Ilmu Sufi atau Tasawuf

Ilmu Sufi atau Tasawuf

 

Ilmu kasyaf atau yang lebih dikenal dengan ilmu laduni (ilmu batin) tidaklah asing ditelinga kita, lebih – lebih lagi bagi siapa saja yang sangat erat hubungannya dengan tasawuf beserta tarekat-tarekatnya.

Kata sebagian orang: “Ilmu ini sangat langka dan sakral. Tak sembarang orang bisa meraihnya, kecuali para wali yang telah sampai pada tingkatan ma’rifat. Sehingga jangan sembrono untuk buruk sangka, apalagi mengkritik wali-wali yang tingkah lakunya secara dhahir menyelisihi syariat.

Wali-wali atau gus-gus itu beda tingkatan dengan kita, mereka sudah sampai tingkatan ma’rifat yang tidak boleh ditimbang dengan timbangan syari’at lagi”. Benarkah demikian? Inilah topik yang kita kupas pada kajian kali ini.

Hakikat Ilmu Laduni
Kaum sufi telah memproklamirkan keistimewaan ilmu laduni. Ia merupakan ilmu yang paling agung dan puncak dari segala ilmu. Dengan mujahadah, pembersihan dan pensucian hati akan terpancar nur dari hatinya, sehingga tersibaklah seluruh rahasia-rahasia alam ghaib bahkan bisa berkomunikasi langsung dengan Allah, para Rasul dan ruh-ruh yang lainnya, termasuk nabi Khidhir. Tidaklah bisa diraih ilmu ini kecuali setelah mencapai tingkatan ma’rifat melalui latihan-latihan, amalan-amalan, ataupun dzikir-dzikir tertentu.

Ini bukan suatu wacana atau tuduhan semata, tapi terucap dari lisan tokoh-tokoh tenar kaum sufi, seperti Al Junaidi, Abu Yazid Al Busthami, Ibnu Arabi, Al Ghazali, dan masih banyak lagi yang lainnya yang terdapat dalam karya-karya tulis mereka sendiri.
1. Al Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin 1/11-12 berkata: “Ilmu kasyaf adalah tersingkapnya tirai penutup, sehingga kebenaran dalam setiap perkara dapat terlihat jelas seperti menyaksikan langsung dengan mata kepala … inilah ilmu-ilmu yang tidak tertulis dalam kitab-kitab dan tidak dibahas … “. Dia juga berkata: “Awal dari tarekat, dimulai dengan mukasyafah dan musyahadah, sampai dalam keadaan terjaga (sadar) bisa menyaksikan atau berhadapan langsung dengan malaikat-malaikat dan juga ruh-ruh para Nabi dan mendengar langsung suara-suara mereka bahkan mereka dapat langsung mengambil ilmu-ilmu dari mereka”. (Jamharatul Auliya’: 155)
2. Abu Yazid Al Busthami berkata: “Kalian mengambil ilmu dari orang-orang yang mati. Sedang kami mengambil ilmu dari Allah yang Maha Hidup dan tidak akan mati. Orang seperti kami berkata: “Hatiku telah menceritakan kepadaku dari Rabbku”. (Al Mizan: 1/28)
3. Ibnu Arabi berkata: “Ulama syariat mengambil ilmu mereka dari generasi terdahulu sampai hari kimat. Semakin hari ilmu mereka semakin jauh dari nasab.
Para wali mengambil ilmu mereka langsung dari Allah yang dihujamkan ke dalam dada-dada mereka.” (Rasa’il Ibnu Arabi hal. 4)
Dedengkot wihdatul wujud ini juga berkata: “Sesungguhnya seseorang tidak akan sempurna kedudukan ilmunya sampai ilmunya berasal dari Allah ‘Azza wa Jalla secara langsung tanpa melalui perantara, baik dari penukilan ataupun dari gurunya. Sekiranya ilmu tadi diambil melalui penukilan atau seorang guru, maka tidaklah kosong dari sistim belajar model tersebut dari penambahan-penambahan. Ini merupakan aib bagi Allah ‘Azza wa Jalla – sampai dia berkata – maka tidak ada ilmu melainkan dari ilmu kasyaf dan ilmu syuhud bukan dari hasil pembahasan, pemikiran, dugaan ataupun taksiran belaka”.
Ilmu Laduni Dan Dampak Negatifnya Terhadap Umat
Kaum sufi dengan ilmu laduninya memiliki peran sangat besar dalam merusak agama Islam yang mulia ini. Dengannya bermunculan akidah-akidah kufur –seperti diatas – dan juga amalan-amalan bid’ah. Selain dari itu, mereka secara langsung ataupun tidak langsung terlibat dalam kasus pembodohan umat. Karena menuntut ilmu syar’i merupakan pantangan besar bagi kaum sufi. Berkata Al Junaidi: “Saya anjurkan kepada kaum sufi supaya tidak membaca dan tidak menulis, karena dengan begitu ia bisa lebih memusatkan hatinya. (Quutul Qulub 3/135)

Abu Sulaiman Ad Daraani berkata: “Jika seseorang menuntut ilmu hadits atau bersafar mencari nafkah atau menikah berarti ia telah condong kepada dunia”. (Al Futuhaat Al Makiyah 1/37)

Berkata Ibnul Jauzi: “Seorang guru sufi ketika melihat muridnya memegang pena. Ia berkata: “Engkau telah merusak kehormatanmu.” (Tablis Iblis hal. 370)
Oleh karena itu Al Imam Asy Syafi’i berkata: “Ajaran tasawuf itu dibangun atas dasar rasa malas.” (Tablis Iblis:309)

Tak sekedar melakukan tindakan pembodahan umat, merekapun telah jatuh dalam pengkebirian umat. Dengan membagi umat manusia menjadi tiga kasta yaitu: syariat, hakekat, dan ma’rifat, seperti Sidarta Budha Gautama membagi manusia menjadi empat kasta. Sehingga seseorang yang masih pada tingkatan syari’at tidak boleh baginya menilai atau mengkritik seseorang yang telah mencapai tingkatan ma’rifat atau hakekat.

Syubhat-Syubhat Kaum Sufi Dan Bantahannya
1. Kata laduni mereka petik dari ayat Allah yang berbunyi:
وَعَلَمَّنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
“Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu”. (Al Kahfi: 65)
Mereka memahami dari ayat ini adanya ilmu laduni sebagaimana yang Allah anugerahkan ilmu tersebut kepada Nabi Khidhir. Lebih anehnya mereka meyakini pula bahwa Nabi Khidhir hidup sampai sekarang dan membuka majlis-majlis ta’lim bagi orang-orang khusus (ma’rifat).

Telah menjadi ijma’ (kesepakatan) seluruh kaum muslimin, wajibnya beriman kepada nabi-nabi Allah tanpa membedakan satu dengan yang lainnya dan mereka diutus khusus kepada kaumnya masing-masing. Nabi Khidhir diutus untuk kaumnya dan syari’at Nabi Khidhir bukanlah syari’at bagi umat Muhammad. Rasulullah bersabda:
كَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
“Nabi yang terdahulu diutus khusus kepada kaumnya sendiri dan aku diutus kepada seluruh umat manusia” (Muttafaqun ‘alaihi)

Allah berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
“Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan peringatan”. (As
Saba’: 28)
Adapun keyakinan bahwa Nabi Khidhir masih hidup dan terus memberikan ta’lim kepada orang-orang khusus, maka bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ
(artinya) “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad). (Al Anbiya’: 34)
Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ مَنْفُوْسَةٍ اليَوْمَ تَأْتِيْ عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ وَهِيَ يَوْمَئِذٍ حَيَّةٌ
“Tidak satu jiwapun hari ini yang akan bertahan hidup setelah seratus tahun kedepan”. (H.R At Tirmidzi dan Ahmad)

Adapun keyakinan kaum sufi bahwa seseorang yang sudah mencapai ilmu kasyaf, akan tersingkap baginya rahasia-rahasia alam ghaib. Dengan cahaya hatinya, ia bisa berkomunikasi dengan Allah, para Rasul, malaikat, ataupun wali-wali Allah. Pada tingkatan musyahadah, ia dapat berinteraksi langsung tanpa adanya pembatas apapun.
Cukup dengan pengakuannya mengetahui ilmu ghaib, sudah bisa dikatakan ia sebagai seorang pendusta. Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah seorang yang paling mulia dari seluruh makhluk Allah, namun Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam tidaklah mengetahui ilmu ghaib kecuali apa yang telah diwahyukan kepadanya.
قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا ﴿٢٥﴾ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
“Dia (Allah) yang mengetahui ilmu ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan seseorangpun tentang yang ghaib kecuali dari para rasul yang diridhai-Nya”. (Al Jin: 25-26)

Apalagi mengaku dapat berkomunikasi dengan Allah atau para arwah yang ghaib baik lewat suara hatinya atau berhubungan langsung tanpa adanya pembatas adalah kedustaan yang paling dusta. Akal sehat dan fitrah suci pasti menolaknya sambil berkata: “Tidaklah muncul omongan seperti itu kecuali dari orang stres saja”. Kalau ada yang bertanya, lalu suara dari mana itu? Dan siapa yang diajak bicara? Kita jawab, maha benar Allah dari segala firman-Nya:
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ ﴿٢٢١﴾ تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ ﴿٢٢٢﴾ يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ ﴿٢٢۳﴾
“Apakah akan Aku beritakan, kepada siapa syaithan-syaithan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithan) itu, dan kebanyakan mereka orang-orang pendusta”. (Asy Syu’ara: 221-223)

2. Sebagian kaum sufi berkilah dengan pernyataannya bahwa ilmu laduni (Al Kasyaf) merupakan ilham dari Allah (yang diistilahkan wangsit). Dengan dalih hadits Nabi Muhammad:
إِنَّهُ قَدْ كَانَ قَبْلَكُمْ فِيْ الأَمَمِ مُحَدَّثُوْنَ فَإِنْ يَكَنْ فِيْ أُمَّتِي أَحَدٌ فَعُمَر
“Dahulu ada beberapa orang dari umat-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulah ada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Hadits ini sama sekali tidak bisa dijadikan hujjah bagi mereka. Makna dhohir hadits ini, menunjukkan keberadaan ilham itu dibatasi dengan huruf syarat (kalaulah ada). Maksudnya, kalaupun ada pada umat ini, pastilah orang yang mendapatkan ilham adalah Umar Ibnul Khathab. Sehingga beliau digelari al mulham (orang yang mendapatkan ilham). Dan bukan menunjukkan dianjurkannya cari wangsit, seperti petuah tokoh-tokoh tua kaum sufi. Bagaimana mereka bisa memastikan bisikan-bisikan dalam hati itu adalah ilham? Sementara mereka menjauhkan dari majlis-majlis ilmu yang dengan ilmu syar’i inilah sebagai pemisah antara kebenaran dengan kebatilan.

Mereka berkilah lagi: “Ini bukan bisikan-bisikan syaithan, tapi ilmu laduni ini merubah firasat seorang mukmin, bukankah firasat seorang mukmin itu benar? Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Hati-hati terhadap firasat seorang mukmin. Karena dengannya ia melihat cahaya Allah”. (H.R At Tirmidzi)
Hadits ini dho’if (lemah), sehingga tidak boleh diamalkan. Karena ada seorang perawi yang bernama Athiyah Al Aufi. Selain dia seorang perawi yang dho’if, diapun suka melakukan tadlis (penyamaran hadits).

Singkatnya, ilham tidaklah bisa mengganti ilmu naqli (Al Qur’an dan As Sunnah), lebih lagi sekedar firasat. Ditambah dengan adanya keyakinan-keyakinan batil yang ada pada mereka seperti mengaku mengetahui alam ghaib, merupakan bukti kedustaan diatas kedustaan. Berarti, yang ada pada kaum sufi dengan ilmu laduninya, bukanlah suatu ilham melainkan bisikan-bisikan syaithan atau firasat rusak yang bersumber dari hawa nafsu semata. Disana masih banyak syubhat-syubhat mereka, tapi laksana sarang laba-laba, dengan fitrah sucipun bisa meruntuhkan dan membantahnya.

Hadits-Hadits Dho’if Dan Palsu Yang Tersebar Di Kalangan Umat

Hadits Ali bin Abi Thalib:
عِلْمُ الْبَاطِنِ سِرٌّ مِنْ أَسْرَارِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَحُكْمٌ مِنْ أَحْكَامِ اللهِ ، يَقْذِفُهُ فِيْ قُلُوْبِ مَنْ يَشَاءَ مِنْ عِبَادِهِ
“Ilmu batin merupakan salah satu rahasia Allah ‘Azza wa Jalla, dan salah satu dari hukum-hukum-Nya yang Allah masukkan kedalam hati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya”.

Keterangan:
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi di dalam kitab Al Wahiyaat 1/74, beliau berkata: “Hadits ini tidak shahih dan secara mayoritas para perawinya tidak dikenal”. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “Ini adalah hadits batil”. Asy Syaikh Al Albani menegaskan bahwa hadits ini palsu. (Lihat Silsilah Adh Dha’ifah no 1227)

203 Comments

  1. pernah suatu saat dalam hadis diceritakan: ketika Umar menjadi kahtib dalam sholat jumat, “sekonyong-konyong umar mengata berlindung kegunung itu” sampai tiga kali dan ucapan ini tidak ada hubunganya dengan khutbah jumat lalu setelah selesai jumatan ada beberapa jamaah yang mengatakan kalau Umar telah berubah akal. beberapa waktu berlalu pasukan muslim tersebut pulang dan lalu mereka menceritakan pada suatu siang yang terik dihari jumat ketika pasukan mereka telah terjepit tiba-tiba terdengar suara memerintahkan berlindung kebukit sekitar pertempuran dan mereka selamat (diterangkan bahwa Umar melihat pasukan muslim terjepit ketika dia menjadi Khatib dalam sholat jumat lalu beliau memerintahkan berlindung kebukit). Lalu kejadian yang seperti ini apa namanya

    • Itu yg namanya karomah, yg diberikan allah kpd org2 yg beriman berjalan di atas syariat, dan karomah itu tdk bisa dipelajari dan tidak bisa terjadi berulang2 tanpa izin allah, terjadinya begitu saja tanpa dipinta, krn allah lah maha pelindung, beda dg sihir bisa dipelajari dan bisa ditangkis, hati2 lah dg tasawuf dan ilmu2 yg bukan diajarkan rasulullah dalam ibadah

      • maksud-nya hati_hati dengan ilmu tasawuf,ada kesalahankah dalam ilmu tersebut.coba tolong jelaskan.

      • Tidak ada yg salah dgn tasawuf. Yg salah saat di dramatisir hakekat blajar tasawuf.
        Imam Ghozali berkata : belajar syariat sja kosong. Blajar tasawuf saja buta.
        Tasawuf bkan utk mencari kesaktian, laduni karomah ato apalah. Kalo diniati bgtu namax cari imbalan tdak ikhlas. Tasawuf adalh untuk pembersihan hati bagaimana menjaga amal dri penyakitnya amal. Agar ilmu syariat yg kita kuasai bkan untuk mengkadirkan org yg tdak speham dgn kita. Syariat sja yg kita pelajari sprti bangunan yg kita bangun bgtu megah tp kosong tak berpenghuni.

  2. bila khidir A.S bocorkan kapal orang2 misken, bunoh budak kecik yang baru dijumpa, bina pagar yang runtoh di negeri orang2 yang bakhil secara percuma, adakan dia dikatakan dirasok setan!!! ini kesah dari quran, quran itu firman Allah, tentu ada sebab nya Allah turunkan sesuatu.sesunggoh nya ilmu Allah S.W.T itu luas. subhanallah (note: Awaludeen makrifatullah-awal2 agama itu mengenal Allah)

    • simak al Jin 25 26 …cuma nabi dan rosul yg di beri sedikt pngetahuan hal gaib ,nabi khidir salah satu di antarnya ,,nah kalo sufi sufi itu ,apakh mreka itu nabi ,????jelas karomh yg mreka miliki atas bisikan iblis

      • Astagfirullahhuladzim.dari mana anda tau kalau ahli dalam ilmu sufi adalah bisikan syetan..

      • Mksih atas Penjelasan’y krna ummat manusia harus saling membagi & menasihati,,,
        Yg saya tau Berburuk sangka itu d larang ya!!!
        Yg maha tau Cuma Allah,,,
        Mf kalau ada kata yg salah sy cma manusia yg kurng ilmu,,,

      • Anda hanya jago teori. Ibaratnya anak taman kanak kanak ada org ciuman disamping anda n anda tdak mnggubris sbuk dgn permainan dunia kanak – kanak anda..tpi saat sdh tumbuh dewasa pikiranx baru tahu n bernafsu klo melihat org berciuman. Ingin merasakan pas sdh merasakan bru trpkir enak jg ya…cobalah sblm mengomentarix. Blajarx tasawuf agar tdk kosong hati kita. Bsikan iblis tdak hnya pda org blajar tp jg bgi yg berilmu. Trmsk jka ilmu anda hnya nda gunakan utk mengkafirkan org yg tak se aliran dgn anda

      • Nabi, bukan malaikat… Dia masih di brikan hawa nafsu… Jd di mata tuhan manusia itu sama… Cuma bedah keimanannya saja dng kt manusia biasa yg ta punya kedudukan apa apa…

  3. Namanya karomah. Kami Ahlu Sunnah (yang kalian menjuluki kami WAHABI)tidak menafikan adanya karomah bagi wali Allah, cuma yang jadi permasalahan siapakah wali Allah? Apakah orang yang gemar berbuat bid’ah adalah WALI ALLAH?
    Hal ini tidak asing lagi bagi orang yang masih dikaruniai Allah dengan akal sehat.

    • jadi yang di maksud wali ALLAH oleh orang orang wahabi adalah ulama ulama wahabi prett

    • semoga wahabi di berikan hidayah atas pengakuan-nya bahwa mereka ahlusunnah.dan tidak mengatakan saudara yang lain yang seiman (kafir/dan ada kata bid’ah).mohon ma’af saudaraku yang berpaham wahabi jika ada perkataanku yang salah,karena aku masih dangkal akan ilmu.

    • Ahlu sunnah apa Ahli membid’ah

  4. Ibn Taimiyyah pengikut tasawwuf, dan meninggal dimakamkan di pemakaman as Sufiyyah (pemakaman khusus utk penganut shufi) di Damaskus.

    (Khusus untuk pengikut Abdul Aziz Abdullah Bin Baaz)
    Oleh: Dr. Thiblawy Mahmoud Saad

    Tingkatan Sufi Menurut Ibnu Taimiyah

    Ibnu Taimiyah membagi tingkatan sufi menjadi tiga
    macam; Shufiyah Al-Haqaiq (Tasauf Ekstensialis),
    Shufiyah Al-Arzaq (Tasauf Essensialis) dan Shufiyah
    Al-Rasmi (Tasauf Simbolis).

    Mengenai Shufiyah Al-Haqaiq, Ibnu Taimiyah berkata;
    “Kaum sufi adalah jamaah orang-orang yang jujur dan
    dipercayai karena kejuhudannya dan ketekunannya dalam
    beribadah, maka hanya merekalah yang patut mendapat
    sebutan itu. Dan ada pernyataan seseorang mengatakan,
    bahwa kaum sufi itu adalah paling jujurnya ulama dan
    pemerintahan/penguasa, tanpa mengkhususkan pendapatnya
    kepada kaum sufi yang hidup pada masa Rasulullah
    (sahabat), kaum sufi dari tokoh tabi’ien atau
    tabi’it-tabi’ien.

    Bila mereka dijuluki sebagai orang-orang yang jujur di
    Bashrah, maka para ulama fiqih daerah Kufah juga
    disebut orang-orang yang jujur dari Kufah. Dan mereka
    semua selalu berhati-hati di dalam menempuh jalan
    menuju ridha Allah dan Rasul-Nya, sebagai beban
    tanggung jawab mereka sebagai tokoh yang diteladani
    kaumnya. Kedua, pandangan Ibnu Taimiyah tentang
    Shufiah Al-Arzaq. Ia berkata; “Mereka adalah kaum sufi
    yang sangat berhati-hati di dalam beribadah…”
    kemudian Ibnu Taimiyah melanjutkan kata-katanya
    tentang Shufiyah Al-Arzaq; “Mereka adalah kaum sufi
    yang sebutannya terbatas pada cara berpakaiannya
    (wool) saja, atau tingkah lakunya dalam pergaulan
    sebagai contoh teladan bagi pengikut mereka.”

    Pandangan Ibnu Taimiyah terhadap Kepribadian Kaum Sufi
    dan Kitab-Kitab Tasauf

    Ibnu Taimiyah berkata, “Di dalam memahami jalan hidup
    yang ditempuh kaum sufi, orang-orang ramai yang keliru
    memandang mereka, bahkan mengecam tasawuf sebagai
    sumber ilmunya. Orang-orang itu pun berkata; kaum sufi
    adalah kelompok ahli bid’ah, yakni orang yang
    ibadahnya menyimpang dari ajaran sunnah Nabi, namun
    banyak diikuti oleh beberapa aliran, karena mereka
    mengaku sebagai paling istimewanya makhluk setelah
    para Nabi.”

    Dan Ibnu Taimiyah menyanggah pendapat ini dengan
    kata-katanya; “Yang benar…, mereka adalah
    hamba-hamba yang taat kepada Allah untuk mendapatkan
    ridha-Nya, seperti sahabat Nabi dahulu. Di antara
    mereka ada yang mendekatkan diri kepada Allah dengan
    ketekunan ibadahnya, ada pula yang melalui safar
    (perjalanan musafir). Namun sesekali mereka ada yang
    keliru melangkah, maka dia bertaubat memohon ampunan
    atas kesalahannya.” Pada pendapatnya ini Ibnu Taimiyah
    menjelaskan ruh tasamuh (ramah dan murah hati) kaum
    sufi dan ahli salaf.

    Ibnu Taimiyah akan menerangkan kepada kita tentang
    beberapa karya tulis sufi yang diantaranya adalah
    hasil rujukan dari kitab-kitab pendahulu mereka. Ia
    juga menyebutkan perbedaan-perbedaan yang mesti
    dibantah dan hadis-hadis dha’if dalam kitab itu. Akan
    tetapi dari cacat dan kebaikan suatu kitab, kita tidak
    akan luput dari manfaat yang ada di baliknya.

    Suatu waktu, Ibnu Taimiyah pernah diminta komentarnya
    tentang kitab Ihyaa ‘Ulumuddien, karangan al-Ghazali
    dan kitab Qutul Qulub (Makanan Hati) karangan Abu
    Thalib al-Makki. Ia menjawab; “Kitab-kitab itu telah
    membawa dampak yang cukup besar di dalam membina rasa
    sabar, syukur, cinta kasih kepada Allah, tawakkal, dan
    tauhid seseorang. Maka Abu Thalib lebih banyak
    mengetahui daripadaku mengenai orang yang ahli dalam
    ilmu hati dari kalangan sufi.”

    Setelah itu Ibnu Taimiyah memuji kata-kata al-Makki
    dan berkata; ” Wawasannya luas sekali dan jauh dari
    faham bid’ah. Padahal sulit sekali kita dapatkan hadis
    yang menunjukkan cara pembinaan hati, walaupun ada,
    itu adalah hadis dha’if dan maudhu’.”

    Dan Ibnu Taimiyah menjelaskan, bahwa pembahasan
    al-Ghazali tentang Al-Mukhlikat (sifat-sifat yang
    merusak) dalam kitabnya yang berjudul Ihyaa Ulumuddien
    dipengaruhi oleh Al-Muhasibi melalui karya tulisnya
    Ar-Ri’ayah li Huquqillah.”

    Ibnu Taimiyah berkata: “Sedangkan pembicaraan
    al-Ghazali tentang sifat-sifat yang merusak (
    al-Mukhlikat) dalam kitab Ihyaa Ulumuddiennya seperti
    sifat sombong, riya, hasud dan lain-lain. Adalah
    nukilan dari kitab Ri’ayah al-Muhasibi diantara
    pendapatnya ada yang diikuti, ada yang ditentang dan
    ada yang menimbulkan berbagai pendapat ulama. Tetapi
    kitab Ihyaa Ulumuddien banyak mengandung manfaat.”

    Ibnu Taimiyah tidak terlalu fanatik dengan karya
    al-Ghazali itu. Buktinya, Ia menganggap banyak faedah
    yang terkandung dalam kitab Ihyaa Ulumuddien, tetapi
    ia berkata; ” Dalam kitab itu ada materi pembahasan
    yang tercela sungguh di sana terdapat fikiran-fikiran
    filosof yang merusak tentang tauhid, kenabian, alam
    akhirat dan lain-lain.

    Sampai tokoh Muslimin pun memungkiri karya tulis Abu
    Hamid. Maka berkata; “Apakah dia berpura-pura sakit?”
    sebagaimana diucapkan oleh Abu Bakar Ibnu al’Arabi,
    al-Hafid al-’Iraqi juga menyebutkan beberapa hadis
    dha’if dalam kitab Ihyaa Ulumuddien.

    Barulah kemudian Ibnu Taimiyah berbicara tentang
    kandungan kitab Ihyaa Ulumuddien yang penuh kebaikan
    menuju ibadah dan penjelasan sekitar masalah pekerjaan
    hati, di samping penjelasannya mengenai peranan tokoh
    sufi yang bijaksana. Ia berkata,”Di dalam kitab Ihyaa
    Ulumuddien itu terdapat pandangan tokoh sufi yang
    bijaksana dan alim dalam mengetahui
    perbuatan-perbuatan hati berdasarkan al-Quran dan
    Sunnah Nabi.

    Karya-Karya Tulis Sufi Ibnu Taimiyah
    1. At-Tuhfah al-’Iraqiyah fi A’mal al-Qalbiyah
    (Kalangan Iraq tentang perbuatan-perbuatan Hati)
    Dalam kitab ini Ibnu Taimiyah berkata; “Pembahasan
    singkat tentang kekuatan (peran) hati dalam kehidupan
    menusia yang kita sebut dengan ahwal dan maqaamat
    adalah sebahagian dari dasar kepercayaan dan rasa
    cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, tawakkal, ikhlas,
    syukur, sabar (menerima takdir Allah), takut (kepada
    Allah), raja’ (berharap kepada Allah).

    Dan akan kita ketahui, bahwa Ibnu Taimiyah sering
    menggunakan istilah-istilah kaum sufi terdahulu di
    dalam kitabnya, seperti kata al-maqamat wal-ahwal.”
    Istilah ini sudah lama dikenal dan dipergunakan oleh
    mereka.

    Di dalam menafsirkan makna al-Maqamat wal-ahwal, Ibnu
    Taimiyah menyamakannya dengan arti rasa cinta,
    tawakkal, ikhlas, raja’, takut kepada Allah (khauf)
    dan syukur. Dan dalam risalahnya ini, ia
    menjelaskannya secara rinci sebagaimana lazimnya
    kitab-kitab para sufi.

    Qaidatul Mahabbah (Dasar Cinta Kasih)

    Ibnu Taimiyah adalah seorang sufi yang memiliki rasa
    cinta. Berikut pernyataannya dalam risalah berjudul
    “at-Tuhfah al-’Iraqiyah fil A’mal al-Qalibiyah”; “…
    Adapun langit, bumi dan apa yang berada diantara
    keduanya, matahari, bulan, gugusan bintang dan lapisan
    atmosfir serta awan, hujan, juga tumbuh-tubuhan adalah
    tanda kekuasaan Allah yang dititipkan kepada langit
    dan bumi yang patuh mengerjakan segala perintah yang
    dititahkan kepadanya.

    Pada akhir risalahnya itu, Ibnu Taimiyah berkata:
    “Sudah kita ketahui, bahwa semua gerakan unsur dalam
    itu adalah bersumber dari rasa cinta kasih kepada sang
    Khalik (pencipta)”. Dan satu-satunya cara Ibnu
    Taimiyah mencintai Tuhannya adalah menganut ajaran
    agama yang diridhai Allah, karena hanya itulah
    satu-satunya perantara yang akan menyampaikan semua
    amal baiknya kepada Illahi.

    Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa ia setuju dengan
    pandangan al-Fadhil bi ‘Iyadh tentang sebuah ayat
    al-Quran: “Agar Dia menguji siapakah di antara kamu
    sekalian yang lebih amalnya.” (Hud:7)

    Kemudian dia melanjutkan; …dengan ikhlas dan benar:
    Murid-muridnya bertanya; “mengapa mesti ikhlas dan
    benar?” AL-Fadhil menjawab; “Karena Allah tidak akan
    menerima perbuatan benar tanpa didasari ikhlas Lillahi
    Ta’ala, pun sebaliknya Dia tidak meridhai amal yang
    kamu dasari hati ikhlas sedang itu adalah perbuatan
    salah, maka amalmu harus didampingi keduanya, ikhlas
    dan benar”.

    Seperti juga Asy-Syubli meriwayatkan, bahwa Ibnu
    Taimiyah berpandangan …. “rasa cinta harus
    dibuktikan dengan melaksanakan perintah Allah.” Dan ia
    mengulang kata-katanya; “rasa cinta itu menuntut
    dilaksanakannya kewajiban dengan sempurna, dan
    kesempurnaan cinta kasih akan membawa kepada amal yang
    sempurna pula. Sedangkan maksiat adalah suatu hal yang
    mengurangi cintanya seorang hamba.”

    Berikut ini Asy-Syubli berpendapat tentang cinta
    kepada Allah:

    “Kamu durhaka kepada Allah, padahal kamu berharap
    cintanya. Hal itu jelas tidak logik, bila cintamu itu
    tulus, pastilah kamu mentaatinya. Sesungguhnya orang
    yang bercinta itu patuh kepada yang dicintainya.”

    2. Kitab Al-Istiqamah

    Salah satu judul buku sufi Ibnu Taimiyah yang lain
    adalah “Qaidatun fi Wujubil Istiqamah wal
    I’tidal(prinsip dasar kejujuran dan keadilan). Setelah
    mendengar penjelasan Ibnu Taimiyah dalam buku ini,
    kelompok Mu’tazilah dan Asy’ariyah beserta para
    pengikutnya mengecamnya dengan ilmu kalam. Namun tidak
    mudah bagi ulama sufi untuk mengikuti kelompok
    tersebut, karena telah merasa jemu dengan ilmu kalam
    mereka, bahkan ketekunannya menelaah karya-karya sufi
    Ibnu Taimiyah semakin meningkat.

    Di dalam bukunya itu pula, Ibnu Taimiyah menulis satu
    fasal yang merupakan sanggahan terhadap risalah Abu
    al-Qasim al-Qusyairi. Ibnu Taimiyah berkata: “Ada satu
    pasal dalam risalah Abu al-Qasim al-Qusyairi yang
    terkenal itu menyebutkan adanya perpecahan pandangan
    kaum sufi terhadap ilmu kalam. Dan dia menyatakan
    sebagian kaum sufi menyokong pada kelompok Asy’ariyah.
    Itu hanyalah dugaan Abu al-Qasim al-Qusyairi
    sebagaimana halnya Abu Bakar bin Faruk dan Abu Ishak
    Al-Asfarayaini. Kemudian Ibnu Taimiyah menambahkan;
    “Abu al-Qasim itu telah membuat bingung kaum sufi
    dengan ilmu kalam kelompok Asy’ariyah dan Kilabiyah.”

    Seringkali Ibnu Taimiyah menerangkan kedudukan tokoh
    kaum sufi, bahwa mereka tetap berpegang pada ajaran
    sunnah Nabi dan sebaliknya menolak pandangan kelompok
    Kilabiyah dan Asy’ariyah yang menganut faham ilmu
    kalam. Kata-kata Ibnu Taimiyah ini adalah sindiran
    kepada al-Qusyairi. Pada akhir kitabnya ini Ibnu
    Taimiyah lebih banyak menyanggah ilmu kalamnya
    al-Qusyairi. (Disarikan dari “Tasawuf Menurut Ibnu
    Taimiyah karya Dr. Thiblawy Mahmoud Saad)

    • Sungguh, tiap2 manusia akan mendapatkan apapa yang ia inginkan dan apa apa yang ia tidak inginkan. Ketika engkou mengejar surga maka, surga lah yang kau dapat, ketika kau mengejar Alloh, maka Alloh yang kau dapat. Bukan karena Ridho, sebab Alloh selalu Ridho dengan konskwensinya. Smua tergantung dari diri kita sendiri memilih, termasuk pemahaman. Seberapa terbuka kita terhadap ilmu, sebanyak itu pula pemahaman yang akan masuk diotak kita. Sadarilah, kita mahluk berotak. Jd, hati bukan untuk berfikir. rasio kita menuntun kita kemanapun kita mau.

  5. Kesaksian Para Ulama Fikh Tentang Ulama Sufi

    Imam Abu Hanifa (81-150 H./700-767 CE)

    Imam Abu Hanifa (r) (85 H.-150 H) berkata, “Jika tidak
    karena dua tahun, saya telah celaka. Karena dua tahun
    saya bersama Sayyidina Ja’far as-Sadiq dan mendapatkan
    ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui
    jalan yang benar”.

    Ad-Durr al-Mukhtar, vol 1. p. 43 bahwa Ibn ‘Abideen
    said, “Abi Ali Dakkak, seorang sufi, dari Abul Qassim
    an-Nasarabadi, dari ash-Shibli, dari Sariyy as-Saqati
    dari Ma’ruf al-Karkhi, dari Dawad at-Ta’i, yang
    mendapatkan ilmu lahir dan batin dari Imam Abu Hanifa
    (r), yang mendukung jalan Sufi.” Imam berkata sebelum
    meninggal: lawla sanatan lahalaka Nu’man, “Jika tidak
    karena dua tahun, Nu’man (saya) telah celaka.” Itulah
    dua tahun bersama Ja’far as-Sadiq
    Imam Malik (94-179 H./716-795 CE)

    Imam Malik (r): “man tassawaffa wa lam yatafaqah faqad
    tazandaqa wa man tafaqaha wa lam yatsawwaf faqad
    fasadat, wa man tafaqaha wa tassawafa faqad tahaqqaq.
    (Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasauf tanpa fikh
    maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari
    fikh tanpa tasauf dia tersesat, dan siapa yang
    mempelari tasauf dan fikh dia meraih kebenaran).”
    (dalam buku ‘Ali al-Adawi dari keterangan Imam
    Abil-Hassan, ulama fikh, vol. 2, p. 195
    Imam Shafi’i (150-205 H./767-820 CE)

    Imam Shafi’i: “Saya bersama orang sufi dan aku
    menerima 3 ilmu:
    mereka mengajariku bagaimana berbicara
    mereka mengajariku bagaimana meperlakukan orang dengan
    kasih dan hati lembut
    mereka membimbingku ke dalam jalan tasauf

    [Kashf al-Khafa and Muzid al-Albas, Imam ‘Ajluni, vol.
    1, p. 341.]
    Imam Ahmad bin Hanbal (164-241 H./780-855 CE)

    Imam Ahmad (r): “Ya walladee ‘alayka bi-jallassati
    ha’ula’i as-Sufiyya. Fa innahum zaadu ‘alayna
    bikathuratil ‘ilmi wal murqaba wal khashiyyata
    waz-zuhda wa ‘uluwal himmat (Anakku jika kamu harus
    duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah
    mata air ilmu dan mereka tetap mengingat Allah dalam
    hati mereka. Mereka orang-orang zuhud dan mereka
    memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi,” –Tanwir
    al-Qulub, p. 405, Shaikh Amin al-Kurdi)

    Imam Ahmad (r) tentang Sufi:”Aku tidak melihat orang
    yang lebih baik dari mereka” ( Ghiza al-Albab, vol. 1,
    p. 120)
    Imam al-Muhasibi (d. 243 H./857 CE)

    Imam al-Muhasibi meriwayatkan dari Rasul, “Umatku akan
    terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang akan
    menjadi kelompok yang selamat” . Dan Allah yang lebih
    mengetahui bahwa itu adalah Golongan orang tasauf. Dia
    menjelaskan dengan mendalam dalam Kitab al-Wasiya p.
    27-32.
    Imam al-Qushayri (d. 465 H./1072 CE)

    Imam al-Qushayri tentang Tasauf: “Allah membuat
    golongan ini yang terbaik dari wali-wali-Nya dan Dia
    mengangkat mereka di atas seluruh hamba-hamba-Nya
    sesudah para Rasul dan Nabi, dan Dia memberi hati
    mereka rahasia Kehadiran Ilahi-Nya dan Dia memilih
    mereka diantara umat-Nya yang menerima cahaya-Nya.
    Mereka adalah sarana kemanusiaan, Mereka menyucikan
    diri dari segala hubungan dengan dunia dan Dia
    mengangkat mereka ke kedudukan tertinggi dalam
    penampakan (kasyf). Dan Dia membuka kepada mereka
    Kenyataan akan Keesaan-Nya. Dia membuat mereka untuk
    melihat kehendak-Nya mengendalikan diri mereka. Dia
    membuat mereka bersinar dalam wujud-Nya dan
    menampakkan mereka sebagai cahaya dan cahaya-Nya .”
    [ar-Risalat al-Qushayriyya, p. 2]
    Imam Ghazali (450-505 H./1058-1111 CE)

    Imam Ghazali, hujjat ul-Islam, tentang tasauf: “Saya
    tahu dengan benar bahwa para Sufi adalah para pencari
    jalan Allah, dan bahwa mereka melakukan yang terbaik,
    dan jalan mereka adalah jalan terbaik, dan akhlak
    mereka paling suci. Mereka membersihkan hati mereka
    dari selain Allah dan mereka menjadikan mereka sebagai
    jalan bagi sungai untuk mengalirnya kehadiran Ilahi
    [al-Munqidh min ad-dalal, p. 131].
    Imam Nawawi (620-676 H./1223-1278 CE)

    Dalam suratnya al-Maqasid: “Ciri jalan sufi ada 5:
    menjaga kehadiran Allah dalam hati pada waktu ramai
    dan sendiri
    mengikuti Sunah Rasul dengan perbuatan dan kata
    menghindari ketergantungan kepada orang lain
    bersyukur pada pemberian Allah meski sedikit
    selalu merujuk masalah kepada Allah swt [Maqasid
    at-Tawhid, p. 20]
    Imam Fakhr ad-Din ar-Razi (544-606 H./1149-1209 CE)

    Imam Fakhr ad-Din ar-Razi: “Jalan para sufi adalah
    mencari ilmu untuk memutuskan diri mereka dari
    kehidupan dunia dan menjaga diri mereka agar selalu
    sibuk dalam pikiran dan hati mereka dengan mengingat
    Allah, pada seluruh tindakan dan perilaku” .”
    [Ictiqadat Furaq al-Musliman, p. 72, 73]
    Ibn Khaldun (733-808 H./1332-1406 CE)

    Ibn Khaldun: “Jalan sufi adalah jalan salaf,
    ulama-ulama di antara Sahabat, Tabi’een, and Tabi’
    at-Tabi’een. Asalnya adalah beribadah kepada Allah dan
    meninggalkan perhiasan dan kesenangan dunia”
    [Muqaddimat ibn Khaldan, p. 328]
    Tajuddin as-Subki

    Mu’eed an-Na’eem, p. 190, dalam tasauf: “Semoga Allah
    memuji mereka dan memberi salam kepada mereka dan
    menjadikan kita bersama mereka di dalam sorga. Banyak
    hal yang telah dikatakan tentang mereka dan terlalu
    banyak orang-orang bodoh yang mengatakan hal-hal yang
    tidak berhubungan dengan mereka. Dan yang benar adalah
    bahwa mereka meninggalkan dunia dan menyibukkan diri
    dengan ibadah”

    Dia berkata: “Mereka dalah manusia-manusia yang dekat
    dengan Allah yang doa dan shalatnya diterima Allah,
    dan melalui mereka Allah membantu manusia.
    Jalaluddin as-Suyuti

    Dalam Ta’yad al-haqiqat al-‘Aliyya, p. 57: “tasauf
    dalam diri mereka adalah ilmu yang paling baik dan
    terpuji. Dia menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah
    Nabi dan meninggalkan bid’ah”
    Ibn Taymiyya (661-728 H./1263-1328 CE)

    Majmaca Fatawa Ibn Taymiyya, Dar ar-Rahmat, Cairo,
    Vol, 11, page 497, Kitab Tasawwuf: “Kamu harus tahu
    bahwa syaikh-syaikh terbimbing harus diambil sebagai
    petunjuk dan contoh dalam agama, karena mereka
    mengikuti jejak Para Nabi dan Rasul. Tariqat para
    syaikh itu adalah untuk menyeru manusia ke Kehadiran
    Allah dan ketaatan kepada Nabi.”

    Juga dalam hal 499: “Para syaikh dimana kita perlu
    mengambil sebagai pembimbing adalah teladan kita dan
    kita harus mengikuti mereka. Karena ketika kita dalam
    Haji, kita memerlukan petunjuk (dalal) untuk mencapai
    Ka’ bah, para syaikh ini adalah petunjuk kita (dalal)
    menuju Allah dan Nabi kita.

    Di antara para syaikh yang dia sebut adalah: Ibrahim
    ibn Adham, Macruf al-Karkhi, Hasan al-Basri, Rabia
    al-Adawiyya, Junaid ibn Muhammad, Shaikh Abdul Qadir
    Jilani, Shaikh Ahmad ar-Rafa’i, and Shaikh Bayazid al-
    Bistami. Ibn Taymiyya mengutip Bayazid al-Bistami pada
    510, Volume 10: “…Syaikh besar, Bayazid al-Bistami,
    dan kisah yang terkenal ketika dia menyaksikan Tuhan
    dalam kasyf dan dia berkata kepada Dia:” Ya Allah,
    bagaimana jalan menuju Engkau?”. Dan Allah menjawab:
    “Tinggalkan dirimu dan datanglah kepada-Ku”. Ibn
    Taymiah melanjutakan kutipan Bayazid al-Bistami, ”
    Saya keluar dari diriku seperti seekor ular keluar
    dari kulitnya”.

    Implisit dari kutipan ini adalah sebuah indikasi
    tentang perlunya zuhd (pengingkaran-diri atau
    pengingkaran terhadap kehidupan dunia), seperti jalan
    yang diikuti Bayazid al-Bistami.

    Kita melihat dari kutipan di atas bahwa Ibn Taymiah
    menerima banyak Syaikh dengan mengutipnya dan meminta
    orang untuk mengikuti bimbingannya untuk menunjukkan
    cara menaati Allah dan Rasul saas.
    Apa kata Ibn Taymiah tentang istilah tasauf

    Berikut adalah pendapat Ibn Tamiah tentang definisi
    Tasauf dari strained, Whether you are gold or
    gold-plated copper.” Sanai.

    Following is what Ibn Taymiyya said about the
    definition of Tasawwuf, from Volume 11, At-Tasawwuf,
    of Majmu’a Fatawa Ibn Taymiyya al-Kubra, Dar
    ar-Rahmah, Cairo:

    “Alhamdulillah, penggunaan kata tasauf telah
    didiskusikan secara mendalam. Ini adalah istilah yang
    diberikan kepada hal yang berhubungan dengan cabang
    ilmu (tazkiyat an-nafs and Ihsan).”

    “Tasauf adalah ilmu tentang kenyataan dan keadaan dari
    pengalaman. Sufi adalah orang yang menyucikan dirinya
    dari segala sesuatu yang menjauhkan dari mengingat
    Allah dan orang yang mengisi dirinya dengan ilmu hati
    dan ilmu pikiran di mana harga emas dan batu adalah
    sama saja baginya. Tasauf menjaga makna-makna yang
    tinggi dan meninggalkan mencari ketenaran dan egoisme
    untuk meraih keadaan yang penuh dengan Kebenaran.
    Manusia terbaik sesudah Nabi adalah Shidiqin,
    sebagaimana disebutkan Allah: “Dan barangsiapa yang
    menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan
    bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi
    ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin,
    orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.
    Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS.
    4:69)” Dia melanjutkan mengenai Sufi,”mereka berusaha
    untuk menaati Allah.. Sehingga dari mereka kamu akan
    mendapati mereka merupakan yang terdepan
    (sabiqunas-sabiqun) karena usaha mereka. Dan sebagian
    dari merupakan golongan kanan (ashabus-syimal).”
    Imam Ibn Qayyim (d. 751 H./1350 CE)

    Imam Ibn Qayyim menyatakan bahwa, “Kita menyasikan
    kebesaran orang-orang tasauf dalam pandangan salaf
    bagaimana yang telah disebut oleh by Sufyan ath-Thawri
    (d. 161 H./777 CE). Salah satu imam terbesar abad
    kedua dan salah satu mujtahid terkemuka, dia berkata:
    “Jika tidak karena Abu Hisham as-Sufi (d. 115 H./733
    CE) saya tidak pernah mengenal bentuk munafik yang
    kecil (riya’) dalam diri (Manazil as-Sa’ireen)

    Lanjut Ibn Qayyim:”Diantara orang terbaik adalah Sufi
    yang mempelajari fiqh”
    ‘Abdullah ibn Muhammad ibn ‘Abdul Wahhab (1115-1201
    H./1703-1787 CE)

    Dari Mu ammad Man ar Nu’mani’s book (p. 85), Ad- ia’at
    al-Mukaththafa Didd ash-Shaikh Mu ammad ibn c’Abdul
    Wahhab: “Shaikh ‘Abdullah, anak shaikh Muhammad ibn
    ‘Abdul Wahhab, mengatakan mengenai Tasawwuf: ‘Anakku
    dan saya tidak pernah menolak atau mengkritik ilmu
    tasauf, tetapi sebaliknya kami mendukungnya karena ia
    menyucikan baik lahir maupun batin dari dosa
    tersembunyi yang berhubungan dengan hati dan bentuk
    batin. Meskipun seseorang mungkin secara lahir benar,
    secara batin mungkin salah; dan untuk memperbaikinya
    tasauf diperlukan.”

    Dalam volume 5 dari Muhammad ibn ‘Abdul Wahhab
    entitled ar-Rasa’il ash-Shakhsiyya, hal 11, serta hal.
    12, 61, and 64 dia menyatakan: “Saya tidak pernah
    menuduh kafir Ibn ‘Arabi atau Ibn al-Fari karena
    interpretasi sufinya”
    Ibn ‘Abidin

    Ulama besar, Ibn ‘Abidin dalam Rasa’il Ibn cAbidin (p.
    172-173) menyatakan: ” Para pencari jalan ini tidak
    mendengar kecuali Kehadiran Ilahi dan mereka tidak
    mencintai selain Dia. Jika mereka mengingat Dia mereka
    menangis. Jika mereka memikirkan Dia mereka bahagia.
    Jika mereka menemukan Dia mereka sadar. Jika mereka
    melihat Dia mereka akan tenang. Jika mereka berjalan
    dalan Kehadiran Ilahi, mereka menjadi lembut. Mereka
    mabuk dengan Rahmat-Nya. Semoga Allah merahmati
    mereka”. [Majallat al-Muslim, 6th ed., 1378 H, p. 24].
    Shaikh Rashad Rida

    Dia berkata,”tasauf adalah salah satu pilar dari
    pilar-pilar agama. Tujuannya adalah untuk membersihkan
    diri dan mempertanggungjawabkan perilaku sehari-hari
    dan untuk menaikan manusia menuju maqam spiritual yang
    tinggi” [Majallat al-Manar, 1st year, p. 726].
    Maulana Abul Hasan ‘Ali an-Nadwi

    Maulana Abul Hasan ‘Ali an-Nadwi anggota the
    Islamic-Arabic Society of India and Muslim countries.
    Dalam, Muslims in India, , p. 140-146, “Para sufi ini
    memberi inisiasi (baiat) pada manusia ke dalam keesaan
    Allah dan keikhlasan dalam mengikuti Sunah Nabi dan
    dalam menyesali kesalahan dan dalam menghindari setiap
    ma’siat kepada Allah SWT. Petunjuk mereka merangsang
    orang-orang untuk berpindah ke jalan kecintaan penuh
    kepada Allah”

    “Di Calcutta, India, lebih dari 1000 orang mengambil
    inisiasi (baiat) ke dalam Tasauf”

    “Kita bersyukur atas pengaruh orang-orang sufi, ribuan
    dan ratusan ribu orang di India menemukan Tuham merka
    dan meraih kondisi kesempurnaan melalui Islam”
    Abul ‘Ala Mawdudi

    Dalam Mabadi’ al-Islam (p. 17), “Tasauf adalah
    kenyataan yang tandanya adalah cinta kepada Allah dan
    Rasul saw, di mana sesorang meniadakan diri mereka
    karena tujuan mereka (Cinta), dan seseorang meniadakan
    dari segala sesuatu selain cinta Allah dan Rasul”

    “Tasauf mencari ketulusan hati, menyucikan niat dan
    kebenaran untuk taat dalam seluruh perbuatannya.”

  6. Barakallaah,
    bagus sekali penjelasan sodara Ad, namun perlu dicermati, tasawuf yang disetujui oleh ibnu taymiah seperti dalam beberapa kitabnya adalah tasawuf yang berdasarkan Qur’an dan sunnah, adapun tasawuf sesat yang bertebaran di masa sekarang adalah hal yang diada-adakan, demikian menurut ulama dulu juga pengkabaran tentang adanya tasawuf sesat ini…

    Untuk ingin lebih mengetahui antara Ibnu Taymiah dan Tasawuf beserta penjelasan yang ilmiah silakan klik:

    https://blumewahabi.wordpress.com/2007/06/12/ibnu-taimiyah-dan-tasawuf/

    syukran

    • andai kata perang golongan antara islam terjadi di indonesia (seperti di timur tengah antara suni dan syiah) demi allah yang akan kami cari adalah orang orang wahabi karena sudah terlalu.

      • Sungguh bodohnya diri anda syetan telah bersarang di otak anda, sehingga tdk mampu berfikiran ilmiah tdk bisa memaknai ayat alquran baik dlm akal anda dan hati anda

      • kiranya tidaklah perlu untuk mengharapkan perang sesama muslim di negara yang kita cintai ini.

      • Dari mana akan kemana kita Pulang nanti. Harus tahu sejak dini..

        2016-05-07 11:50 GMT+07:00 Apa itu Wahabi? :

        > Bambang S commented: “kiranya tidaklah perlu untuk mengharapkan perang > sesama muslim di negara yang kita cintai ini.” >

    • aku berDo’a semoga saudara2ku tidak saling mengklaim antar wahabi dan ahli dalam ilmu sufi(Tasawuf).marilah kita tegakan nama Islam,bersatulah.

  7. kpd saudara Ali Pulailla:
    simak hadist berikut:
    إِنَّهُ قَدْ كَانَ قَبْلَكُمْ فِيْ الأَمَمِ مُحَدَّثُوْنَ فَإِنْ يَكَنْ فِيْ أُمَّتِي أَحَدٌ فَعُمَ

    “Dahulu ada beberapa orang dari umat-umat sebelum kamu yang diberi ilham. Kalaulah ada satu orang dari umatku yang diberi ilham pastilah orang itu Umar.” (Muttafaqun ‘alaihi)

    jadi tidak heran kalau umar mengetahuinya.

    utk saudara “Hamba Allah”:
    simak ayat berikut:
    اهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًاوَعَلَمَّنَ
    “Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu”. (Al Kahfi: 65)

    Ayat tersebut ditujukan khusus kepada nabi Khaidir. Jadi tidak dapat dijadikan hujjah terhadap bisikan syaitan kpd kaum sufi.

    utk sdr Ad:
    saya rasa telah cukup rujukan dari abu ghonam.

    utk sdr Abu Ghonam:
    Jazakumullah..

    • Bagaimanakah amalan Umar bin Khatab sehingga mendapatkan Karomah tersebut ya saudara-ku ?
      Apakah maksud dari ayat ini saudaraku ?
      Holy Quran 10:61
      ——————
      وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِن قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

      Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

      Mohon penjelasan karena saya bingung nih…

  8. to All
    hilangkan kata bid’ah
    hilangkan kata sesat
    ambil persamaan di antara kita
    “WE ARE MOSLEM”
    hanya Allah yang mengetahui amalan kita di terima di sisi Nya atau tidak.

    apakah anda lebih tahu dari Allah??

    • i like comment you….goods100%

  9. Berhati-hatilah mengatakan orang itu sesat, karena boleh jadi yang kita anggap sesat itu adalah benar. dan sesungguhnya tak ada yang lebih tahu atas segala kebenaran melainkan Allah. merasa benar atau paling benar sendiri berarti sombong. dan sombang adalah sifat yang paling tidak disukai Allah, karena hanya Ia yang pantas bersombong. So yang penting berusaha beribadah dan selalu mengingat-Nya. yang salah adalah yang mengaku islam tapi tak mengerjakan shalat.

    • saya setuju sekali justrui orang yang sesat itu wahabi bahkan sekarang lagi jadi pemikiran diantara para ulama indonesia untuk mengantisipasinya. gampang sekali mereka menyebut sesat terhadap para ahli supi islam

    • Yg benar itu hanya Alqur’an dan sunnah Rasul, selain dari itu insya Allah SALAH.

    • apabila tdk bisa diterima akal sehat dan tdkada contoh dlm alquran ,hadis,ijma,dan…lain.bisa dikatakan sesat sbp manusia bisa jadi khalifah diantara mereka

  10. Wahai WaBaBi …… carilah kata-kata BID’AH di Kitab Hadits Bukhari ……… Bahkan Bukhari sendiri tidak pernah menulis kata-kata BID’AH didalam Hadits Sahihnya ….. apakah anda lebih hebat dari Bukhari ???? Lebih Hebat dari Imam Syafi’i?? Bahkan dalam sirahnya Imam Syafi’i berkata ” Haram bagi orang-orang yang menukil perkataanku tanpa mengetahui alasan-ku”
    Dasar WahBabi selalu mencari cara pemecahbelahan islam

    Perhatikan Al-Qur’an dibawah ini :

    [23.53] Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).

    [23.54] Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.

    • Anda gus menuliskan ayat alquran tetapi tdk paham apa yg anda tulis, ingat dari 73 golongan hny 1 yg benar, dan yg akan menyatukan kita semua ialah imam mahdi, sekarang bagaimana kita mencari yg mana yg 1 golongan itu, maka kembalilah kpd alquran dan sunnah insya allah hati anda akan diterangkan allah swt

    • Kesalahan ada padamu gus. Kita harus saling mengenal bukan mencari musuh.perbaiki diri kita masingx.

  11. @Gus Totong….bantahlah dengan hujjah…
    saya rasa tulisan di atas telah cukup dengan sarana yang ilmiah, maka jika ingin berkomentar, komentarlah dengan ilmiah(rujukan qur’an dan hadits)…karena konon sekarag internet sudah masuk sekolah terutama TK dan SD, atau internet masuk desa…adapun jika kita mempunyai jenjang pendidikan yang tinggi, tulislah segala sesuatu itu dengan ilmiah, untuk membuktikan bahwa tulisan antum dan sejenisnya bukanlah tulisan dari server sekolah-sekolah terutama TK atau SD ataupun dari desa yang baru diterima internet, jika sudah dikategorikan ilmiah, maka kembalilah ke sini dan berkomentarlah, seraya berahlaklah yang baik, atau sialkan mampirr duluu ke kategori ahlak, guna meneladani ahlak rasulullaah yang mulya…disebabkan komentar-komentar anda jauh dari luhurnya aklah rasulullaah

    syukran…

  12. Wa’alaikum salaam untuk para muslim, mukmin dan mukhlish ….. Wa’alaikum la’nah untuk para munafiquun pemecah belah agama … para penyebar kebencian terhadap golongan -2 yang lain…. Hujjah-hujjah yang berdasarkan hadits dan Al-Qur’an sudah ditulis oleh komentator yang banyak sekali tetapi hati anda wahai Wababi …… tidak bergeming ……
    Wasawaaa’un alaihim a’andzrtahum ……… walaa ana a’maalana, walaa antum a’maalakum ….
    Cukup kami memberikan hujjah …..
    AL QUR’AN :
    [3.78] Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.
    4.46] Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

    DAN PREDIKAT UNTUK ANDA YANG SELALU MENYALAH-NYALAHKAN GOLONGAN LAIN ADALAH :

    [4.88] Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

    DAN DO’A YANG PANTAS UNTUK ANDA ADALAH :

    [5.60] Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

    KEWAJIBAN KAMI-KAMI YANG DILUAR ANDA PARA WA-BABI ADALAH :

    [4.82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

    Akhlak Rasulullah sangat mulia dan jauh dari akhlak anda-anda para wababi yang suka mencela …… Lihatlah tulisan imam besar anda si albani al-arloji itu di Sifat Shalat Nabi …. Isi yang terkandung didalam buku itu sangat bagus …. tetapi … setelah melihat pengantar-nya wah wah si-imam albani al-arloji itu melaknat kaum muslim lainnya dengan kata-kata yang sangat kotor ….. jijik al-muak saya membacanya …..

    Para pembaca situs ini silahkan membaca buku karangan al-albani al-arloji ” SHIFAT SHALAT NABI ” (M Nashiruddin Al-Albany) Terbitan Media Hidayah Yogyakarta ….. saya yakin 1000 persen para pembaca buku ini akan muntah setelah membaca halaman 15-40 ……. penuh dengan kata kata “MAKIAN” dari al-albany- al-arloji ini …… saya tidak mengkafirkan saudara saudara WABABI tetapi lihatlah ….. si abu gonam dengan duri-duri halusnya yang seperti pohon kaktus itu berkata ” AYO BERAKHLAK BAIKLAH KALIAN, CONTOHLAH AKHLAK RASULULLAH !!!!” seolah dia selembut sutera …… dan lihatlah apa yang dihujjahkan itu … tidak lain hanya untuk perpecahan ummat, mereka WABABI sangat tunduk dan patuh dengan amerika, dan sangat memusuhi dua target :
    1. SUNNI INDONESIA
    2. SYI’AH IRAN
    Dua target besar diatas akan dihancurkan oleh amerika dalam waktu dekat atau nanti ……. dua kekuatan besar ini akan dimusnahkan dari muka bumi dengan cara ‘SNOUCK HORGRONYE” yang orang tersebut sangat hafal AL-QUR’AN dan HADITS …. Wahai Muslimin, Mukminin lihatlah si WABABI ini …. polanya sangat mirip dengan snouck horgronye. Apa pantas kita menyebutnya WAHABI ????? Tidak ! ! ! Sebutan terpantas untuk mereka adalah W A B A B I ……. AL-KHAWARIJ-AL-AMERIKA
    Ini e-mail saya ….. timbernusa@plasa.com !!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh

  13. Jalan keselamatan begitu banyak, tapi telah anda monopoli buat anda dan teman2 anda sendiri. Kebenaran tidak lain kebenaran yg anda yakini dan tidak untuk orang lain. Surga yg seluas langit dan bumi telah anda tetapkan untuk anda dan teman2 anda. Lalu untuk kami yang tersisa hanyalah laknat dan neraka. Kami anda paksa untuk mengambil penafsiran kebenaran dari anda, dan sesatlah kami jika mengambil dari selain anda. Anda berkata untuk kami agar kembali ke Alquran dan hadits, yg berarti apa yg kami pahami dari quran dan hadits adalah sesat adanya. Tuhan yg Maha lembut telah anda ambil alih untuk mengadili kami dan telah dituliskan untuk kami “kamu sesat, terkutuklah kamu”, dan anda tetapkan kami ke neraka-Nya.

    Maka saksikanlah bahwa kami memilih untuk tidak bersetuju dengan anda, dan biarlah apa yg anda sematkan untuk kami kami terima dengan lapang dada. Dan biarkanlah kelak Pengadilan Yang Tinggi menentukan untuk kami apa yg kami terima dan anda terima. Kami hanya berdoa semoga kita nanti bersama-sama dalam naungan-Nya sepanjang tidak tidak dosa yg memberatkan kami dan anda.

  14. Subahannallah…Maha Suci Allah, dan hanya Allah yang maha Suci.

    Terima kasih untuk semua, ini semakin membuka mata hati saya, bahwa saya harus terus belajar agar saya tidak tersesat, karena jalan kelok berliku serta tipu daya sudah berkeliaran di luar sana. Saya tidak akan berkomentar banyak disini, karena keterbatasan ilmu saya.

    Saya berpesan kepada diri saya sendiri, bahwa ibadah kita urusannya dengan Allah langsung, tidak perlu dinilai oleh manusia, karena keterbatasan mata manusia untuk melihat. Jangankan melihat pahala dan dosa, melihat JIDAT sendiri secara langsung saja sudah susah, apalagi melihat kedalam HATI.

    Dan biarlah orang-orang disekitar kita yang menilai, seberapa bersih hati kita dan seberapa patuh kita kepada Allah, melalui segala tingkah laku kita di dalam mengarungi kehidupan yang fana ini, karena segala tingkah laku dan perbuatan serta amal ibadah kita adalah cermin kedekatan kita kepada Allah. Sama seperti Allah SWT dan Rasullullah, dimana pancaran rahmatnya selalu bisa dirasakan oleh mahluk yang ada di sekitarnya, tanpa membeda-bedakan mereka.

    Astaghfirullah haladzim, Wa’atubuilahi. Aku memohon ampunanmu ya Allah…atas segala kekhilafan dan kebodohan yang telah hamba lakukan.

  15. Salamullohi alaikum wa rahmatuhu wa barokatuhu wa magfiratuhu wa ridwanuhu…
    Sebelumnya ana minta permakluman antum semua, karna baru perama kali ana buka situs ini dan cukup mengesankan buat ana. Tp ada beberapa hal yang yang agak ” ganjal” yang ana temukan di situs ini, diantaranya:
    1. Di kop page_nya ada tulisan ” Hal wahhabi dzalik?…
    Apakah kalimat ini sesuai dengan koidah bahasa arab? Atau ini bahasa indonesia yang di-arabkan?
    2. Font arab yang digunakan sebaiknya diganti dengan yang lebih jelas. Mengingat meluasnya Kejahilan kaum muslimin dengan kitab sucinya sendiri.
    3. Setiap nukilan nukilan baiknya disertakan dengan marojiqnya. Agar memudahkan pembaca untuk merujuk langsung ke masdar nushush.
    Fa jazakumullohu khairol jaza’. Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullohi wa barokatuh…

  16. MALES AHH KOMENTAR, BANYAK ORANG YANG EMOSIAN MBANTAHNYA GA ILMIYAH…

    Pake ngatain WABABI segala, belajar akhlaq dulu dong! dan jangan disamakan dengan perkataan tegas berilmu dengan emosi belaka.

    KALO Si sesat dibiarkan sesat, kapan si BODOH ini tau kalo dia itu SESAT?

  17. Tong….
    Masih kecil aja dah songong, susah diajak bener.

    Syaikh Albani rahimahullah membantah dengan Ilmiyah dan dengan Hujjah yang sesuai kepada kedudukan orang yang dibantahnya, al Kautsary? AS Saqafy? Abduhi? Guddahy? dll.

    Lagi pula beliau (Imam Al Muhaditsin Albani)tidak pernah memaki dengan kata kasar seperti si ENTONG ini yang ga sopan, pake bilang julukin Ahlu Sunnah dengan WABABI.

    • Dawud..anda suruh belajar akhlaq tapi reply komennya gak merefleksikan anda sudah belajar akhlaq.

  18. wahabi babi

  19. Assalamualaikum..

    wahabi , muhammad abdul wahab adalah babi dan syaitan sila rujuk kitab ulama’ muktabar

  20. Agama islam ini milik Allah SWT , jadi tidak ada hubungan’a dengan para wali atau syeikh , yang jelas jalan menuju syurga hanya dua , Al-qur’an dan As-sunnah , siapakah para wali ini jika dibandingkan denga Rasul SAW disisi Allah ?(Tolong dijawab)
    Rasulullah bersabda “bahwa islam akan terbagi menjadi 73 golongan , 1 golongan masuk surga dan 72 masuk neraka , 1 golongan ini adalah mereka yang selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah .

    • Tagawa:
      Lah,,kan al ‘ulama warosatul anbiya’?
      Emang ilmu yg anda dapatkan itu tidak melalui para ulama atau para syeikh?
      Hebat betul kalau begitu anda ini.

    • Wali Allah adalah ahli sufi dan ahli zikirullah… tasawuf adalah jalannya. Mereka adalah guru mursyid. Contohnya Sheikh Abdul Kadir Jilani… seorang wali Allah. mereka membawa salah silah ajaran Rasul SAW. jangan senang2 menuduh sesat.

  21. Dari 73 firqoh (aliran) cuma 1 yang benar/ yang masuk surga. Siapa yang 1 itu? Jawabnya bukan sunni, syiah atau wahabi tapi yang ahlaqnya terpuji, jd bukan golongan/ aliran/mazhab/partai tapi orangnya…. nabi SAW bersabda “innama buiz’tu liutamimal akhlaq” ketika aisyah ditanya sahabat tentang akhlaq rasulullah, aisyah menjawab “al-quran”. Menurut sy berdebat dengan merasa sebagai pihak yang paling benar, bukanlah cerminan akhlaq yang terpuji.. “Allah melihat hati, bukan melihat rupa”, kafir dlm pandangan syariat, belum tentu kafir dalam pandangan Allah.. bertakwalah dengan mencontohkan akhlaq yang baik bukan dengan memaksakan pemahaman krn kebenaran itu mutlak milik Allah dan cuma Allah yang dapat menilai kafir tidaknya “si hamba” bukan manusia menilai sesama. manusia kecuali orang tersebut bisa memastikan kalau dirinya atau golongannya masuk surga..

    • alhamdulillah …..
      ini yang ku cari mantab…..

    • Hehehe… aku sependapat dengan kamu Win… Gitu aja orang2

      kok podo repot….

  22. Ɣǻª, اَللّهَ smoga hidup ku mnjadi orang2 ♈ªʼnĝ ber iman dan patuh mngikuti ajaran2an mu,,,,,

  23. memang kerjaanya syekh al-banny itu mendho’ifkan hadist yang sudah di shohihkan oleh ulama yang terdahulu seperti muhadist yang sudah mashur al asqolani

  24. Apapun pendapat kalian,,,,, aq hanya ingin menjadi seorang muslim yang selalu taat beribadah kepada Allah tanpa membeda-bedakan golongan. Karena dua kalimat syahadat yang selalu menyatukan kita. dan aku hanya ingn mengisi hari-hari dari setiap nafasq dngan mengingat Allah serta selalu merindukan baginda nabi sang pembawa cahaya kebenaran di muka bumi ini…

  25. Bagi saya yang terpenting adalah tiada hari tanpa mengingat Allah dimanapun berada kecuali yang tidak diperbolehkan dalam syariat islam, kita kembalikan lagi apa sih tujuan kita diciptakan Allah?
    itu yang perlu kita tekankan. Ketika kita tersesat ke dalam godaan setan itu karena pada saat itu kita lupa pada Allah swt. Banyak orang berfatwa tapi pada saat itu hati mereka lupa pada Allah maka ada celah disitu bagi setan untuk menyesatkan lisan atau cara pandang orang tersebut. Mari koreksi diri kita masing-masing.

  26. wahabi yang ngakunya cuma dia yang ahlisunnah yang bener, gayanya paling bener, yang tidak sama dengan guru2 atau penafsiran mereka , mereka akan anggap bodoh dan tidak seperti rosul, padahal guru2 dan mbahnya guru wahabi itu kapan ketemu rosulullah? kalau ngga ketemu yang apapun yang mereka terima ada kemungkinan salah to? apa guru2 wahabi itu nabi yang dijaga kebenarannya? tidak ada kebenaran mutlak ! anda 2 semuanya kan masih mengira2 kayanya nabi berucap atau berpendapat begini dan begitu, buktinya salatnya rosul saja beda2, lah rosulnya ada berapa? katanya solah harus nyontoh persis plek njiplek seperti rosul ngga boleh beda?

  27. Orang yang selalu mengkafirkan orang lain dan mengatakan bid’ah….sebenarnya orang tersebut tidak memperdalam ilmu agama secara mendalam, hanya sepenggal saja. boleh mereka sendiri yang sering mengkafirkan orang justru berbalik kafir sendiri. segala sesuatu yang ada dalam sirri manusia hanyalah Alloh SWT semata.

  28. Kenapa terlalu cor membobos ilmu kasino sesat,krn kita angka manusia diajukan menuntut ilmu SMP akhir hyt

  29. Keindahan lisan kadang mematikan hati ,
    Terciptanya mereka bukan sekedar biasa ,
    Andaikan mereka mengenal jauh lebih dalam diri dan menerobos fikiran tunduk terhadap hati ,
    Segenap tanya akan datang kenapa DICIPTAKAN SAYA dan untuk APA DICIPTAKAN SAYA ?
    Lebih dari semua yang diciptakan merasa puas akan keterbatasan ,
    Cahaya-Mu terasa hangat namun mereka tak bisa menyentuhnya ,
    Diriku bukan diriku , jiwaku bukan jiwaku aku hanyalah sepenggal ruang kecil yang berada dalam ruang besar andaikan cahaya-Mu bertamu terhadap ruangku dengan membawa perantara yang sangat aku nanti ,
    Izinkan hilangkan aku dari tempat rapuh ini ,
    Dan
    Hanya berdekapan dengan perantara-perantara yang Kau ridhoi ,

    • Ass.Wr.Wb.

      benar itu, salam kenal ya…

  30. Maf sdra ku, klo bleh tnya,tpi ini msukan? Sdra ku sdah blajar agama sma brpa guru? Sdh brpa hadits yg ente ketahui? Sdh brp tinggi kdlaman nte dlam pemahaman nahwu saraf untuk Kitab Al-quran? Emang nte prnah hidup di jman nabi s.a.w? Maf ya

  31. Tasawuf lebih menfokuskan praktek Islam secara batiniah yaitu bagaimana mendekatkan diri kepada Allah secara ikhlas tanpa pretensi apapun kecuali kecintaan kepada sang Pencipta. Dan juga bagaimana kita bisa merdeka dari penyakit-penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, kikir, dan ghibah. Karena semua penyakit itu akan berpotensi menjadi penghalang atau hijab antara manusia dengan Allah Swt. Sedangkan ilmu Fiqih menfokuskan diri bagaimana Islam diterapkan secara lahiriah. Bisa dikatakan semacam juklak atau petunjuk pelaksanaan bagaimana umat Islam menjalankan sholat, puasa, zakat, haji, mengubur jenasah, menikah, menghitung waris dan lain-lain. Jadi Fiqih dan tasawuf pada hakekatnya adalah ilmu lahir dan ilmu batin. Keduanya saling melengkapi, dan tidak bisa dipisahkan. Makanya tidak heran jika para ulama madzab pun semuanya bertarekat dan mempunyai guru tasawuf ( murshid ) yang jelas silsilahnya.

    IMAM ABU HANIFAH ( HANAFI ) (85 H -150 H)
    (Nu’man bin Tsabit – Ulama besar pendiri mazhab Hanafi)
    Beliau adalah murid dari Ahli Silsilah Tarekat Naqsyabandi yaitu Imam Jafar as Shadiq ra . Berkaitan dengan hal ini, Jalaluddin as Suyuthi didalam kitab Durr al Mantsur, meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah berkata, “Jika tidak karena dua tahun, aku telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”.

    IMAM MALIKI
    (Malik bin Anas – Ulama besar pendiri mazhab Maliki) juga murid Imam Jafar as Shadiq ra, mengungkapkan pernyataannya yang mendukung terhadap ilmu tasawuf sebagai berikut :

    “Man tasawaffa wa lam yatafaqa faqad tazandaqa, wa man tafaqaha wa lam yatasawaf faqad tafasaq, wa man tasawaffa wa taraqaha faqad tahaqaq”.

    Yang artinya : “Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dengan disertai fiqih dia meraih Kebenaran dan Realitas dalam Islam.” (’Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, juz 2, hal. 195 yang meriwayatkan dari Imam Abul Hasan).

    IMAM SYAFI’I (Muhammad bin Idris, 150-205 H)
    Ulama besar pendiri mazhab Syafi’i berkata, “Saya berkumpul bersama orang-orang sufi dan menerima 3 ilmu:

    1. Mereka mengajariku bagaimana berbicara
    2. Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati
    3. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.”

    (Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam ‘Ajluni, juz 1, hal. 341)

    IMAM AHMAD BIN HANBAL (164-241 H)
    Ulama besar pendiri mazhab Hanbali berkata, “Anakku, kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi. Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka” (Ghiza al Albab, juz 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi)

    Demikian sedikit tulisan tentang catatan bahwa para ulama panutan kita pun belajar tasawuf dan menekankan betapa pentingnya belajar tasawuf sehingga ibadah yang dijalankan oleh umat Islam tidak kering dari ruh yang menghidupkan ibadah. Sehingga pada prakteknya ibadah tidak berhenti pada gerakan badan, tapi berlanjut dengan gerak batin yang selalu ingat kepada Allah Swt kapan dan di mana pun.

    Barangkali krisis dan dekadensi moral yang melanda bangsa kita, salah satunya karena nilai-nilai ajaran dalam tasawuf tidak dipraktekkan guna menyeimbangkan ilmu syariat yang sudah diamalkan. Makanya sering kita mendengar ucapan, banyak yang sudah sholat dan puasa, tapi masih mau nyuri atau korupsi. Masih mau nilep dan markup anggaran yang diamanahkan. Saatnya para ulama memperhatikan praktek keagamaan yang terintegrasi antara praktek syari’ah dan batiniah, sehingga Islam bisa dipelajari secara menyeluruh dan tidak parsial.

    Terakhir, jika para ulama madzab pun mengakui dan mempelajari tasawuf, akankah para pengkritik tasawuf yang menghakimi dengan kesesatan dan bid’ah, akan mengatakan bahwa ke empat ulama madzab tersebut sesat ?
    http://filsafat.kompasiana.com/2012/09/25/tahukah-anda-semua-ulama-madzab-mempelajari-tasawuf-496246.html

    • Alhamdulillah,saya kira ini lah jawaban yg kita tunggu2,saya sangat terkesan dengan penjelasan saudaraku diatas bahwa *Tasawuf lebih memfokuskan praktek islam secara bathiniah yaitu bagaimana mendekatkan diri kepada Allah secara ikhlas(Hablumminallah)
      *Sedangkan Ilmu Fiqih memfokuskan diri bagaimana islam diterapkan secara lahiriah(Hablumminannas)jadi kita pelajari dan kita jalankan kedua2nya.mudah2han ini tidak sesat,Amiiin.trims saudaraku

    • Terima kasih.. sesungguhnya jalan ini adalah yang benar…jalan rasul s.a.w dan para wali.

  32. Hai saudaraku yang berpaham wahabi janganlah kita terpecah belah dengan menyatakan yang lain adalah sesat dan janganlah mengklaim orang lain kafir.saudaraku (wahabi)kita ini seiman dalam satu akidah yang bernama Islam untuk menegakan sembahyang.

    saya orang yang mempelajari ilmu tasawuf tetapi masih belum ahlinya.setiap yang saya ketahui dalam ilmu tasawuf tidak keluar jalur dari Al-Qur’an dan Hadist.Bahkan Al-Qur’an ada dalam bathin saya dan saya sholatpun masih berimam terhadap Al-Qur’an.

    Dan buat saudaraku yang ahli dalam Ilmu tasawuf,jangan kita ungkap dalam forum ini karena ada yang tidak mengerti.ungkapkan sesama ahli-nya.atau simpan dalam diri kita saja karena ini menyangkut hubungan kita sama bathin kita.Terkecuali orang bertanya dan ingin belajar.mungkin yang saya maksud saudara paham.

    • Ass.Wr.Wb.

      BENAR ini, tidak ada yg salah… kecuali bagi yang tidak paham dan merasa benar

    • Ya benar tuan, hanya ahli yang memahami. Tidak perlu diperdebat. Urusan kita hanya dengan Allah setiap hari..tidak perlu memikirkan orang lain. masing2 ada urusan dengan Allah. tidak perlu bermusuh sesama kita. Jalan dipilih mungkin berlainan, Ada yang naik keretapi, ada yang naik kapal terbang ada masih ngayuh basikal.. terpulang mana kamu pilih.. janji salah silahnya sampai kpd ajaran Rasul SAW. Yang masih terumbang ambing carillah guru mursyid lagi kamil mukamil untuk membimbing kita ke jalan yang lurus lagi benar. Sesungguhnya mereka ini menjalani jalan para nabi dan para wali. Jangan disalahertikan Ilmu Tasawuf. Jika tidak difahami cubalah dalami kerana ia tidak merugikan.

  33. Assalamu’alaikum…wr.wb untuk saudaraku muslim semuanya.

    Mungkin ada sedikit pemasukan dari saya yg paling dangkal akan ilmu.ISLAM adalah Agama dan Islam adalah dipandu untuk mengenal Allah SWT maka terjadilah adanya sembahyang/Sholat.Dan sembahyang itu apa?berarti kita menegakan nama(…….,Muhammad,……,……Allah,…..).Dan pada nyatanya Dari niat,takbirratul Ihram,sampai salam siapa yg kita sebut selain nama Allah dan Muhammad).Tapi bukan kita yang mengerjakan sholat,siapa Dia….Itu sekelumit Ilmu dariorang dangkal akan ilmu.Dan ahli sufi ketika sembahyang tidak jauh dari AlQur’an dan Hadist dan untuk saudaraku yang berpaham wahabi janganlah mengambil kesimpulan bahwa orang” sufi yang dia kerjakan selalu Sesat dan perkataanya di vonis Bid’ah.Saya sangat bangga dengan saudaraku wahabi yang selalu berpedoman dengan Alqur’an dan Hadist jalankan terus ibadah kalian sembahyanglah selagi kalian masih bergerak.dan untuk saudaraku yang dalam ilmu tasawuf mereka selalu menegakkan sembahyang dari zahir sampai bathin(senantiasa)karena mereka tahu apa arti sembahyang sesungguhnya dan alqur’an sesungguhnya.
    Ahli dalam ilmu tasawuf kalian saudaraku pasti mengerti yang ada dalam kurung dengan tanda titk-titik.Karena itu rahasia dan mohon saran jika ada komentar saya yang salah dan tidak patut bagi anda.

  34. Setiap Perbuatan Pasti Ada Yang Memperbuat Mau Lah Kita Merasa Bisa Sholat, Mun Kada Dia Yang Dibawa. Hati2 Jangan Taambil Hak Yang Bukan Hak Kita,mempelajari Tasauf Membuat Hati Tenang Dan Nyaman Memperbuat Syariat,

  35. wahai saudaraku sekalian… gudangnya ilmu ada didalam hati MUHAMMAD..
    semua ilmu yang didapatkan semua orang didunia termasuk ahli tasawuf

    untuk yang merasa WAHABi, coba jangan membaca buku reverensi dari kaum wahabi. soalnya yg saya tau wahabi cuma mengakui satu orang nama saja
    seperti temen saya yng masuk wahabi sampe2 tidak mengakui adanya muhammad dan para wali lainnya ..

    semoga kita selalu dalam ridhonya allah, salah2 kata mungkin dari saya pribadi, klopun bener itu semata2 dari allah swt.

    • kunaon sih kudu make “WAHAI…” sagala ? pan ayeuna lain di mimbar, ayeuna mah di blog… ssttt aahh.. tenang and kalem broew (Y)

  36. takutnya ada yg salah penafsirannya maksud dari ilmu ada dalam MUHAMMAD SAW
    allah menurunkan semua ilmunya kepada Nabi MUHAMMAD SAW dengan perantara jibril.

    • betul khawatir salah tafsir.. kita harus membumikan bahasa.. kalau melangit terus jd banyak yg pusing akhirnya salah arti.. lalu bingung.. akhirnya mau makan apel malah gigit duren ama kulit2nya.. kasihan kan jadi mencelakakan orang…

      top dah (y)

  37. Assalamu alaikum wr wb.
    Tolong di perinci tentang rukun islam, sy sring melihat banyak ☺яåήԍ yg sllu mengaku dia islAm, tpi knpa bnyak skali pelanggaran tentAng k iSlAman??

    • tuh ada tugas untuk semua pengisi blok ini… coba tulis dengan rinci tentang rukun islam yah… nanti tolong dikumpulkan.. buruan yah….

    • org ngaku islam byk tapi org islam beriman itu bukn pengakuan belaka tapi memahami mengamalkannya dan menyampaikan walaupun itu pahit

  38. Anda tahu ngak, mngapa anda mnulis dan mengapa anda berkomentar maka terjadilah perdebatan, itu adalah dorongan syaitan..
    bagi yang mngetahui simpan dan jagalah ilmu itu dengan baik, dan bagi yang belum mengetahui carilh guru mengetahui lagi mursyid..
    Islam tidak pernah mngajarkan kita untuk saling berselisihan paham, islam itu lemah lembut…
    Pikirlah..
    Wassalam

  39. (ijin sharing cerpen)
    PERSETERUAN KELOMPOK

    Dua orang sedang berbincang sebut saja namanya Budi (B) dan Mamin (M).
    Di saat hujan rintik mengguyur sejak subuh….

    B : Kalau lihat berita di internet aku agak serem deh Min….

    M: Apanya yang serem Bud,,, yang cerita hantu –hantu…?
    memangnya apa yang loe liat….?

    B: Bukan Hantu hantuan…..Itu tuuu… kalau liat yang bicaranya seneng nyerang kelompok lain..

    M: Maksud loe Bud….?

    B: Ta elah…. Masak nggak tau siih… itu lho…. yang kelompok B bilang si A nggak bener karena melakukan ini , kemudian si A balik bilang bahwa si B yang nggak bener karena melakukan itu…..

    M : Oooo…..nyang ntu….. Yaa emang mungkin jamannya sekarang itu yang lagi naik daun ….. padahal kan mereka sama sama islam yak..?

    B : Em em….. betewe kenapa ya kok pada begitu…. Padahal kan mereka sama-sama ngambil ilmu dari Quran dan Hadist…..?

    Mmm , si Mamin diem sejenak sambil mikir agak serius…… (wah pertanyaannya Budi dalem niihh…)

    M : Bud , ceritanya bisa agak panjang nih…..loe tau nggak, selain Quran dan Hadist, ada satu lagi yang sering diambil- buat sebagai dasar…. yaitu tafsir …..

    B : Iye, kalau ntu mah aku juga tahu…. Tafsir ulama kan…..?

    M : Iye, uum yang gue maksud ,, selain tafsir ulama,, ada juga yang sadar nggak sadar dipakai orang adalah tafsir guru, ketua kelompok, atau orang yang dianggap ulama, dll deh…..

    B: Jadi kalau yang nafsirin bukan ulama, berarti tafsirannya salah ya….?

    M: Jiah….gue nggak bilang gitu…. Apalah ilmu gue sampai bisa nilai salah atau bener tafsiran orang….. Paling aman sih menurut gue kembali aja ke quran dan hadist. Kalau mau pakai tafsir, yaa pakai tafsiran seorang ulama yang mumpuni – biar lebih terjaga atau lebih dekat dengan Qur’an dan Hadist., Tapi, tetep boleh aja kita cross check lagi tafsiran beliau tersebut dengan Qur’an dan Hadist.
    Misalnya, kalau kita di Indonesia kan banyak menggunakan tafsiran Imam Syafie – yang disebut juga sebagai mahzab Syafie . Naa boleh aja kalau mau cross chek lagi tafsiran beliau dengan quran dan hadist…..

    B : yeee…ogah aah… ilmu aku mah nggak nyampe kayaknya..hehe (padahal sih belum bisa luangkan waktu ngaji lagi )…. Aku mah sekarang percaya aja sama tafsiran beliau , kan mayoritas di kite pakai itu- dan udah berjalan ratusan tahun … so far so good .

    M : “iye betul sih, gue juga gitu , hehehe… Cuma kalau mau lebih yakin, yaa dibaca deh Quran dan hadistnya. Bagusnya sekarang kan banyak hadist di Internet , dalam bentuk pdf, dll. Cuma memang mesti nyediain waktu .
    Menurut gue , kalau misalkan dalam 1 hari , lu main internet 2- 4 jam. coba 1 jam-nya dipindah buat baca Qur’an atau hadist…kan ok tu…?

    B : Iya , bener juga tu….… Daripada asyik bacain komen orang atau pendapat sekian ratus kepala, mendingan langsung baca ke Quran atau Hadist ya…..

    M : Iye, gitu maksud gue. Kalau Quran lu udah khatam bahasa arabnya, coba deh berikutnya khatamin bahasa Indonesianya. Biar jadi lebih paham apa yang dibaca gituu.
    Nah balik ke laptop.
    Kalau kembali ke antar kelompok, yang sebagiannya seneeng saling menyalahkan kelompok lainnya…… masing-masing berfikir punya landasan hukum , entah dari quran , hadist ataupun tafsir…
    Jadi, emang sedih kalau melihat umat islam seperti itu….jadi seakan terpecah belah, Kata Mamin sambil agak tertunduk…

    B; Terus….?

    M: Pernah baca hadist yang artinya kira-kira begini ?

    “ “… sesungguhnya syaitan telah berputus asa untuk disembah oleh orang orang yang shalat di jazirah arab, tapi dia masih bisa mengadu domba mereka.”

    Kalau berhubungan dengan banyaknya kelompok dalam Islam dan gue sadar antar kelompok pasti ada bedanya, maka gue lebih baik berpegangan pada hadist itu

    B: Maksudnya….?

    M: Lha iya , umat islam kan segini banyaknya, pasti juga banyak macam-ragamnya…Baik itu dari sifat, pemikiran, kesukaan , budaya, ahlak dll… Kalau lihat dari hadist itu, salah satu upaya syetan untuk melemahkan umat islam, adalah dengan mengadu domba mereka. Keberagaman, berarti juga adalah perbedaan. Perbedaan inilah yang dapat dijadikan salah satu amunisi untuk mengadu domba, yaitu terus membicarakan dan memperbesar perbedaan tersebut. Jadi umat islam yang besar, perbedaannya juga pasti akan besar. Ini bisa membuat kita jadi lemah, kalau mau di adu domba.

    Kalau tahu dan ingat hadist diatas, semoga bisa tetap ngeh, biar nggak ikutan diadu domba , atau mau di adu domba, atau malah yg lebih parah, ikutan mengadu domba….

    B: Lha memangnya sekarang kita sedang di adu domba….?

    M : Yaa iya laah… Kan mulainya dari cara yang kecil dulu untuk kemudian menjadi besar misalkan :
    1. Saling mengejek…, memperbesar perbedaan, sehingga timbul perasaan tidak suka dengan kelompok lainnya. Misalkan , baru denger namanya aja, sudah parno.…
    2. Nanti berikutnya akan saling menghujat, mencaci, menghina..

    Di Indonesia ,saat ini sebagiannya sudah ada pada tahapan ini, seperti yang loe lihat di internet itu.

    B: ooo Iya juga ya…. Kalau melihat dari komen yang ditayangkan, sebagian seneng menghujat pendapat yang nggak sesuai dengan pendapatnya. Dan emang banyak yang dibahas adalah yang perbedaannya….. Sehingga bisa jadi lupa bahwa persamaannya sebenarnya ada lebih banyak.
    Terus apa ada kelanjutannya…..?

    M : Yaa kemungkinan besar ada. Kan iblis dan para syaitannya, udah lebih pengalaman dibandingkan kita. Untuk melemahkan umat, ada program jangka pendek dan jangka panjang. Yang no 1 dan 2 diatas tadi barangkali program jangka pendek . Itu terjadi-makin sering sejak kisaran 10 – 5 tahun terakhir ini.….…. Contoh kelanjutannya , kemungkinannya :

    3. Tidak terima di ejek , dicaci – jadi ngajak berantem. Timbul perasaan benci
    4. Terus yang tadinya berantem cuma 1 -5 orang, berlanjut hingga ke masa yang lebih besar.
    5. Terus ada yang meninggal gara gara keributan tersebut.
    Api keributan membesaar… hingga jadi kerusuhan dan perang antar kelompok.
    6. Bila terus membesar, bisa menjadi perang saudara.

    Budi dan Mamin terdiam agak lama , sedih merenungkan bila skenario tersebut benar terjadi…..

    B : Apa mungkin itu yang terjadi pada Negara Suriah….? Perang antar kelompok Islam..

    M : Kalau itu nggak tahu pasti. Tapi, mungkin juga itu salah satunya….
    Setiap kelompok merasa paling benar, dan lawannya adalah patut untuk diserang, bahkan di bunuh. Yang dilihat kalau sudah terjadi perang, biasanya adalah membunuh atau dibunuh..

    Semoga Allah menolong Suriah, agar perang cepat selesai, dan masyarakatnya bisa membangun negrinya kembali. Juga kepada negara mayoritas Islam lainnya yang sedang dalam keributan antar kelompok Islam.
    …………………………………………………………………………
    Ya Allah…., semoga kejadian tersebut tidak terjadi di bumi Indonesia tercinta…. Semoga para pemimpin kami dan juga para pemimpin masing masing kelompok, dapat mengupayakan agar tidak terjadi saling mengejek, menghina, memperbesar perbedaan .
    Semoga umat muslim di Indonesia, dapatlah mewaspadai akan upaya iblis dan para syaitannya yang terus menerus untuk melemahkan umat ini.
    Semoga energi yang besar dari umat ini, dapat digunakan untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih besar, kokoh bersatu, dapat menjadi rahmatan lil ‘alamiin.
    Aamiin ya Robbal ‘alamiin.

    • Panjang amat ceritanya ? intinya kan agar tidak terpecah belah yah ? ya sdh intinya ajah atuh yg ditulisnya..

      tapi top banget ceritanya deh (y) salut…..

  40. jadi membingungkan.

    • sama saya juga bingung baca komen anda yg berisi “jadi membingungkan”… jadi ajah saya bingung…. jd mari kita biacarakan agar tidak bingung yah… (y)

  41. alhadulillah

    • ada apa ini tiba2 alhamdulillah ? baru dapat warisan ? hadiah mobil ? atau dapat apaan ? bagi2 napa ? coba ceritakan dengan detil dan terperinci… agar saya jg bilang Alhamdulillah juga,… buruan ceritanya yah….

  42. asslamu alaikum wb. hargailah perbedaan …..

    • “hargailah perbedaan…” kalau tidak salah ini itu lirik lagu atau cuplikan pidato pejabat korup ?

      tapi good deh (Y)

  43. saya akan jelaskan, semoga allah memberi kita hidayah dan jalan islam yg benar.

    islam terbagi2 menjadi beberapa golongan, ada ahlussunnah (sunni) dan ada aliran sesat seperti syiah, mu’tazilah, khawarij, dll.

    ahlussunah pun dibagi lagi, ada yg asli dan ahlussunah palsu.

    begitu juga dengan tasawuuf, ada yg asli dan ada tasawuuf palsu yg suka berbuat bid’ah.

    maka sebaiknya kalian para umat islam memahami akan hal ini, JANGAN MUDAH MENGENERALISIR semua tasawuuf itu bid’ah, karena inti dari tasawuf itu adalah ilmu MEMBERSIHKAN HATI.

    jika kalian menemukan orang yg mengaku2 belajar tasawuf tapi suka melanggar syariat islam maka itu tasawuf yg diselewengkan dan salah paham dalam belajar tasawuf.

    sama hal nya dengan syiah yg ngaku2 sebagai islam, apakah dengan begitu semua islam itu jahat ?? padahal yg sesat itu syiah bukan islamnya.

    juga sama halnya dengan maulid nabi, ada maulid nabi yg sesuai ajaran syariat islam : hanya berisi ceramah, baca quran, dan kajian tentang sejarah Nabi Muhammad SAW agar masyarakat lebih mengenal nabinya.

    dan ada juga maulid “palsu” berisi kemusyrikan dan pemborosan seperti dikampung2.

    jadi apakah hanya karena ada oknum yg melanggar lantas semuanya dijadikan sama sesatnya? tentu tidak bukan ?

    semoga anda semua memahami hal ini dan berdoalah kepada Allah agar senantiasa menunjukkan jalan yg benar. seperti di surat alfatiha.

    belajarlah pada ulama-ulama yg soleh dan kajilah kitab2 imam 4 mazhab yg sudah diakui oleh ijma dan seluruh kaum muslimin. seperti imam 4 mazhab dan para tabiut tabiin.

    • Ulah sok ngapir-ngapirkeun orang.
      Kitab2 maneh teu acan bisa nyelameutkeun maneh.
      Anu bisa nyalametkeun ngan Pangeran wungkul.

      Lakum diinu kum wa liiy adiinn,
      amal anjeun keur anjeun,
      amal kuring keur kuring.
      Lanaa a’maalunaa wa
      lakum a’maalukum.

      • tah eta nu bener mah, jd rek kumaha ayeuna ? geus wae atuh urang ngarujak yuk… mawa sepada teu ? buruan enyak.. kade tong lupa cengekna,,, buruu enyak

      • Ari silaing….aya nu mere nyaho amalan kitu teh salah ..Nabi Muhammad teu nyontoan..lamun terpercaya eta amalan salah cik taliktik. Bener teu ? Lain kalahka kukulutus. Aneh aing mah ???.. Ibaratna aya nu mere nyaho..silaing teh salah jalan…kudunamah atoh aya nu ngingetan…lain kalahka ngambek..

  44. TATA CARA MENGUASAI TASAWUF

    Maka wajiblah beramal dengan Islam, Maka tidak ada tasawuf kecuali dengan fiqih, karena kau tidak mengetahui hukum-hukum ALLAH Ta’ala yang lahir kecuali dengan fiqih. Dan tidak ada fiqih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal dengan kebenaran pengarahan (kecuali dengan tasawuf). Dan juga tidak ada tasawuf dan fiqih kecuali dengan Iman, karena tidaklah sah salah satu dari keduanya (fiqih dan tasawuf) tanpa iman. Maka wajiblah mengumpulkan ketiganya (iman, fiqih, tasawuf) . (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 5).

    Imam Malik berkata : Barangsiapa bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia telah kafir zindiq (pura-pura beriman), dan barangsiapa yang berfiqih tapi tidak bertasawuf maka dia telah (berdosa) dan barangsiapa yang mengumpulkan keduanya (fiqh dan tasawwuf) maka dia telah benar. (Lihat kitab Iyqo-zhul Himam halaman 6).

    Jadi Tasawwuf itu harus melalui Iman (akidah), Islam (syari’ah) dan Ihsan (Hakikat). Atau amal Syari’ah, Thoriqoh dan Hakikah. Maka Syari’ah adalah menyembah ALLAH, Thoriqoh adalah menuju ALLAH, dan Hakikah adalah menyaksikan ALLAH. Atau Syari’ah itu untuk memperbaiki lahiriah, Thoriqoh untuk memperbaiki bathiniah (hati), dan Hakikah untuk memperbaiki Sir (Rahasia diri).

  45. asslmlkm..wr..wb..
    apa2an sih yg d peribut kan.
    ni..saya bukan ngaku ngaku pengikut aliran ini dan itu. saya juga mempelajari ‘ilmu’ tasawuf. saya jadi bingung da nih.. yg di’sesat’kan di sini ‘agama’ nya atau ‘aqidah’ nya atau ‘ilmu’ nya. kalau ilmu nya yg sesat silah kan menyesat kan. tapi jgn lah pula mengkapir kapir kan ya para penentang ilmu tasawuf. menurut saya tasawuf itu bukan agama, tapi ilmu. dan kalau pun menurut anda sesat, yang sesat kan ilmu nya! sama dengan ilmu matematika ilmu sains dsb. kalau pun juga pendapat anda itu sesat, ya yg sesat juga kan ilmu nya. yaah..paling gak lulus dong ujian nya di skolah. masak sampe jadi kafir.

    ya udah lah.. kan ‘syahadat’ nya SAMA.

    • wwuahh wuaahh wuuaahh makin salah nih…. masa tasawuf lepas dari agama ? sama halnya melepas rasa jeruk dari buah jeruknya dong.. tidak akan ada namanya jeruk kalau tidak ada rasa jeruk…. coba kaji lagi Al-Qur’an dan Hadis deh…

  46. asslmlkm..wr..wb..
    apa2an sih yg d peribut kan.
    ni..saya bukan ngaku ngaku pengikut aliran ini dan itu. saya juga mempelajari ‘ilmu’ tasawuf. saya jadi bingung da nih.. yg di’sesat’kan di sini ‘agama’ nya atau ‘aqidah’ nya atau ‘ilmu’ nya. kalau ilmu nya yg sesat silah kan menyesat kan. tapi jgn lah pula mengkapir kapir kan ya para penentang ilmu tasawuf. menurut saya tasawuf itu bukan agama, tapi ilmu. dan kalau pun menurut anda sesat, yang sesat kan ilmu nya! sama dengan ilmu matematika ilmu sains dsb. kalau pun juga pendapat anda itu sesat, ya yg sesat juga kan ilmu nya. yaah..paling gak lulus dong ujian nya di skolah. masak sampe jadi kafir.

    ya udah lah.. kan ‘syahadat’ nya SAMA.

    • wwuahh wuaahh wuuaahh makin salah nih…. masa tasawuf lepas dari agama ? sama halnya melepas rasa jeruk dari buah jeruknya dong.. tidak akan ada namanya jeruk kalau tidak ada rasa jeruk…. coba kaji lagi Al-Qur’an dan Hadis deh…

  47. Lanjutkan, suatu saat kamu akan mengerti. Jangan berhenti

  48. maf teman2 semua izin berkmtar juga.
    Mengenai ajaran tasawuf .
    Sdikit.a sya akan ngash twu tentang 3 hal cra untk menjadi manusia sempurna. Pertama wahyu. Kedua tasawuf.ketga filsafat atau akal. Sebnr.a mengenai tig hal cra ini tiada lain ini hnya asbab unuk menuju kepada alam akhrat nanti. Tga hal ini pla yang membdakan drajat.a manusia oleh allah swt. Cra yang pertama adalah dgn wahyu, jelas tidak ada seorang yang bsa mendpatkan ilmu ini kecuali orang2 plhan.a. Simple.a bgt, kdua adalah tasawuf, jarang heran ,dgn yng dmikian ini adalah cra unuk menjadi manusia yamg sempurna. Ktga akal, ini dilakukan oleh orang2 yang mengtamak rasio dalm penalaran.a. Tegas.a adalah, dari bebrapa uraian diatas tak slah jika seseorang menempuh jalan hdup ke akhrat nanti dgn bertasawuf. Tetapi jangan kelru juga mengenai taswf oleh yang dwasa ini bnyak kritikan pdas mengenai orang2 para sufi. Sya menyangkal bhwa yang slah it bkan dari ilmu.a? Tapi dari pelaku.a.karna knapa, dari uraiain diatas seakan2 sudah bnar adanya. Pdahl kta tahu bhwa, nabi it adalah seorang tasawuf dan filosof. Jadi nabi menpadakan whyu memang it jalanya yng di berkan oleh allah kpda orang plhan.a.tetapi cra kta mendpat kesempurnan it hnya ada dua dgn tasawuf dan filsafat. Tdk mungkn kta ini mengambl hal cra yang pertama. mungkin bgt saja dlu dari sya.

    • ini orang benar (Y) yg salah itu pelaksananya Ilmunya, kalau ilmunya tidak lah salah…
      Sudah jelas Nabi Muhammad itu Masternya Ilmu Tasawuf

      udah tenang ajah kamu bener kok… yg tidak benar itu orang yg tidak mengerti lalu mengaku2 ngerti sambil gigit jari lalu ngupil, lalu gigit jari lagi.. lalu koar2 sambil upilnya nyelip digigi depan,,, nah itu yg kasihan,..

  49. Kalau tdk anda ragu nabi Khidir AS masih hidup bagaimana dengan nabi Isa AS ?

    • no loh tewas loh ditanya seperti ini.. jawab dong kalau anda benar..

      good banget pertanyaanya (y)
      tidak ada yg tidak mungkin bila Allah berkehendak…. PIKIR…!!!

    • Tidak ada satu pun kuburN nabi dimuka bumi ini melain kuburan nb muhammad saw

  50. sok pinter lu wahabi…

  51. Bukanya Sidharta Gautama itu malah menghapuskan kasta ya ? 4 kasta kan dari Hindu. Ni pembuat artikelnya keren banget.

  52. allah mncipkn mhluknya psti ad gunanya,lu sbut nabi khidzir g prcya msh hidup,skrang gue tanya ama lu wahbabi.tugas maikat jibril apa?

    • anak sd jg tau kallieee

  53. OrAng Yg BODOh AdAlah OrAng BelAjar IlMU MA’rifat,,!! IlMu yg SebenArNYa TiDAk Ia KetahuI,,!! BenAr HAnya UnTuk DiriNYA Saja,,!!

    • Betul…. orang yg sudah Ma’rifat pasti akan bodo dirinya, karena sdh tau tidak ada daya upaya semuanya kecuali atas Izin-Nya.

      kalau orang pinter tidak akan belajar Ma’rifat, karena merasa kepintaran itu miliknya bukan milik Allah….

      dan memang Ma’rifat itu adalah untuk dirinya kepada Allah, bukan untuk dikoar2an… kayak loe pacaran, emang loe mau bilang kalau tadi malam gituan ama pacar loe didepan mimbar ??

      PIKIRR…. !!!!!

  54. Sahabat, kita semua adalah saudara, mari belajar dan mengamalkan Islam dengan sebenar-benarnya

    • ini baru benar.. belajar dulu, karena orang benar tidak akan bilang dirinya benar.. tapi dia akan menasehati dengan kelembutan dan kasih sayang….

      PIKIRR….!!!!

  55. […] PDF File Name: Ilmu sufi atau tasawuf | apa itu wahabi? Source: blumewahabi.wordpress.com » DOWNLOAD « […]

  56. Tak perlu bertengkar lebih-lebih, adakah sahadat anda lain dari ini” aku bersaksi sesungguhnya tiada tuhan melain Allah yang aku sembah, dan aku bersaksi nabi muhammad itu pesuruh Allah”….. tuhan itu maha kaya, lg maha mengetahui…. jika berhujah menjatuhkan sesama islam baik cerita lain… satu masa to kebenaran to akan datang , imam mahdi n nabi isa akan turun…sepatutnya kite yg beragama islam bersatu bukan berpecah. Jangan jadi seperti kaum muhajirin dan ansar,,, 2 kaum to lama dah nabi muhammad satukan… jangan di pecahkan lg. Jika ragu2rujuk al-quran n hadist, minta ulama2 besar berkumpul dan buat fatwa sebenar2nya. InsyaAllah cahaya kebenaranakan keluar

  57. Assalaam alayk ya akhii…

    Amalan-amalan , zikir dan suluk adalah cuma cara/metode/thoreqoh untuk pembersihan jiwa sebelum benar-benar menapaki maqom selanjutnya, semua itu butuh proses dan waktu hingga jiwa ini tersucikan berkat izin-Nya. Teruss dan terus hingga suatu saat terbukalah hijab dan pembatas antara hamba dgn Sang Kholik, disitulah doa doa akan tembus kepada-Nya langsung, hingga diberikannya cinta dari Sang Kholik kepada hamba tsb. Kalau sudah dicintai-Nya, inilah tahap tertinggi sebuah maqom, yakni maqom insaan kamil, seperti junjungan kita nabi Muhammad SAW.
    Wassalam ‘alayk.

    • Betul 100%

      tumben ada yg benar diroom ini,…

      salam kenal dong…

    • Assalam alayk??? Memang Assalamualaikum sdh berubah ya???

  58. coba bayangkan seandainya umat islam semuanya bersatu pasati kita akan cepat bertemu Allah, kenapa??… karena diantara kita akan saling mengenal kita akan saling berbagi ilmu karena perbedaan itu adalah sesungguhnya ilmu yang kebanyakan orang menolaknya, bagaimana mungkin seorang hamba bisa bertemu dengan Allah kalau dirinya menganggap yang paling benar dan di luar dirinya dianggap salah sedangkan ilmu Allah itu luas…

    • logis (Y)

      Lanjutkan perjuangan broo.. jangan diem disini aje.. buruan,,

  59. Hadeuuuuh… Sa Qur’an kalimpuhan ku alif. Alif teh uteuk uteuk teh pikiran. Maka dipikir kuakal… Lamun can nepi elmu na ulah sok nyebut bid’ah. Nu di magsud bid’ah mah hal anu datang na anyar. Bid’ah aya 2. Nu hade jeung nu goreng. Parikir jdi umat islam teh.. Makana ngaji qur’an teh kudu ngajinis lain ngajibris hungkul. Cong apal kana aen na. Ilmu sufi moal kapikiran keur jalma bodo.

    • tah ayeuna panggih deui nu kieu tah.. resep kuring…. sok mang dilanjutkeun atuh, tong diuk didieu wae,… buruan hudang bari nyiarkeun Islam…

      salam kenal mang (Y)

  60. maaf ganggu… tlg mas mbak aliran wahabi, dr pd anda2 mencela lebih baik memperbaiki diri dulu,memangnya sampeyan uda paling benar??. lbh baik mendekatkan diri sm Allah dr pd nyela2 orang.. kaum wahabi ditempat saya baca AL-QUR’AN saja masih pada blepotan ga jelas,mending kan pengajiannya tu belajar baca AL-QUR’AN kan lbh baik,dari pada mencela atau menjelek2kan,blm tentu anda kaum wahabi jalan hidup kalian sdh bnr.. Allah yg maha tau

    • TEPAT 100% (Y)

      PIKIRRR… !!!!!

      • Kalo memang ilmu tasawuf itu sesat karena bidah sudah pasti sesat, jadi ilmu apa nama nya sebelum ada ilmu fiqih? ibadah apa nama nya sebelum ada ibadah shalat? Nabi muhammad isra’ mi’raj pakek ilmu apa? Kenapa nabi muhammad tidak di bilang sesat karena dia manusia yg bisa berjumpa dengan allah, kenapa di bilang sesat org di jaman sekarang yg mengajarkan ilmu untuk berjumpa dengan allah, bukan kah itu ilmu nya nabi muhammad, kenapa ilmu itu di bilang sesat? Jika anda wahabi yg benar anda pasti belajar ilmu tasawuf, dan jika anda wahabi yg benar anda pasti bisa menjawab pertanyaan saya,
        Wahabi itu tidak sesat jika seorang wahabi itu adalah seorang wahabi sejati,
        Begitu juga dengan tasawuf, tidak akan sesat ilmu tasawuf itu jika kita benar” mempelajari nya

  61. manusia belajar/mencari /menuntut ilmu, ALLAH memberi bagi siapa yg dikehendaki NYA ,baik yg belajar atw tidak,apakai penulis blog ini menguasai ilmu hakikat?

    • Nah Loh… bisa jawab tidak semuanya ?
      koar2 ajah kayak burung gagak… ngaca dong kalau bicara,,

      Good comennya 100% (y)

      MIKIRRR… !!!!!

  62. kamu tidak akan faham karena bukan ahlinya….
    memang ajaran tasawuf ada yang sesat…
    tapi yang mengetahuinya orang ahli tasawuf sendiri….
    kamu akan keliru kalau kamu samakan semua…
    bersyariatlah yang benar ….n belajarlah terus untuk memahami….
    jangan membahas yang bukan ahlinya….
    (sebetulnya tasawuf itu tingkatan keimanan…..)
    mendalami ma’na LAHKAULA WALAQUWATA ILLA BILLAH…
    dijadikan amalan seharian ….saya baru belajar tapi tidak sesat….
    bersariat seperti anda… tdk ada kekususan wirid mengada2 seperti yang anda maksud saudara…

    • betul tasawuf itu tingkatan keimanan, dan tidak bisa dipisah2kan,.,, lalu yg bilang bisa dipisahkan siapa ? maka dia orang yg salah… kalau salah ya belajar saja, sudah ngerti baru minta maaf.. gampang kan ? gitu ajah repot…..

      MIKIRRR…!!!!!

  63. islam itu Ngelingno bukan Ngelokno. Mari belajar santun dgn keilmuan kita.

  64. sipp

  65. punya pengalaman ruhani dibilang syirik; jalanin sunnah dibilang wahabi; cinta sama keluarga nabi dibilang syi’i; belajar sendiri dibilang gurunya setan; mikir nyeleneh dibilang Islam Liberal; ikut ini dan itu dibilang bahaya, hati2 pengaruh yahudi! kata berita… kira2 kalo ada org baru mo belajar agama reaksinya gimana ya?

  66. Salam: beberapa perkara asal seperti hidupnya nabi Khaidir yang panjang umur.-Maka zaman nabi Musa ia masih hidup.-Apa salahnya ia hidup,sedangkan setan dan malaikat kekal hidup sampai qiamat.Nabi Muhamamad pun dapat menjawab salam dan selawat dari umatnya.Apa bedza roh orang yang telah mati dengan roh yang orangnya nya belum hidup dan roh orang yang belum lagi terzahir.Roh tidak pernah mati kerana ia sifat Allah yang esa.Roh ada sebelum ada 7 petala langit dan bumi.Maka ia tidak tertakluk kepada musnah.Ia antara sifat esa Allah.Maka belajarlah ilmu dan amal untuk hidup jangan belajar ilmu untuk mati,ibadatlah untuk bekal hidup bukannya bekal mati.

    Pernah timbul peristiwa sebuah kafilah berhenti berkhemah berhampiran Uhud.Mereka memasang ungun api dan berkawal.Maka seorang tentera berkuda datang dan bertanya,mengapa berkawal ketat?.Lelaki itu berkata ia adalah Hamzah (sy.Hamzah bapa saudara nabi yang berkawal disitu) Padahal ia korban perang uhud.Maka betapa mudah nya hidup seperti para malaikat kekasih Allah seperti Sy.Hamzah ini.Maka keistemewaan itulah menambat hati kaum pemuda untuk mengikuti jalan ketuhanan.Mereka kagum dengan wali Allah.Para wali Allah umat Muhammad amat istemewa kerana ia setaraf dengan nabi-nabi terdahulu.Maka yang pangkat besar dari para wali mungkin setaraf dengan rasul-rasul.Maka apa salahnya istemewa. Jika Nabi Isa masih dikatakan hidup,maka apa salahnya nabi Khaidir hidup tanpa mati.Ia pun sebelum zaman Nabi Muhammmad.

    Mengapa kamu mengaji dan beramal untuk bekal mati.Mengaji dan beramallah untuk bekal hidup.Bukankah selepas merasai mati itu akan hidup seberapa segera.Adakah jasad yang mati atau roh yang mati?.Bilakah masa roh musnah dan mati.

    Anda belajar apa dan dari siapa sebenarnya?.Jika belajar cara universitas sukatan universitas samada sains lain atau sains islam dan sekali sekala baca buku sufi dan kisah-kisah wali.Maka jangan lah campur idea.Anda adalah mungkin ustaz awam sahaja.Tasauf dan fekah sderta usuludin Awam. Anda tidak belajar ilmu usul mufattul ghuyub peringkat sir.(rohul kudus diri).Anda sudah belajar anda kena beramal.Anda diuji Allah,maka sains biasa adalah specimennya tikus putih.Namun sains diri adalah anda sendiri specimen.Maka cuba gali liang lahad dikawasan kubur,kemudian anda tutup dengan kanvas diatasnya bimbang jatuhnya binatang bisa atau biawak ke atas diri anda yang ingin memerhatikan apa itu alam kubur.Minta kepada Allah tunjukkan alam kubur sebanyak mungkin.Maka ujilah itu jangan semata-mata baca pendapat.Apa pun perlu diuji untuk tahu lebih lanjut.

    Kepada mereka yang terlalu khuatir kepada hadis palsu dan daif.Maka bukankah anda lebih banyak tidur dari menghafal hadis.Anda bukan hidup kerana hadis .Mengapa anda bimbang pasal hadis palsu.Sehari anda sebut hadis berapa kali?,berpandu kepada hadis berapa kali?.Jika tidak pernah,maka mengapa anda khuatir urusan hadis palsu atau benar,atau dhaif.Bukankah ia telah dijelaskan oleh ulamak lampau.

    Perkara seksaan kubur dan seksaan lain dan nikmat selepas mati itu sebenarnya berlaku.Ada yang berlaku keatas mayat sebelum dikafan,ada semasa digali kuburnya,dan setelah ditimbus atau tutup.Ada kejadian yang disaksikan oleh ramai terutama waris terdekat. Maka itu tidak perlulah panjangkan sampai kepada Nas kerana disaksikan.Maka tidaklah Al Quran dan hadis mengadakan hukum kanun satu persatu salah dan dosa dengan satu penalti dan hukum seksaaan untuk mayat atau roh selepas mati seumpama penalti hukum mahkamah negara.Hukum penalti -penalti itu telah dibuat zaman lampau dengan puashati ,alim ulamak bijak pandai telah mebicarakan dalam majlis mereka yang resmi,Mereka telah bukukan segala rujukan.Jika tiada dalam Quran,hadis,mereka rujuk kitab taurat.injil,jika tiada,dari hadis sahih mereka guna hadis lemah.Mereka juga akan itihad dan bincang dan buat rumusan. Sayangnya bahan ilmu ini musnah semasa Hulago serang Baghdad.Buku dihumban ke Sungai dan penduduk dibunuh,kota dan rumah dibakar.Maka ramailah ulama yang mati.Maka amat sedikit yang terlepas.Maka hari ini sukar dibangunkan semula keilmuan dari ulama sufi dan ulama haq itu.Maka sisanya yang ada itu amat sedikit buat kita berbalah dan berbantah sesama sendiri.

    Jika islam awam menuduh kaum tarekat sesat ,maka kaum tarekat juga sudah menuduh kaum awam syirik.Jika isklam menuduh kafir kepada kristian dan yahudi.Maka mereka tuduh demikian juga kepada kaum islam.Maka sesedar kita ramai umat islam bersama-sama yahudi dan kristian dalam neraka yang sama.

    Adakah anda dibimbing dalam keilmuan pengalaman mistik atau hakikat marifat yang Al Junaidi kata ia bahaya untuk diajar kepada umum kecuali yang tertentu?.Jika tidak pernah diajar oleh para wali zahir dan ghaib,maka anda bukan penuntut tapi ahli fikir sahaja.Siapakah ajar kanak-kanak Sheikh ID afrika?ulama atau profesdor atau ahli falsafah?.Allah dan yang ghaib mengajarkannya sejak ia masih bayi.Maka rujuklah apa yang ada dizaman ini juga selain yang lampau.Maju dan ziarah Sheikh Id Afrika.Tiada guna Umrah kalau sia-sia.Apa salahnya belajar dan melihat kebolehan Sheikh Id dengan wang yang ada.ni berhujjah hebat.Pakai akal semata-mata. Tolong belajar Dzauk dan mahzubin. Matikan akal untuk terima ilmu laduni.Cuba lakukan kalau anda jenis mahzubin. Penuntut kajian ilmiah itu biasa saja walau pun bertaraf profesor.Orang kafir pun ada bergelar profesor.Anda cuba belajar untuk mengenal alam dan penghuni selain alam nyata,kemudian kenal diri anda sendiri dulu. Seperti kenal roh jasmani,roh rubi,roh Idofi dan roh kudus diri. Kemudian kenal Zat Allah Taala dengan melihatnya. Maka anda tahu yang itu amatlah memadai buat anda tahu akal anda lemah dalam perkara ghaib dan misteri itu.Allah itu maha ghaib dan misteri,roh juga ghaib dan misteri.Ilmu juiga ada yang ghaib puncanya. salam wassalm

  67. Bid”ah itu apa an sih..?

    • Ohh..
      Bi idah.
      Pembantu tetangga sebelah…

  68. Waduh, banyak sekali dosa saya tentang bid’ah
    ini Bid’ah yang saya kerjakan

    1. shalat dimasjid Nur-iman bangunannya dibuat dari semen,
    pasirnya dari sungai bentuknya moderan lah, sebab masjid di
    samping rumah di bangun tahun 2000
    2. Ngaji pakek Al-Quran tulisan tinta sekarang (Rosul dan para
    sahabat sepengetahuan saya belum pernah pakai )
    3. kalau pergi kemana2 pakek kendaraan dari besi, karet dan
    plastik (Jelas Rosulluloh gak pernah)
    4. Bahasa yang saya pakai pun bahasa yang ada indonesia
    5. kebanyakan kalau belanja apa pun pakai uang uang yang saya
    pakai untuk belanja uang indonesia
    6. Bahkan Orang Tua saya menunaikan ibadah Haji atau pun Umroh
    naik pesawat
    7. kebanyakan juga pakai elektronik

    Masih banyak barang2 yang saya pakai, bahkan makanan pun ada
    Itu semua di ada-adakan

    Bagaimana ya,

  69. Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :
    Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
    Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.
    Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”
    Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
    Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
    Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
    Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”
    Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
    Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”
    Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama
    kalian.” [HR Muslim, no. 8]

    iman = akidah
    islam = syariat
    ihsan = tasawuf, ilmu membersihkan hati sehingga engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.

    • Ketika Ali ditanya oleh seseorang, “Wahai Amir al-Mu’minin, apakah engkau menyembah sesuatu yang engkau lihat atau sesuatu yang tidak engkau lihat ?”, Ali menjawab, “Tidak, bahkan aku menyembah dzat yang aku lihat tidak dengan mata kepalaku, tetapi dengan mata hatiku”. Demikian juga ketika Ja’far al-Shadiq R.A. ditanya “Apakah engkau melihat Allah ?”, ia menjawab, “Apakah aku menyembah tuhan yang tidak bisa aku lihat”. Lalu ia ditanya lagi, “Bagaimana engkau dapat melihatnya pada-hal Ia (Tuhan) adalah sesuatu yang tidak terjangkau oleh penglihatan”. Ja’far Shadiq menegaskan, “Mata tidak bisa melihat Tuhan dengan penglihatannya, tetapi hati bisa melihat-Nya dengan hakikat iman. Ia tidak mungkin dapat diindera oleh pancaindera dan dipersamakan dengan manusia.

      mari kita belajar islam dari sumbernya dengan hati yang bersih sehingga kita menjadi orang yang dicintai Allah, bijaksana dalam bertindak dan bertutur kata… wasalam….

  70. tasawuf ?

  71. anda semua ahli surga rupanya .. oke deal. anda semua masuk surga.

    setelah mnghabiskan dosa” dneraka. jgn pd iri. semua dapat giliran.

  72. Agama ibarat kebun,syariat ibarat pagarnya,thoriqoh ibarat rindangnya atau pepohonannya,hakikat ibarat buahnya.jadi apa gunanya kebun kalau tidak ada pepohonannya?apa gunanya pepohonan yang subur kalau tidak berbuah?bagaimana jadinya bila kebun dan pohon yg subur dan berbuah bila tidak dipagari dan dirawat dengan syariat?jadi semuanya itu tidak dapat dipisahkan.tasawuf itu adalah ilmu untuk mengontrol kelakuan qolbu diri sendiri sudah betul apa belum secara rasa,hukum,adat,norma2,dll.bukanlah untuk menyalahkan orang dengan hukum2 dan dalil yang ditumpangi nafsu merasa paling benar.hati2lah terhadap nafsu kita gak pernah tahu meskipun secara dhohir adalah kebaikan tapi apakah itu murni dari Alloh atau dari nafsu,kita gak tahu,janganlah sombong dan merasa cukup dengan nafsumu dan ilmu yg ada.karena untuk mencapai derajat mulya di sisi Alloh SWT,rambu2 yg harus didobrak adalah memerangi hawa nafsu,bahkan mematikan nafsu.

  73. Kita dan Baginda Rasul cuma beda sedikit : – Klo Rasululloh sedikit tidur,sedangkan kita sedikit2 tidur,Rosul sesikit makan sedangkan kita sedikit2 makan,Rosul sedikit bicara,sedangkan kita sedikit2 bicara.Tasawuf itu bukan diomong2ngkan atau dijelaskan panjang lebar,itu cuma tasawuf ilmu atau accesories bukan mengarah menjadi seorang sufiah atau yang sedang melakukan perjalanan menuju Alloh Swt.anda2 jangan cuma jadi orang yang tahu resep tapi gak pernah masak,,mana bisa tau rasa nya gimana kalau cuma tau resep.Tasawuf itu adalah anu anu anu…bla…bla…bla….ini gak akan kena diomongkan!ini ilmu rasa,harus suluk kita..istiqomah,terus2 baru timbul rasa,kondisinya pun hanya bisa dirasakan,bukan diketahui.jangan keliru.ilmu itu blawur diomong omongkan…Jangan sok sombong membidahkan orang,ngerasa diri sudah sesuai dengan Alqur an dan hadist…jangan cuma kulitnya aja yang ditiru,ketika sholat kamu mampuh tidak menyamai kekhusukan Rasul,dalil ruku dalil sujud aja belum tentu tahu ko udah ngerasa paling bener.mendingan saya orang goblok yang sadar dirinya goblok,maka ada harapan diperbaiki.daripada orang gila ngaku waras,gak bakalan sembuh.

    • Orang gila ngaku waras?
      Huaahahaahaa😀

  74. sapa yang bilang, tasawuf sama dngan hindu, beraarti dia sndri yang setan” malas komen panjang lebar, setan juga gak bakal ngerti

  75. Sebenarnya segala ilmu yang dipelajari sendiri tanpa bimbingan guru atau pemandu, adalah ilmu yang sesat,apalagi disertai niat yang memang tidak baik, kalau memang tidak disertai keimanan dan dasar yang kokoh jangan sesekali mempelajari tasawuf, karena akan tersesat,sesesat sesat nya,ibarat anak kecil yang diberi pisau, dia bukan hanya bisa melukai orang lain tapi dirinya sendiri,mungkin dengan bahasa sederhana seperti itu kita bisa mengerti,wallahu a’lam bisawab…Alfakir

  76. Anda lapar?

  77. Saya kenal betul seorang Sufi yang jika ia meminta dalam hati kpd Allah, tapi mulutnya mengucap “Insya Allah ketemu barang yg hilang itu di sekitar itu” besoknya orang yg kehilangan menemukan barangnya. jika kita souzon, maka kita bisa mencap si Sufi sebagai ahli Peramal.
    yg saya lihat bukan peramal, tapi orang yg sangat cepat di ijabah doa nya.

    beliau tidak mentakwil ayat Wajah Allah, tidak juga membenarkan Allah itu punya wajah, jika saya menanyakan hal itu beliau akan diam dan mengalihkan perhatian, sangat menghindari pertanyaan “mencari tahu bagaimana sebenarnya Dzat itu”, dan seandainya saya tanya 2x niscaya beliau akan marah kepada saya.

    setelah saya pikiri antara mujassimah dengan tassawuf yg salah itu sama: Mujassimah mengatakan “Allah itu punya Wajah”. tassawuf yg salah mengatakan “syari’atnya itu wajah si fulan, HAKIKATnya itu wajah Allah” (syari’atnya berhala, hakikatnya Tuhan, meskipun berhala dihancurkan Nabi Ibrahim tetap meyakini bahwa itu Tuhan).

    ketika saya menanyakan kedua kalinya bagaimana pendapat beliau tentang ayat Wajah Allah dikemudian hari, dengan tambahan “menurut kaum ini meyakini Allah punya wajah, kaum yg ini mentakwil dgn arti lain”, beliau menjawab “Itulah fitrah manusia ketika dihadapkan kepada suatu ayat yang membingungkan, satu ayat mengatakan begini, tapi ayat lain malah begini, itu sudah menjadi fitrah” (tetap tidak mau menjawab dan membahas pertanyaan intinya.

    beliau Tassawuf luar biasa, karomah luar biasa, Syari’at tetap patuh.
    dan tidak BEKERJA sebagai Tokoh Agama, tidak mengais rejeki dari hasil mengajarkan ilmu Agama.
    beliau bekerja kadang sebagai kuli bangunan, pekerja kebun oranglain, pandai besi, dll. Tanpa Sorban, Tanpa celak, Tanpa Janggut, Tanpa celana cingkrang.

    Bagaimana Sufi di kota kalian?
    Apakah menyelenehkan Syari’at? atau membid’ah sesatkan Tassawuf?

  78. Mantap pada pinter lo pada ya keren dah daripada ribut mulu mending jadi atheis aja, semua nya, ya jelas kaga punya agama , ini punya agama aturanya ada pada ribut

  79. Pasti yg nulis ini terbiasa berenang dikolam renang hingga lupa ada samudra.. baru belajar ilmu agama 1bln sdh berani menyesatkan org lain.. kebanyakan org yang bilang tasawuf itu sesat karna pada dasarnya akalnya tidak mampu untuk menerima hidayah allah. Semoga anda cpt bertobat dan jangan lupa untuk selalu tawadhu’, krn kalau anda tawadhu’, anda psti malu menulis ini..

  80. Ayat ke 7

    إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا (7)

    Artinya:
    Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (17: 7)

    Memang sudah nasibnya kita berbeda pikiran dan golongan, indah rasanya kita belajar mengaji satu Al-Quan penuh.berani menafsirkan ayat Al-Quran berarti sudah hebat.Garis besarnya adalah Ulama pembawa amanat ,Wali punya karamat(mulia),Nabi punya safaat .tanpa kehadiran mereka kita sebagai cucu Adam pasti sudah tersesat. Kesimpulanya Nabi Khidir masih ghaib untuk dibicarakan tapi saya yakin beliau ada ,salamun alaikum .

  81. Apakah anda yakin dengan kalimat orang-orang lain?Apakah mereka manusia.Catatan Allah SWT tidak pernah menunjukan Malaikat di mata manusia kecuali sebagai manusia.

    • Asslm…wahai saudaraku…berhentilah berdebat karena saya dan kalian semua masuk syurga krn perdebatan tapi krn beramal sholeh. jika kita semua msh merasa dari keturunan adam berarti 100% asli manusia. Nah manusia itu punya jasad (lahiriah) n punya jiwa ( bathin) kaitannya dgn fiqh n tasawuf , fikih itu jasad tasawf itu jiwa/batin/hati. Jadi kl ente semua pengen punya ilmu lahir batin maka pelajarilah ilmu fikih n tasawuf insya alloh hidup anda akn benar selamat dunia akhrt…aamiin

      • Kalau ilmu syareat boleh di syiarkan tp klo ilmu thoriqot/tasawuf hanya boleh di syiarkan bagi mereka yg mau mempelajari dan di kehendaki oleh NYA (knp? Dikhawatirkan menjadi fitnah krna ilmu pengetahuan seseorang berbeda beda sperti hal nya laut yg kedalaman nya berbeda)

  82. Ra usah podo eyel2lan koyok wes pinter ae… goyang podo bàhas ilmu yakin, ,,,- sholat u po wes bener ow… po wes iso netepi toto kromo karo pngeran mu..

  83. Lha cuma pendapat diributin, paling enak jd buta huruf seperti rosul, jd beliau menerima langsung pelajaran dari hati, itupun sy 1/2percaya klo rosul buta huruf, pebisnis/pedagang masa buta huruf. Lagi2 itu kan dikisahkan. Saya g tau yg bener, kecuali sy berteman dengan rosul semasa hidup. Dan baca kitab bareng.

  84. Di Dalam Islam Ada 75 Golongan, berpeca belah, Semua itu Hanya Satu Yg di Terima Di hadapan Allah’ Yakni Dimana Nabi S A W disitu Al Khulafa’Ul Ar’Rashideen, Kemudian Disitulah Ahlu-Sunnah Wal Jama’a.

  85. yang benar adalah agama kristen.

  86. Agama kristen / nasrani adalah agama yang baik dan benar. Kristen memberi keamanan dan rasa damai. Yang di atas semuanya salah. Mari sama – sama kita masuk kristen saja. Gak ada kayak ginian. gak ada wahabinya. okeee

  87. Kalian islam ayo cepatlah kalian perang sampai mati semuanya. biar cepat damai dan tetap hidup kristen di dunia ”’HIDUP KRISTEEEEN”’. Hancurlah islam kalian semua.

  88. Apa yang anda tulis sebagiannya ngaco, anda bisa mengatakan segala sesuatu yang hanya Allah yang tahu, bertobatlah sesungguhnya Allah yang berhak menilai segala sesuatu itu benar atau tidaknya, diterima amalnya atau tidak. Anda menulis apa yang tidak anda ketahui, jangan memakai logika anda sendiri.

  89. Ada temen saya yang mempelajari tasawwuf, dia menceritakan kepada saya bahwa dia melihat Allah, kemudian berdialog dengan Allah. Dia menceritakan bahwa dia sudah lepas dari ilmu syariat, lepas dari kewajiban shalat 5 waktu dan lain sebagainya. Dia menceritakan bahwa kesempurnaan iman seseorang itu adalah setelah mencapai ilmu ma’rifat. Menurutnya jika seseorang sudah mencapai ilmu itu, melihat dan berdialog dengan Allah maka semuanya sudah lepas dari kewajiban syariat. Yang paling aneh lagi dari pemahaman itu adalah dia mengaku menyatu dan bersetubuh dengan Allah. Naudzubillahimindzalik.

    • Kata kMu,, at kata temen kamu,,,
      Jangan fitnah,,, jangan buka aib orang,,
      Klo kamu se orang yg ber iman, pasti kmu tidak buka aib orang…
      Hayoo,, kmna iman kamu?????.

      • siapa yg menyebarkan fitnah,, semoga allah melaknat ya,, seperti melaknat,firaun, korun, namrut,,,
        Y allah, laknat lah orang2 separti ini,, dengan cas….
        Karna mereka lbih bahaya dr pda iblis…
        AMIN……

  90. Subahanallah kenapa harus terjadi perselisihan apa mungkin sudah menjadi garisan umat islam melawan umat islam

  91. Bukankah kalian sudah mengatakan rahasia Allah tidak ada yg mngetahui. Dan rahasia Allah juga kalau memang sebagian orang bisa mencapaii. Dan jika dia dititik merasa tidak ada, maka Allah kah gang ada, dan Allah lah yg maha serba mengetahui. Gugurlah org itu berkomunikasi dengan Allah. Namun Allah yg ada. Kalia tidak paham dengan sebenarnya maksd mereka. Jd stop mnilai dr penilaian klian, dan jadikanlah ini rahasia Allah. Dan Allah lah yg mnunjuk mereka untuk tahu dzn utupun rahasia Allah.

  92. wahai semua sahabat” muslimku..janganlah kalian sesama muslim saling menyalahkan karna itu hanya cara setan untuk membuat pertikaian antara kita umat muslim..amalkanlah islam dgn pemahaman kita masing” dan tdk usah kita saling menyalahkan..ingatlah bahwa ALLAH maha berkehendak ( KUN FAYA KUN ) Jadi Maka Jadilah..apa saja bisa terjadi sesuai kehendak ALLAH..kita ini manusia adalah mahluk ciptaan-NYA yg paling sempurna karena diberikan akal dan nafsu..kita bisa jadi malaikat dan bisa juga jadi setan sesuai dengan pilihan kita masing”..maka dari itulah janganlah kita saling menyalahkan..jika kita ingin seperti para sahabat dan para wali yg diberikan kelebihan maka itu tergantung dari amalan dan ibadah kita karna mereka juga manusia sama seperti kita umat nabi Muhammad S.a.w..

  93. “inalillahi wa ina ilahi rojiun… semua berasal dan kembali padaNya.” semua yg ahli makhrifat disini pasti faham maksudnya. akhiri perdebatan sebab pada hakikatnya diri kita sama.. aku engkau adalah bagianNya. semua kehendakNya.

  94. mari kita langsung mengkaji isi dari kitab tasawuf,,,, saya coba awali dari kalimat syahadat,,, selama ini kita mengetahui bahwa seseorang di katakan sah memeluk agama islam apabila dia bersyahadat dengan membaca dua kalimat syahadat..menurut kawan2 apakah ini dibenarkan? karena menurut saya kalau hanya mengucapkan 2kalimat syahadat tidaklah cukup sebab masih ada 1 kalimat syahadat lagi yang harus diucapkan, itu artinya adalah pada hakikatnya kalimat syahadat itu ada 3…nah adakah kawan2 disini yg mengetahuinya? cobalah direnungi… semoga kita semua selalu mendapat ilham dan hidayah serta ridhaNya.

  95. Sesama umat muslim sebaik nya tak usah saling mencela,ingat lah bahwa yg paling benar itu allah swt.apakah wahabi yg akan masuk syiurga??sebaik nya anda kaji diri anda sndiri dlu,baru anda bisa mncela saudara Seiman mu…dan jngan mengandalkan nafsu semata,,dan seburuk saudaramu,bukankh kita sama2 umat islam bozz!!!

  96. Klo tau rasanya makrifatullah,mungkin orng wahabi gk bakalan mencela tasawuf ,,,,tapi semua ini sudah kehendak allah,,tergantung kita menyikapi semua ini,,inilah tanda hari ahir,,!!!!

  97. Dunia ini panggung sandiwara. Tidak seorangpun dari kalian yang merencanakan kelahiran dan kematianmu dimana. Apakah sulit bagi allah menghilangkan satu golongan yang tidak disukainya? Apakah mungkin allah tersaingin ciptaanya sendiri? Dan jika allah tak suka terhadap satu golongan tak sanggupkah ia menghilanbkanya? Jika semua jawaban melemahkan allah, lalu dimana maha mengetahui dan maha kuasanya allah. Sesungguhnya kalian telah salah menafikan sifat allah dan rasulnya. Telah jelas jalan yang terbentang dihadapanmu mengapakah engkau saling menghujjah…? Telah jelas penghuni surga adalah orang2 yang mengikuti ajaran rasulullah muhammad saw.. dan Alquran. Ingatlah peran masing2 karena dunia ini panggung sandiwara. Pikirkanlah kemana ruhmu kelak menuju dan kemana tubuhmu kelak berakhir. Dua hal dalam satu tubuh yang kelak akan berpisah dan keduanya ada pemiliknya. Lalu dimanakah dirimu hingga seakan engkau menganggap paling benar seolah ada sesuatu yang menjadi milikmu. Tak satupun yang ada pada dirimu yang menjadi milikmu. Bahkan engkau tak sanggup menahan kantuk sekalipun. Wasalam. Salam damai jangan meraaa paling benar hanya allah yang maha benar.

    • ” Ilmu Allah itu Bukan Hanya Tersurat tapi Juga Tersirat,

      ‘ Jika Air Laut yang ada di Dunia ini Menjadi Tinta dan Batang Pohon menjadi Penanya itu semua Belum Cukup untuk Menuliskan Seberapa Banyak ilmu Allah ”

      ‘ Jadi Kita Semua Belum Cukup Belajar, itu Sebabnya kita Berbeda Pendapat.
      ” Kenali Diri lebih Dalam, maka Kau akan tau siapa Dirimu.

      Wasalam.

  98. Maaf sekadar mengingatkan bagi yang sering meng klaim dirinya mengikuti Qur’an dan Hadits, bukalah surat Al’fatihah ayat Ke (6), bukankah selalu kita baca pada saat kita Sholat, maknanya sangat jelas kita sebagai manusia selama kita hidup selalu dalam “posisi memohon ditunjukan jalan”, artinya jalan yang sekarang kita tempuh belum tentu sudah jalan yang benar….lalu pantaskah kita mengklaim jalan kita sudah benar, apalagi sampai menuduh orang lain sudah tersesat!!!!!!

    Satu Lagi : sebelum membaca Al’Quran di sunnahkan membaca Taawudz, maknanya sangat jelas bahwa dalam membaca Al’Quran harus terhindar dari sifat sombong, karena hanya setan yang memiliki sifat sombong. Walaupun bacaan anda benar, anda mengerti artinya…karena sifat sombong semua menjadi tidak ada maknanya karena anda akan merasa paling benar dan orang lain yang tidak sefaham dengan anda menjadi salah/sesat…

  99. Insya Allah

  100. Ah dasar orang dungu yg gak ngerti agama bicara masalah agama. Kesesatan kalian sudah tampak di muka bumi oleh tangan2 kalian sendiri bahkan lidah kalian yang mencela orang2 shaleh. Kami doakan kalian mendapat hidayah dari Allah. Semoga juga kalian-kalian yg membenci org-org sufi malah terjun ke dunia tasawuf agar kalian merasakan kenikmatannya. Jangan kalian perturutkan hawa nafsu yg sok merasa benar.

  101. Menyimak komentar dari saudara” semua..alangkah indah’a ketika kita saling memahami dan saling menghargai satu dengan yang lain…walaupun berbeda keyakinan tidaklah baik untuk kita saling menyalahkan bahkan memvonis satu dengan yang lain…
    “Tasawuf Berdiri Dari Syariat Yang Suci”
    4 Tingkat keimanan dalam islam
    1.SYARIAT
    2.TAREQAT
    3.HAKIKAT
    4.MA’RIFAT
    Masing” kita bisa menilai sampai mana batas keimanan kita dan percaya akan ALLAH TA’ALA

  102. mantap art
    ikel yang bagus

  103. jika semua air yg ada di bumi di jadikan tinta utk menulis ilmu Allah,niscaya tak akan cukup ,,karna
    ilmu Allah itu maha luas dan Dia memberikan rahmat dan hikmah kpd siapa yg di kehendakinya.

  104. Kafir’e dewe gak digatek’ke… merasa sudah benar ga perlu sholat dong? kita selalu meminta ditunjukan jalan yang benar dalam sholat berarti kita belum benar… penulis sudah merasa benar jadi ga perlu sholat

  105. hati hati tipu daya setan. bisa saja hadir disini. sebelum kita menyalahkan orang lain alangkah baiknya kita brtnya pada diri kita sediri siapa kita sebarpa banyak kita meljalkan perintah allh dan sunah rosul. seberapa banya kita dizkir dalam satu hari. apakah mungkin kita bisa mnyalahkn orang lain sedangkan kita msih sibuk dalm hal duniawi..
    sekalilagi hati hati tipu daya setan..
    krna rusak nya islam kebanyakan sama islam lagi. mari istigfar besama..

  106. Broooo syariat tanpa hakikat hampahakikat tanpa syariat sia 2….brooo hidup tuu zahir ama bathin… ente baca alqur an..tp ente ngk ada tauhid..kayak makan durian trus ente makan itu kulit bukan isii..tauhid batang fiqih ama tassawuf itu cabang nya..

  107. Assalamu’alaikum…
    saudaraku yg seiman
    Sebangsa dan setanah air.
    kajilah diri kita masing2
    dan jangan lah suka saling
    menyalah kan pendapat dan
    Pemahaman orang lain.
    seorang bijak pernah berkata
    “jika kita sering menyalah kan
    pendapat dan pemahaman
    orang lain tentang ilmu agama ini
    maka ketahuan lah bahwasanya
    kita tidak ber ilmu”
    Wassalam
    hamba ALLAH

  108. Tidak ada tuhan selain ALLAH dan nabi MUHAMMAD SAW adalah sebenar benarnya utusan ALLAH. umat islam telah mengenal NABI muhammad melalui quran, dan kitab kitab lain nya, tapi apakah kita sudah mengenal ALLAH, siapa kah ALLAH? apakah kita hanya mengenal tulisan, huruf, atau tanda? Apakah anda akan beriman / percaya kepada yg tidak anda kenal? Aku berlindung dari perdebatan, kepada ALLAH , TUHAN dari NABI MUHAMMAD DAN NABI NABI sebelumnya, TUHAN UMAT ISLAM dan umat umat lain nya, TUHAN GOLONGAN AHLUSSUNNAH dan golongan golongan lainnya, TUHAN SEMESTA ALAM,

  109. Apa yang kalian perdebatkan?? malukah kalian pada diri sendiri?? Apa yang kalian tuju, syurga?? apa kalian tidak ingin tahu siapa TUHAN mu, apa kalian tidak ingin kenal siapa TUHAN mu??. Allah sudah memperingatkan 73 golongan, apa yang kalian inginkan?? mengejar dan mencari kebenaran 1 golongan ini?? apakah mencari 1 golongan ini dengan saling membenarkan ilmu-ilmu agama yang sudah kalian pelajari selama ini dengan cara menaruhkan akhlaq dan akidah kalian?? sedangkan Allah Maha Mengetahui dengan “kun” maka terjadilah sudah. istiqfarlah kepada Allah. apakah kalian tidak bertanya pada diri sendiri dengan akal yang di berikan oleh Allah untuk kalian, SOMBONG!! Kerjakan tugas kalian di dunia!! jembatan shiratal mustaqim apa kalian berjalan dengan suatu golongan?? apa kalian bisa meminta pertolongan?? Hanya kepada Allah kalian meminta, SUDAH TERLAMBAT! timbangan sudah menanti kalian. MAU TAU GOLONGAN 1 INI?? SIAPA DIRI KALIAN!.

  110. selagi sahadatnya benar luruskan rapatkan Ingat berlebih – lebihan dalam hal agama Allah SWT memandang rendah.5 yang penting Sahadat Shalat Zakat Puasa Naik haji .Jika dari sahadat sudah salah salah lah semuanya

    • Sungguh Wahabi telah menipu dirinya sendiri

    • woii woi
      kawan sank saudara sahabat seagama senegara
      jg lah saling salah menyalahka
      ga ada gunanya
      mari yok kita islamkan
      yg luar dari agama kita
      kita satu
      kita islam
      kita sama
      kamu saya saya kamu
      buat apa membeda bedakan
      yok kita islamkan mereka ..
      jangan islam yg sudah islam
      bongak kita tuh
      asslamuaikum wr wb

    • Emanngnya situ tau nggak apa makna kata syahadat ?
      Syahadat itu bahasa arab, kalau indonesianya itu “persaksian/penyaksian”. Emangnya situ udah bener bener pernah menyaksikan apa belum? Kok bisa ya bersyahadat salah? Berarti situ besyahadat tapi bohong. Bersaksi tapi belum menyaksikan.

      Nah lohh…
      Jgn main main kamu dgn syahadat….

      Tanggung jawab dunia akhiratnya situ sendiri ya yang tanggung, bersaksi tapi belum menyaksikan… !!!

  111. Minyak..,eeh…keliru NYIMAK aja dech anggep aja belajar gratis para PROPESOR2 ILMU ALLAH

    • Ya Allah ampunilah orang2 ini yg saling membenarkan argumen msing2. Sesungguhnya tdk ada yg tdk mgkin bagiMU. Bahkan mereka berburuk sangka dan menghujat para hambaMU yg Insya Allah Sholeh. Seakan akan mereka lebih tau, pintar, paham. Ampunilh ketidak tahuan mereka. Hanya Engkau Ya Allah yg Maha Tau. Engkau Yg Punya Ilmu.

  112. Nabi tidak pernah pesan suruh bentuk kelompok wahabi,salafi,muhammadiyah,NU,syiah,suni.setelah dia meninggal,bahkan Dia menyuruh kita menghindari perpecahan. Nah sekarang mari kita hapus semua nama kelompok kita. Pasti yang tertinggal adalah ummatan wahidah. Indah kan?….

  113. Mf penulis, anda tdk perlu mengurus para menempuh tasawuf, cukup anda urus fiqh / hukum akal anda srndiri oenafsiran anda tentang tasawuf dan sufi masih sangat jauh dangkal dan penuh hasutan dan kepicikan. Tp tdk masalah klo anfa beroendapat bgtu dan silahkan…!!!cukup anda urus kebangkaiian diri anda…..saalam

  114. Ayooooo…..siapa yang mau ikut apa kata Nabi..
    Yuk kita kembali pada Alquran dan Sunah….
    HEEE….BERES KAN?????

    • Sunnah itu yang kaya gimana sih?
      Sunnah itu sendiri kan LUASS… BUANYAKKK… se abrek abrek kanjeng nabi mencontohkan.

      Zikirmu disepanjang waktu pun perintah nabi Muhammad. Paling utamanya zikir adalah “Laa ilaaha iLLa Alloh”. Jihad terbesarmu adalah MEMERANGI HAWA NAFSUMU sendiri. Kanjeng nabi berkata spt demikian.

      Shodaqohmu akan menolak bala’/bencana mu. Bahkan dari zaman mbah mbahmu dulu sering sekali melaksanakan shodaqoh. Setiap kepingin hajat atau lain lain maka mereka selaku memberikan shodaqoh baik ke tetangga atau siapapun.
      Shodaqoh yang baik itu yang bisa mengenyangkan orang yang kelaparan. Shodaqoh itu sendiri ada banyaakkk.. bahkan zikirmu subhanalloh, walhamdulillah, walllohuakbar adalah shodaqoh kepada dirimu sendiri. Bahkan kalimat “laa ilaaha illa Alloh” adalah shodaqoh untuk setiap rusuk dan tulangmu sendiri. Kurang lebih kanjeng nabi pun menjelaskan demikian.

      Yuk mari belajar islam jangan setengah setengah, dibuka semua hadist2nya… laku dipraktekkan.

  115. Sy menyukai tasyauf, amala aku utk aku amalan kamu utk kamu, sesama muslim jangan saling menghina ingat allah ingat maut

  116. Opoki podo ribut…….menuso wes koyo kewan….bubar

  117. ya begitulah… jika melihat pembahasan yg ramai ini menandakan bahwa ilmu allah sangatlah luas…dan kita harus sadar bawa yg namanya manusia itu dlo’if . jika merasa menjadi manusia, akuilah itu…ok..selamat berdebat.. semoga manfaat barokah.. amiiin..

  118. Oalah
    .. wahabi…wahabi… kapan kau tobat…weleh..weleh..

    • # Finalnya Semua pasti Mati… Semua akan tau .. di Sanalah Keadilan yg Sebenarnya

      2016-06-25 17:12 GMT+07:00 Apa itu Wahabi? :

      > alif commented: “Oalah .. wahabi…wahabi… kapan kau > tobat…weleh..weleh..” >

  119. ilmu tasauf dan ilmu fiqih di realisasikan nya tetep harus ada dalam syariat islam . namun sayang syariat islam nya sendiri engga terlalu di persoalkan . ayolah kaum muslimin bersatu untuk penegakan syariat islam di diri kita dan di bumi ini . karena penegakan syariat islam perintah yg hak dari alloh dan tidak ada imam dan ulama yg memperdebatkan tentang masalah ini . karena kebenaran nya syariat islam harus di tegakan …

    • Indonesia itu sudah banyak melebur dan bahkan hampir menerapkan hukum islam. Apa buktinya? Bahasa Indonesia adalah bahasa serapan dari berbagai bahasa di dunia, hingga bahasa kuno pun mnjadi sebagai suku kata dan istilah diindonesia. Antara lain serapan dari bahasa arab fiqhiyyah untuk maslah hukum di Indonesia, Contohnya kata “talak, zina, wali nikah, syarikat, musyawarah, mufakat, rujuk, ‘iddah, ” dsb.
      Mengapa dibilang hampir melebur? karena di Indonesia tidak semuanya muslim. Maka kita pun harus bijaksana dan adil dalam bertindak, memutuskan perkara, dll.
      Jika ada yang bilang Indonesia tidak menerapkan syriat islam, berarti orang yang berkata spt itu tidak faham dengan Indonesia dan para pendiri negara ini. Berarti orang tersebut ingin memecah belah umat bahkan negara ini.

      Syariat itu bukan untuk digembar gemborkan jadi negara. Tapi syariat itu harus ada pada diri setiap muslim/muslimat, walaupun kamu ada dimanapun, dibelahan bumi manapun, ada negaranya atau tidak ada negaranya, ada hukum islam atau tidak ada hukum islamnya, syariat sudah dibawa sendiri oleh dirimu dan untuk dirimu sendiri.

      Maksud dari ayat tegakkanlah hukum/syariat Alloh, maksudnya untuk dirimu sendiri.

      Kepingin ngerasa jadi bener, harusnya dibenerein dulu diri sendiri, kalau diri sendiri udah bener, baru ajak keluarga, lalu kakak adik, lalu tetangga, Nggak usah muluk-muluk, ORANG TUA ENTE SENDIRI lah kepanjangan rohmat dan kasih sayang Nya. Rosululloh diutus untuk membenahi akhlak manusia. Paling bagusnya akhlak diantara seluruh manusia, ya akhlaknya rosululloh. JANGAN CUMAN JENGGOTNYA DOANG DITIRU, tapi hatinya busyukkk….

      Sama orang lain harus mengasihi, nggak usah pandang bulu kalau mau berbuat baik. Diakhirat nanti amal yg baik dan bagus lah yang akan menjadi pemberat timbangan sebelah kananmu.

  120. Amal seseorang tidak dapat memasukkan nya kedalam surga allah.tapi rohmat allah lah yg dapat memasukkan nya kedalam syurga.
    Contoh.iblis selama 2000 tahun menyembah/ibadah pada allah dan tidak maksiat masih saja masuk neraka.apalagi kita yg umur nya pendek dosa nya banyak.

  121. Sudahlah nggak usa bnyak teori,, inga rosul saw, di utus untuk menyempurnakan ahlak yg mulia,, jd nggak usa ribut jd wali,,

  122. Rosululloh itu manusia biasa.. kali g percaya.. cari diAlquran.. Rosululloh jg tidak bisa menulis dan membaca.. kalo mau ngikutin semua yg dilakukan Rosululloh.. berarti jgn suka nulis sama membaca.. tpi belajar batin.. seperti saat Rosululloh digua Hiro..
    Manusia hidup itu memang nggak sampe ratusan tahun.. tetapi walau orang mukmin itu jasadnya mati.. tetapi sebenarnya tidak..
    Kalau kamu sudah bisa mimpi bertemu Rosululloh maka ilmu kamu dan jiwa kamu sudah suci dan bersih..
    Orang sufi benar2 pernah bermimpi bertemu Rosululloh.. bahkan dalam keadaan wirid dan dzikir jg bisa melihat Rosululloh.. mereka tidak berbohong.. percaya hal ghoib itu salah satu ciri orang beriman.. percaya itu muncul karena sudah membuktikan.. kalo belum menyaksikan hal ghoib.. itu namanya yakin yg bohong..

  123. Ane bingung wahabi yg mana yak, ini buat yg komen yg ini ngatain yg ntu wahabi, yg ntu juga ngatain yg ini wahabi.. hmmmm jgn pernah mengkafirkan seseorng jika ilmu agama mu masih renda.. Ilmu ada tiga tahapan, jika dia memasuki tahapan pertama dia akan sombong, jika memasuki tahapan kedua dia akn tawadu’ ( rendah hati ), jika memasuki tahapan ketiga dia akn merasa diri nya tdk ada apa2 nya. “Umar Bin Khattab”

  124. Muhammad bin Abdul Wahhab

    Muhammad bin Abdul Wahhab, konon berasal dari keluarga yang mulia. Ayahnya, Syeikh Abdul Wahhab dan saudaranya, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, adalah dua orang yang dianggap saleh oleh pemuka-pemuka agama setempat. Berbeda dengan Muhammad bin Abdul Wahhab yang diakui sesat dan menyesatkan oleh mayoritas ulama sedunia.
    Baca saja kitab “Fitnah al-Wahhabiyah” karya Syeikh Ahmad bin Dahlan al-Makki al- Syafi’i, sang mufti Makkah yang wafat pada tahun 1304 H. Beliau suka menyebut Muhammad bin Abdul Wahhab dengan sebutan “al-Khabits” yang artinya “Si Busuk”.
    Syeikh Ahmad bin Dahlan al-Makki al-Syafi’i menceritakan bahwasanya Muhammad bin Abdul Wahhab sejak dini telah diprediksikan sesat oleh ayah, saudara dan guru-gurunya. Jauh sebelum Muhammad bin Abdul Wahhab meraih popularitasnya di Saudi dan dunia, para ulama sekitar telah memberikan warning kepada umat agar berhati-hati darinya, dan ternyata betul apa yang mereka prediksikan. Muhammad bin Abdul Wahhab menentang guru-gurunya, lalu mengkafirkan seluruh ulama yang menghalangi penyesatannya.
    Pada tahun 1143 H. mulailah Muhammad bin Abdul Wahhab menyebarkan pemikiran barunya, namun ayah dan guru-gurunya segera menghadang dan menegurnya. Sayangnya, pendirian Muhammab bin Abdul Wahhab terlanjur membatu sampai ayahnya meninggal dunia pada tahun 1153 H. Selanjutnya Muhammad bin Abdul Wahhab memperbaharui metode dakwahnya sehingga mulai diikuti banyak orang awam. Namun mayoritas penduduk kota risih dan hendak membunuhnya, akan tetapi ia melarikan diri ke kota Uyainah, disana ia menghadap amir Uyainah lalu menikahi saudara perempuan sang amir dan kemudian tinggal di Uyainah sambil berdakwah (menyeru) kepada dirinya
    dan bid’ah yang dibawanya. Tak lama kemudian, penduduk Uyainah pun muak dengannya lalu mengusirnya dari perut kota.
    Si Muhammad belum menyerah juga, ia hijrah lagi ke Dir’iyah (sebelah timur kota Najd) dimana kawasan Dir’iyah dan sekitarnya dulu merupakan pusat dakwah Musailamah al- Kadzab yang melahirkan golongan-golongan murtad. Di tengah-tengah kawasan itu jualah Muhammad bin Abdul Wahhab menyebarkan virus-virusnya dan diikuti pula oleh amir setempat serta mayoritas rakyatnya. Saat itu Muhammad bin Abdul Wahhab bertindak seolah ia satu-satunya mujtahid mutlak. Ia tidak bersandar sedikitpun pada ajaran- ajaran para pendahulu, baik imam-imam mujtahid, ulama-ulama salaf maupun ilmuan- ilmuan kontemporer. Disamping itu juga ia tidak memiliki hubungan apapun dengan para mujtahid yang ada.
    Demikian apa yang pernah terungkap oleh saudaranya, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, seseorang yang paling mengenali identitas Muhammad bin Abdul Wahhab.
    Beliau pernah mengungkapkan bahwa “Umat zaman ini sedang diuji coba dengan seseorang yang mengaku sejalan dengan Qur’an dan Sunnah dan beristinbath darinya tanpa memperdulikan siapapun yang berbeda dengannya. Yang tidak sefaham dengannya dianggap kafir, padahal ia tidak memiliki satupun kriteria mujtahid, demi Allah sepersepuluh satupun tidak punya. Namun pemikiran sesatnya itu sudah merajalela, “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un”.
    Muhammad bin Abdul Wahhab mempunyai ajaran sesat bahwa ziarah maqam dan tawassul merupakan perbuatan syirik. Begitu juga dengan upacara maulid maupun dzikir- dzikir ala tarekat sufi. Konsentrasinya adalah hal-hal prinsip dalam akidah umat Islam.
    Jeleknya, ia justru mengaku sebagai reformis yang menegakkan purifasi tauhid sehingga memperoleh jumlah pengikut yang cukup besar. Salah seorang pendukungnya adalah Muhammad bin Su’ud yang konon berasal dari kaum Musailamah al-Kadzab. Hal itu membuat para ulama setempat semakin serius melakukan berbagai penyanggahan, termasuk saudara kandungnya sendiri, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab melalui dua karya tulis berjudul “al-Shawa’iq al-Ilahiyah fi al-Raddi ala al-Wahhabiyah” dan “Fashl al- Khithab fi al-Raddi ala Muhammad bin Abdil Wahhab”.
    Tak terkecuali Syeikh Muhammad al-Kurdi, guru terbesar Muhammad bin Abdul Wahhab yang secara tegas mengatakan: “Wahai Muhammad bin Abdul Wahhab, demi Allah aku menasehatimu, hentikanlah ulahmu terhadap umat Islam. Apabila kau menemukan seseorang meyakini suatu pengaruh dari selain Allah, maka luruskanlah keyakinannya secara baik-baik dan sebutkan dalil-dalilnya bahwa Allah lah yang mempengaruhi. Apabila ia masih dalam kesesatan, maka kekufurannya dari dan untuk dirinya. Janganlah kamu seenaknya mengkafirkan mayoritas umat yang hidup di dunia, karena itu akan mengantarmu ke neraka”.
    Setelah merincikan sisi-sisi historis, Syeikh Ahmad bin Dahlan al-Makki selanjutnya menyimpulkan bahwa fitnah golongan wahabi yang digagas Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan suatu musibah dan malapetaka terbesar yang pernah menimpa umat Islam sepanjang sejarah. Bagi beliau, virus-virus wahabi sebetulnya telah diisyaratkan dalam banyak riwayat hadits sebagai peringatan untuk berhati-hati agar tidak mudah ditipu dan dipermainkan.
    Ironinya, golongan wahabi belakangan ini sengaja merubah namanya menjadi golongan salaf atau golongan sunni. Dua nama ini sama sekali tidak pantas bagi mereka yang sudah jelas-jelas sesat di mata jumhur. Terlebih nama “salaf shalih” yang berarti “pendahulu yang saleh”.
    Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah orang saleh dan bukan pula pengikut para ulama terdahulu. Syeikh Muhammad Sa’id Ramadlan al-Buthi, ulama Syiria, menegaskan dalam kitabnya “al Salafiyah” bahwa kata salaf hanya teruntukkan bagi mereka para pendahulu yang hidup di masa yang berbarokah, bukan untuk menjadi sebuah nama bagi golongan khawarij modern yang sesat.
    Begitu juga dengan nama “sunni”, penamaan tak senonoh ini mengklaim bahwa mayoritas umat Islam di atas permukaan bumi tidak tergolong Ahlussunnah wal Jamaah, semisal kelompok asy’ari, maturidi maupun sufi, karena tidak sejalan dengan wahabi. Penamaan salafi dan sunni sebetulnya hanyalah upaya menutupi diri untuk memperbanyak massa. Itulah jeleknya wahabi.
    Mungkin pembaca keberatan bila sosok populer seperti Muhammad bin Abdul Wahhab (yang buku-bukunya terjual laris manis di mana-mana) ditentang secara berlebihan. Rasa keberatan itu merupakan bukti terkuat bahwa pembaca sama sekali belum mengenal siapa Muhammad bin Abdul Wahhab. Pro-kontra damai antar ulama merupakan sebuah keniscayaan yang perlu kita hargai, akan tetapi Muhammad bin Abdul Wahhab adalah pengecualian terpenting, karena ia bukan ulama, ia hanyalah manusia goblok yang terlanjur di-ulama-kan oleh orang-orang goblok sok pintar. Syeikh Muhammad Mutawali al-Sya’rowi adalah salah seorang ulama masyhur kontemporer yang secara tegas menjuluki “goblok sok pintar” kepada orang-orang wahabi.
    Sungguh banyak karya para ulama seputar kesesatan Muhammad bin Abdul Wahhab dan ajaran ajarannya. Antara lain kitab “al-Wahhabiyyun wal Buyut al-Marfu’ah” karya Syeikh Muhammad Ali al-Kardistani, “al-Wahhabiyah wa al-Tauhid” karya Syeikh Ali al-Kaurani, “al-Wahhabiyah fi Shuratiha al-Haqiqiyah” karya Syeikh Sha’ib Abdul Hamid, “al-Durar al-Saniyah fi al-Raddi ala al-Wahhabiyah” karya Syeikh Ahmad bin Zaini Dahlan, “Kasyf al- Irtiyab fi Atba’ Muhammad bin Abdil Wahhab” karya Syeikh Muhsin al-Amin, “Hadzihi Hiya al-Wahhabiyah” karya Syeikh Muhammad Jawwad, dan masih banyak lagi kitab-kitab terpercaya lainnya.
    Mufti Mesir, Syeikh Ali Jum’ah al-Syafi’i dalam sebuah fatwanya menegaskan, kelompok wahabi gemar menipu umat dan menyembunyikan kebenaran demi kepentingan politik. Kelompok wahabi sangat anti kepada hadits-hadits dha’if namun di waktu yang sama mereka mendha’ifkan bahkan memaudhu’kan semua hadits yang tak sehaluan dengan pemikiran-pemikiran mereka. Syeikh Ali Jum’ah amat menyayangkan kelompok wahabi yang mengharamkan dzikir berjamaah, dzikir berdiri, dzikir isim mufrad, memuji Rasul, shalat di masjid yang ada maqamnya, bersumpah demi Rasul, menggunakan tasbeh, dan masih banyak lagi korban pengharaman orang-orang bodoh seperti mereka. Mungkin yang halal bagi mereka hanyalah darah orang-orang yang tak sependapat dengan mereka..!!
    Senada dengan Habib Ali al-Jufri, ulama negeri Yaman yang sangat mengenal kelompok wahabi. Beliau mengatakan, wahabi jelas-jelas membenci Rasulullah SAW. dan mengkafirkan kedua orangtua Rasul serta paman beliau, Saidina Abu Thalib, seolah-olah mereka telah duduk santai di surga lalu menengok siapa saja penghuni neraka. Menurut Habib Ali al-Jufri, misi wahabi tiada lain menjauhkan hati umat dari cinta Rasul Saw. sebab musuh-musuh Islam tak mampu melakukannya secara terang-terangan.
    Pembaca dapat membuktikan dengan mudah kebencian wahabi terhadap Rasulullah Saw. dan agama Islam. Selain mengkafirkan orangtua Rasul, mereka juga merendahkan martabat Ahlul Bait, menyalahkan sahabat, mengharamkan tabarruk, maulid, tawassul, pujian kepada Rasul, lalu memusnahkan jejak-jejak Rasul, membatasi dan menghalangi ziarah maqam Rasul, mendha’ifkan atau memaudhu’kan banyak hadits shahih, dan seterusnya.
    Penulis bukan yang pertama kali berbicara tentang kedoknya Muhammad bin Abdul Wahhab.
    Jutaan tokoh terpercaya dari seluruh penjuru dunia, baik terdahulu maupun masa kini, sudah banyak mengupas problema ini sampai tuntas dan dari segala sisi yang terkait. Kita kemana saja selama ini?! dan kenapa masih saja buta?! Jangan sok fair deh!. Ribuan ulama Ahlussunnah wal Jamaah yang jauh lebih pintar dari anda sudah tegas-tegas melawan dan menentang Muhammad bin Abdul Wahhab. Anda pemilik blog ini sendiri siapa ?!

    Dalam sebuah diskusi di Paramadina, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut kelompok wahabi sebagai kelompok yang memiliki rasa rendah diri yang sangat tinggi. Kelompok ini kemudian menutupi rasa rendah dirinya dalam bentuk mental mudah tersinggung, gampang mengkafirkan orang dan aksi-aksi kekerasan. Mereka menganggap diri dan kelompoknya lah yang memiliki otoritas kebenaran sejati. Kelompok-kelompok lain adalah kafir, penghuni neraka dan kalau perlu harus dimusuhi bahkan dibasmi.
    Belakangan, ciri-ciri rasa rendah diri seperti dikemukakan Gus Dur itu mudah ditemui dalam praktik fatwa sesat, pengusiran, teror dan pembakaran rumah-rumah kelompok keagamaan di Indonesia yang mereka anggap sesat. Tentu saja mereka tidak mewakili umat Islam secara keseluruhan. Meski terus sesumbar mewakili aspirasi kelompok mayoritas umat, kenyataannya mereka segelintir saja.
    Ideologi yang dikembangkan kelompok yang gemar mengkafirkan dan mengeluarkan fatwa sesat ini sekarang dianut Kerajaan Arab Saudi, bahkan kebanyakan pengamat mengatakan bahwa hampir semua gerakan Islam garis keras dewasa ini merupakan bagian dari atau setidaknya dipengaruhi oleh kelompok Wahabi. Ideologi inilah yang dianut secara resmi oleh Taliban di Afganistan dan jaringan al-Qaidah yang beberapa tahun ini aktif melakukan kegiatan teror di pelbagai belahan dunia.
    Gus Dur menyebut kelompok Wahabi memiliki rasa rendah diri yang sangat besar karena ideologi ini berasal dari satu wilayah pinggiran di jazirah Arab, yaitu Najd. Kota Najd adalah satu wilayah yang dalam sejarah Islam tidak pernah memunculkan intelektual atau pemimpin Islam yang diakui. Wilayah ini malah terkenal sebagai wilayah yang kerap melahirkan para perampok suku Badui. Nabi sendiri mengakuinya dalam salah satu hadits. Orang-orang Najd juga adalah kelompok orang yang paling akhir masuk Islam.
    Bahkan Najd melahirkan tokoh oposan terhadap Nabi Muhammad yang amat terkenal: Musailamah al-Kadzab (Musailamah Sang Pembohong). Musailamah mendeklarasikan diri sebagai nabi pesaing untuk menandingi popularitas kenabian Saidina Muhammad Saw. saat itu.
    Selain Wahabi, ideologi garis keras pada masa-masa awal Islam, Khawarij, juga didirikan orang-orang Najd. Banyak pengamat menyimpulkan bahwa Wahabisme sebenarnya hanyalah bentuk baru dari ideologi Khawarij. Orang-orang Khawarij lah yang mempopulerkan konsep pengkafiran dan bahkan pembunuhan terhadap mereka yang tidak setuju dengan pendapatnya. Kelompok inilah yang kemudian membantai sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, Saidina Ali bin Abi Thalib, dan melancarkan aksi yang sama terhadap Gubernur Damaskus saat itu, Saidina Amr Bin Ash.
    Kaum Wahabi menjadi kekuatan yang destruktif ketika mereka melakukan aliansi mengejutkan dengan sekelompok bandit pimpinan Muhammad bin Su’ud dari wilayah Dir’iyah. Sejak saat itulah kaum Wahabi terus melancarkan intimidasi dan teror dalam bentuk pengkafiran dan pembantaian terhadap orang-orang yang mereka anggap kafir.
    Arab Saudi lalu mereka kontrol sampai saat ini sehingga menjadi negara yang paling tertutup dan paling tidak bebas di seluruh dunia.
    Wahabi kemudian juga dikenal sebagai gerakan anti ilmu pengetahuan dan menjadi salah satu sumber keterbelakangan umat Islam. Mereka menolak apapun yang baru, seperti teknologi dan jaringan informasi, karena itu dianggap bid’ah. Dengan tegas mereka menolak demokrasi. Mereka mengurung perempuan di dalam rumah. Mereka mengharamkan nyanyian. Mereka membenci kesenian. Memanjangkan jenggot bagi laki-laki dewasa adalah kewajiban. Buku-buku tasawuf dan filsafat yang merupakan salah satu warisan kekayaan intelektual Islam dianggap barang haram. Praktek kehidupan sosial seperti ini tampak nyata dalam kehidupan masyarakat Afganistan di bawah kekuasaan Taliban yang berideologi Wahabisme.
    Dengan keuntungan minyak yang masih mengucur sampai hari ini, penguasa Saudi sukses mengekspor ideologi Wahabi ke seluruh pelosok dunia, tidak hanya ke negara-negara Islam, melainkan juga ke Eropa dan Amerika. Menurut Hamid Alghar, kelompok ini berhasil meraih pengikut sekitar 10% dari keseluruhan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Anak-anak muda yang menyediakan diri menjadi martir dalam kegiatan bom bunuh diri di Eropa dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun ini, sebetulnya datang dari generasi yang benar-benar terdidik secara Barat. Tapi, ideologi yang diekspor penguasa telah menggerakkan mereka untuk melakukan aksi terorisme.
    Keluarga Su’ud yang kini menguasai otoritas politik dan agama di Arab Saudi sesungguhnya bukanlah keluarga yang dikenal saleh, kalau tidak dapat disebut kurang bermoral. Stephen Sulaiman Schwartz menyebut keluarga keluarga Su’ud sangat gemar menghambur-hamburkan kekayaan Saudi untuk keperluan judi dan main perempuan.
    Dengan kelakuan semacam itu, jumlah pangeran Saudi saat ini ditaksir mencapai 4000 orang. Artinya, seorang raja yang memiliki ratusan isteri dan selir bukanlah dongeng belaka di Arab Saudi.
    Schwartz menyebut dukungan terhadap Wahabisme yang dilakukan penguasa Saudi adalah bentuk pengelabuan atas praktek tak bermoral yang mereka lakukan. Ideologi yang disebarkan oleh keluarga mantan bandit inilah yang kemudian dianut, atau setidaknya mempengaruhi kelompok Islam Indonesia yang belakangan gemar mengkafirkan dan mengeluarkan fatwa sesat terhadap mereka yang berbeda pendapat.
    Pengetahuannya terhadap Islam dan sejarahnya tidak mendalam, bahkan mereka bukan orang-orang yang cukup religius. “Saya percaya bahwa kekerasan bukanlah pantulan dari religiositas seseorang atau sekelompok orang. Mungkin, rasa rendah diri itulah yang justru mendatangkan brutalisme” ungkap Saidiman dalam sebuah artikel liberalnya.
    Sedangkan Abdul Moqsith Ghazali, ia mengemukakan, gerakan untuk mewahabikan umat Islam Indonesia tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Para aktifis wahabisme cukup agresif dalam mengkampanyekan pikiran-pikiran dan ideologi para imamnya. Mereka bukan hanya memekikkan khutbah wahabisme dari dalam masjid-masjid mewah di kota-kota besar seperti Jakarta, melainkan juga blusukan ke pedalaman dan dusun-dusun di Indonesia. Ada tengara bahwa orang-orang yang berhimpun dalam ormas keagamaan Islam moderat pelan tapi pasti kini mulai terpengaruh dan terpesona dengan gagasan- gagasan wahabisme yang sebagian besar berjangkar pada pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab.
    Memang, pada awalnya wahabisme berdiri untuk merampingkan Islam yang sarat beban kesejarahan. Ia ingin membersihkan Islam dari beban historisnya yang kelam, yaitu dengan cara mengembalikan umat Islam kepada induk ajarannya, al-Qur’an dan al- Sunnah. Seruan ini mestinya sangat positif bagi kerja perampingan dan purifikasi itu. Tapi, ternyata wahabisme tidaklah seindah yang dibayangkan. Di tangan para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab yang fanatik dan militan, implementasi ideologi wahabisme kemudian terjatuh pada tindakan kontra produktif. Di mana-mana mereka menyebarkan tuduhan bid’ah kepada umat Islam yang tidak seideologi dengan mereka. Bahkan, tidak jarang mereka mengkafirkan dan memusyrikkan umat Islam lain.
    Kini mereka mulai merambah kawasan Indonesia, melakukan wahabisasi di pelbagai daerah. Mereka mencicil ajaran-ajarannya untuk disampaikan kepada umat Islam Indonesia. Ada beberapa ciri cukup menonjol yang penting diketahui dari gerakan wahabisasi itu.
    Pertama, mereka mempersoalkan dasar negara Indonesia dan UUD ’45. Mereka tidak setuju, Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini dipandu oleh sebuah pakem sekular, hasil reka cipta manusia yang relatif bernama Pancasila.
    Menurut mereka, Pancasila adalah ijtihad manusia dan bukan ijtihad Tuhan. Semboyan mereka cukup gamblang bahwa hanya dengan mengubah dasar negara, dari Pancasila ke Islam, Indonesia akan terbebas dari murka Allah. Mereka lupa bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat Islami. Tak tampak di dalamnya hal-hal yang bertentangan dengan Islam.
    Kedua, mereka menolak demokrasi karena demokrasi dianggap sebagai sistem kafir. Mereka menolak dasar-dasar HAM yang sesungguhnya berpondasikan ajaran Islam yang kukuh. Mereka mengajukan keberatan terhadap konsep kebebasan beragama, kebebasan berpikir, dan sebagainya. Menurut mereka tidak ada hak asaski manusia (HAM), yang ada hanyalah hak asasi Allah (HAA).
    Ketiga, mereka berusaha bagi tegaknnya partikular-partikular syariat dan biasanya agak abai terhadap syariat universal, seperti pemberantakan KKN dan sebagainya. Ini misalnya tampak dari sikap tidak kritis kelompok wahabi terhadap ketidakberesan yang telah lama berlangsung di lingkungan kerajaan Saudi sendiri, sistem pemerintahan yang disokong demikian kuat oleh kelompok Wahabi. Kelompok Wahabi cukup puas ketika shalat berjemaah diformalisasikan. Sementara, bersamaan dengan itu, kejahatan terhadap kemanusiaan terus berlangsung, tanpa interupsi dari mereka.
    Keempat, mereka juga intensif menggelorakan semangat penyangkalan atas segala sesuatu yang berbau tradisi. Kreasi-kreasi kebudayaan lokal dipandang bid’ah, takhyul dan khurafat yang mesti diberantas. Dahulu dan sampai sekarang, orang-orang NU dan NW mendapat serangan bertubi-tubi dari para pengikut wahabisme itu.
    Empat hal itu adalah refrain yang kini rajin diulang-ulang oleh kelompok Wahabi Indonesia. Pokok-pokok tersebut adalah sebagian dari juklak wahabisme yang telah lama disusun di Saudi, dan kemudian dipaketkan secara berangsur dan satu arah ke Indonesia.

  125. Gan mkasih sebelumnya tapi ane mau komen soal tulsan yg ini #Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah seorang yang paling mulia dari seluruh makhluk Allah, namun Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam tidaklah mengetahui ilmu ghaib kecuali apa yang telah diwahyukan kepadanya.
    قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا ﴿٢٥﴾ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
    “Dia (Allah) yang mengetahui ilmu ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan seseorangpun tentang yang ghaib kecuali dari para rasul yang diridhai-Nya”. (Al Jin: 25-26)
    Ane mau komen tulisan yg klo nabi tidaklah mengetahui ilmu gaib selain apa yg di wahyukanya# skarang kita ralat klo nabi ga tau ilmu gaib manamungkin dia bisa liat malaikat jibril yg kasih kirim wahyu kpd beliau saw. Nah trus juga klo klo nabi ga tau ilmu gaib gmn bisa beliau isra miraj. Nah ciba di pikir mateng lg + agan cari guru yg bener biar bisa bikin wab yg ngebantu umat ya minimal guru agan habib dah baru deh ane yakin klo apa yg agan tulis itu bener mesik agan tempel ayat al quranul karim yg ga akan salah tpi agan manusia tanpa agan belajar sama pewaris keluarga nabi jangan sembarangan dah buka kitab apa lg orang yg baca itu awam tentang islam dan ahlulbait (pewaris keluarga nabi) jd klo guru agan masih kiayi mah jng sembarangan ya buka kitab. Assalamualaikum


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s