi….!!!?????

    Terjemah:

    {{{{{ Penjelasan Tentang Pangikut Muhammad ibn Abdil Wahhab/alias Wahabi sebagai kaum Khawarij di zaman kita}}}}}

    “……. seperti yang terjadi di zaman kita tentang kelompok Wahabiyyah pengikut Muhammad ibn Abdil Wahhab yang berasal dari Najd; mereka menguasai dua tanah haram (Mekah dan Madinah), mereka “ngaku-ngaku” bermadzhab Hanbali, bahkan mereka berkeyakinan bahwa hanya diri mereka yang beragama Islam; dan siapapun yang meyalahi mereka adalah orang-orang musyrik. maka dengan alasan ini; mereka membolehkan membunuh kaum Ahlussunnah dan para ulamanya……”.

    http://www.facebook.com/home.php?#!/note.php?note_id=150450398305211

    Filed under: ‘ Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby | Tagged: Imam Ibn Abidin (Ulama besar madzab Hanafi ): Kaum Wahabi adalah khawarij SESAT…!!!!
    « Ibnu Hajar al-Haitami; Ulama Terkemuka Madzhab Syafi’i- Mengatakan: “IBNU TAIMIYAH SESAT” (Menohok Wahabi) Kitab Ithaf Imam Azabidi : kesesatan aqidah tajsim Ibnu taimiyah »

  45. Yg lebih berbahaya abah anom.. Ajarannya banyak penyimpangan. Sy pernah mimpi tp dilarang beritahu kpd siapapun kecuali dgn abah anom, ternyata jawabannya apa??? Naudzubillah.. Jauh dari suNnah Nabi… Malah kakak sy sudah amalkan amalan yg dari abah anom.. Trnyata jin datang tiap pekan ke rumah dan kakak sy merasa diperkosa..alhamdulillah ana ketemu ust seorg ust menjelaskan ttg zikir yg slah Itu, bisajadi mendatangkan syetan/jin. Trnyata betul pd saat dirukyah jin nya malah komat kamit baca zikir itu.. Dan jin itu malah menuduh kakak sy klo kakak sy panggil jin itu tiap ia zikir… Wallahu a’lam

    • Ini sebuah contoh, dan masih banyak lagi yang lain. Silahkan bagi ikhwah yang punya pengalaman…

      • ANDA SAYA TANGTANG BERDEBAT, BAHASA ANDA PENUH FITNAH?

    • assalamualaikum agur al-wahabi assalafi al khwawarij…udah ngerasa lebih baik dari abah anom yah…anda coba ke makam abah anom…banyak orang tiap hari ngedoain abah anom…lah nanti anda meninggal…kuburan anda bakal didoan orang lain tiap hari kyk abah anom gk…yakin 99% gk bakal..3 generasi kemudian aja udah dilupain

  46. HEEEI COBA SEBUTKAN PERINTAH YANG MENYEBUTKAN ALQURAN SURUH DIBUKUKAN, KALO TIDAK ADAK BERARTI SUMBER BIDAH PERTAMA ADALAH KHALIFAH USTMAN?

  47. JDI GK USAH BINGUNG JIKA DEFINISI BIDAH SESUAI PEMAHAMAN WAHABI, GK USAH BINGUNG SIAPA SUMBER BIDAH PERTAMA, DAN AQURAN YANG ANDA BACA ADALAH BIDAH, BILA INI DIPANDANG BUKAN URUSAN AGAMA,??????????

  48. Bidah jk mereka melihatnya dari kajian fikih ngawur alias fikih yg diotak-atik menurut selera si pemikir itu dan dijamin ngajinya masih setengah2 ( mhn ngaji lagi ke ponpes2 besar, ngaji ke kyainya, ngaji lahir batin. Jangan lahir aja ). Teruskan Yasinan, tahlilan, sholawatan dll karena itu ” budaya ” Islam bukan ritual Islam. Islam itu jk tidak lewat budaya dijamin ga laku. Makanya walisongo menyebarkan Islam sampai ke generasi sekarang memakai unsur budaya. Jika mereka menganggap hal2 tsb bidah sebaiknya mereka membuat kelompok n hidup di negara2 yg sepaham, tdk di Indonesia yg MULTI ETNIK, MULTI AGAMA dll.

  49. jgn cepat memvonis bid’ah coy… belum tentu benar semua apa yang anda katakan. emangnya anda hidup masa rasul,? masa sahabat.? masa tabiin.? gak kan.. trus anda cuma hanya baca kitap tanpa ada guru atau ulama..? jangan sok bener deh..

    • Aslm… Ane setuju dengan pendapat ente….. jangan memfonis orang sesat sementara kita ga’ tau apa yang mereka lakukan. bukan tanpa dasar….! makanya sebelum memfonis, pelajari dulu apa yang dilakukannya. jangan liat dari luarnya aja…! toh manusia aja g bisa diliat dari luarnya, karena manusia juga punya ruh yang g keliatan, ya kan??? instrofeksi diri dulu, baru bisa memfonis bro… kenali dulu diri anda, ikuti perintah alquran, “MAN AROFA NAQSA FAQOD AROFA ROBBA” Allah memerintahkan kita mengenali diri kita, cari apa penyakitnya… bu kan mencela orang!!!

  50. afwan tahu islam dan beragama islam dari siapa????????????

  51. bid’ah lo

  52. Lanjutkan !

  53. asslamau alaikum,,,,,sobat ana mau naya masalah pemahaman yang anda tulis begitu panjang, dua aja pertanyaan nya.

    bisakah anda jelaskan kepada saya tentang penjelasa ayat berikut :
    1. perintah sholat walau dalam keadaan apapun meskipun dalam keadaan takut, berjalan maupun berkendara hingga engkau merasa aman maka sholat lah engkau seperti orang – orang terdahulu.
    2. ayat al-quran tentan perintah untuk mengenal diri, dan perintah itu hukumnya wajib sama wajibnya seperti sholat.

    Nb : kalau belum paham jangan mengeluarkan stigama penjastisan anda belum pantas bung, bersitigfarlah engkau Rasullah tindak mengajarkan hal – hal seperti cara anda. melaikan itu di buat oleh kaum munafik seperti yang di jelaskan dalam surat an-nisa bahwa ada diantara kalian yang dimana mereka tidak mentaati sesuatu yang dapat membuat mereka merasa susah atau merasa tidak mampuh mereka itulah yang sebenar – benarnya munafik.

  54. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ilmu tasawwuf memang termasuk ilmu yang rentan untuk dipalsukan, bahkan nama tasawuf seringkali dipakai untuk melegitimasi sihir dan perdukunan. Sehingga saking seringnya ilmu ini dipalsukan, seolah-olah tasawwuf menjadi identik dengan segala bentuk sihir, khurafat, syirik dan bid’ah.

    Ahli bid’ah dan golongan fasik banyak yang menyebut ilmu yangdikembangkannya sebagai ilmu tasawuf, bahkan menyebut dirinya sebagai ahlitasawuf. Namunklaim seperti itu ditolak dan tidak diakui oleh tokoh-tokoh sufi yang benar dan terkenal, sepertiAl-Junaid (w. 297 H) dan ulama sufi lainnya.

    Sesungguhnya ilmu tasawwuf adalah ilmu tentang managemen hati. Apa yang diangkat oleh Aa Gym dengan managemen kalbu-nya tidak lain adalah tasawuf. Ilmu tasawuf ada dalam Islam, serta merupakan bagian utuh dari ajaran Islam.

    Semua imam dalam ilmu fiqih pada dasarnya juga ahli dalam ilmu tasawuf. Imam Al-Ghazali adalah tokoh besar dalam ilmu tasawuf ketika menulis kitab Ihya’u Ulumum Ad-Din. Bahkan Ibnul Qayyim juga termasuk ulama yang punya perhatian besar dalam ilmu ini. Beliau berkata mengenai keterangan dari tokoh-tokoh sufi Al-Junaid bin Muhammad dengan kata-katanya, ‘Semua jalan tertutup bagi manusia, kecuali jalan yang dilalui Nabi saw.’

    Ilmu tasawuf mengajarkan keikhlasan dan kebersihan hati dari sifat-sifat buruk. Di antaranya sifat riya’, suka dipuji, sombong, ‘ujub, kikir, sum’ah, besar kepala, mau menang sendiri, hanya berorientasi kepada kemegahan duniawi, tidak pernah salah, dan seterusnya.

    Ilmu tasawuf mengajarkan moral, nilai-nilai, akhlaq dan etika. Ilmu tasawuf mengajarkan seseorang menjadi kaya hati, bukan kaya harta. Ilu tasawuf mengajak orang bertaubat kepada Allah atas semua dosa dan kesalahan.

    Tasawuf ada dalam Islam dan mempunyai dasar yang mendalam. Tidak dapat diingkari dan disembunyikan, dapat dilihat dan dibaca dalam Al-Qur’an, Sunnah Rasul saw. dan para sahabatnya yang mempunyai sifat-sifat zuhud (tidak mau atau menjauhi hubudunya), tidak suka hidup mewah, sebagaimana sikap khalifah Umar r.a, Ali r.a, Abu Darda’, Salman Al-Farisi, Abu Dzar r.a. dan lainnya.”

    Tidak ada yang salah dari ilmu tasawuf kecuali setelah para penyihir dan dukun datang memperkosanya. Dengan meminjam istilah dari ilmu tasawuf, jadilah tasawuf menjadi sebuah gerakan ilmu hitam yang penuh dengan nafsu syaitani, bid’ah-bid’ah kotor dan syirik yang parah.

    Berbagai ilmu kedigjayaan dan kanuragan yang dimotori oleh Iblis dan konconya menjadi asesoris ilmu tasawuf. Itulah talbisnya iblis, piawai dalam hal tipu menipu, terutama buat orang awam.

    Untuk membedakan ilmu tasawuf yang benar atau yang telah dipalsukan, bisa ditengarai dengan melihat beberapa cirinya, antara lain:

    Tidak melakukan hal-hal yang syirik kepada Allah SWT
    Tidak melakukan berbagai ritual aneh yang menjadibid’ah yang dhalalah, kecuali yang memang ada khilaf di dalamnya
    Tidak berbentuk ilmu-ilmu ghaib, kanuragan, kedigjayaan dan sejenisnya.
    Tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan larangan syariah Islam, dari semua sisinya
    Tidak keluar dari koridor hukum syariah Islam yang mu’tabar.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc

    • Pa ahmad..syariah itu ilmu untuk jasad, lha tasawuf ilmu hati…jaka sembung bawa golok paaa…dua2nya dikuasai supaya jadi khalifatullah-jadi manusia-jadi hamba Allah-jadi orang islam…yang nyebarin islam ke nusantara bukan khawarij, wahabi apalagi salafi(ngaku2) tapi wali…belum pernah denger ulama khawarij/wahabi/salafi berjasa menyebarkan islam,yang ada membunuh ulama, membunuh sayyidina ali, mengkafir/bid’ahkan orang lain, menghancurkan makam sahabat, gk pernah ilhat makamnya diziarahi apalagi didoakan

  55. semoga ente paham apa itu Ilmu tasawwuf dan agar ada mendalami Ilmu tasawwuf jang seperti para kaum kafir yang sengaja memecah belah islam.

  56. Yang menyatakan saudaranya kafir sebenernya dia yang kafir …yang nyatain saudaranya bid’ah..dia yang bid’ah.abu jahal jenggotan, abu lahab jenggotan, kaum yang bunuh sayyidina Ali jidatnta item n sholatnya rajin…..khawarij=wahabi=salafi(ngakunya)

  57. Satu pernyataan sakti orang wahabi/khawarij/salafi(ngaku2nya) “bid’ah, kafir,sesat dan menyesatkan”

  58. WAhabi=musuh Allah…cuma dikulit doang ibadahnya…sholat berjamaah dengan kaki harus tempel2an, jenggot dipanjangin, jidat harus hitam dengan dibentur2in ke lantai,celana ngatung,dengan ngaku2 sesuai Qur’an dengan hadist, mendhoifkan hadist, merasa golongan paling baik!

  59. Astghfirullaah orang bersholawat atas nabi dan mengharap syafaatnya di bilang bid’ah…istghfar antum..antum bkn menyadarkan umat tp memecah belah umat.

  60. mereka yang sok pintar dan pemahamannnya hanya sejengkal udah berani menilai orang, malulah kita kepada Allah Swt.

  61. Masalah perbedaan itu sudah biasa di dalam fiqih islam,malah 4 imam besar islam juga berselisih pendapat di setiap mslh2 fiqih padahal mereka org2 yang mafhum akan tetapi tdk pernah trjdi keributan,kenapa kita yang awam hrs sling beradu argumen bhwa kita yang benar?yang harus kita bina ya tiangnya yaitu syariah agar umat islam bersatu.mdh2 apa yang sya katakan benar dimata اللـه dan apabila salah itu semata2 krn kekhilafan sya sndri,kiranya maklum,akhi wa akhwat sklian

  62. aneh bin nyata….,Bid’ah..??? ,,kalau tidak keberatan..mohon di berikan penjelasan apa arti bid’ah yang sejelas2nya..

  63. Bid’ah = bidadari indah

  64. tawasul kan artinya perantara,,,kalau bertawasul hukumnya haram…maka kalau besok sakit jangan mau minum obat..karena obat kan perantara..hehehehe

    ngopi dulu mas 😁


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s