Perang Libanon vs Israel, Arab Saudi Kok Diam?

DARI NASHIR AL-‘UMAR KEPADA NASHRULLAH; KISAH SEBUAH KEPAHLAWANAN PALSU


Dr. Nashir ibn Sulaiman al-‘Umar (Penasehat Umum situs almoslim.net)
Diterjemahkan oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin

Dari penerjemah: 

Belakangan ini, sebagian (besar) kaum muslimin banyak yang bersikap tidak simpatik, bahkan melontarkan tuduhan keji kepada para ulama yang berusaha mengingatkan umat Islam terhadap rencana keji kaum Syiah-Shafawis (Iran) dan Hizbullah di Lebanon. Mereka dituduh sebagai antek Amerika dan Israel, dan semacamnya.  Dalam sebuah situs Islam di Indonesia misalnya muncul pertanyaan seperti ini: 

Perang Libanon v.s. Israel, Arab Saudi Kok Diam?

Senin, 31 Jul 06 11:25 WIBKirim Pertanyaan | Kirim temanAssalamu’alaikum Wr. Wb.Pak Ustadz, langsung saja. Saya sedih kok negara-negara yang termasuk dalam liga Arab terutama Arab Saudi diam seribu bahasa, tidak ada tindakan apapun. Apa ini yang disebut dengan hadist Rasullulah: bahwa ketika orang Islam sudah cinta dunia dan takut mati. Takut berperang dengan Bangsa (Iblis) Israel. Saya tidak tidak mau mencantumkan beberapa hadist tentang “ketakutan” untuk perang dengan bangsa Israel, semua hadist tentang Israel alias Yahudi sangat relevan…. BAHWA ORANG-ORANG ARAB, KUWAIT..

 dan lain-lain yang sudah kaya raya takut

MEMBELA SAUDARA KITA DI LIBANON, KARENA MEREKA SUDAH DILIPUT PERASAAN CINTA DUNIA.. TAKUT MATI….. MANA FATWA-FATWA ULAMA ARAB SAUDI SEPERTI SYEKH AL-BANNI TENTANG FATWA TENTANG BANGSA ISRAEL….

jangan-jangan Arab Saudi, Kuwait dkk. juga mendukung ISRAEL untuk menggempur LIBANON dan PALESTINA yang sangat tidak setuju dengan perjuangan HAMAS dan HIZBULLAH.Mohon bahasan khusus Ustadz tentang permasalahan konflik Timur-Tengah. Terima kasih.Wassalam,Le’ Miun 

Tentu saja, “kegelisahan” semacam ini harus dijawab. Bahwa jihad melawan Israel Yes, tapi Hizbullah no! Dan tulisan Prof. DR. Nashir al-‘Umar berikut ini semoga dapat membuka wawasan dan kesadaran baru buat kita semua untuk lebih memahami yang sesungguhnya, dan tidak tersihir oleh apa yang nampak di permukaan. Selamat membaca!

  

Kita sungguh tidak tahu apa yang paling membuat kita bersedih…dengan semua pemandangan keji yang telah dan akan dilakukan oleh Bangsa Yahudi-Zionis sejak dua pekan belakangan dan hingga kini di Lebanon…dimana stasiun-stasiun televisi menampilkan tayangan-tayangan yang sungguh memilukan hati. Yang paling akhir diantaranya adalah pembantaian Qana, yang dilakukan terhadap anak-anak tak berdosa, kaum wanita dan pria yang tak berdaya. Mereka dalam seketika menjelma menjadi “bahan bakar” untuk sebuah perang yang sungguh-sungguh gila…

 Apakah kita menyedihkan itu semua, atau menyedihkan sikap mayoritas bangsa Arab dan kaum muslimin yang kini terus bertepuk tangan –hingga tangan-tangan itu patah-tanpa sadar, meneriakkan yel-yel dukungan hingga kerongkongan mereka nyaris robek; semuanya ditujukan untuk pemimpin dan kelompok perlawanan palsu dan meragukan, yang sengaja menyalakan api perang untuk tujuan yang kita sendiri tidak tahu mana yang benar dan mana yang dusta…tapi satu hal yang pasti kita ketahui adalah bahwa kemerdekaan Palestina tidak termasuk dalam tujuan perang itu… 

Bila orang-orang yang bertepuk tangan untuk Hizbullah itu katakanlah tidak mempersoalkan hubungan-hubungan asing dan meragukan yang selama ini dilakoni oleh kelompok ini –dengan semua tujuan-tujuan tersembunyinya-; apakah mereka juga sepakat dengan ide gila yang Hizbullah lakukan demi membebaskan dua tawanan –yang tidak jelas apakah masih hidup atau mati-, yang akibatnya menghancurkan bulat-bulat sebuah negara bernama Lebanon, hingga sepertiga penduduknya  mengungsi dan lebih dari 600 putra-putranya terbunuh??

Lalu dengan seenaknya, Si Panglima Hizbullah itu keluar dari tempat persembunyiannya untuk menenangkan kita, bahwa ia masih selamat, dan kader-kader serta persenjataan mereka juga masih selamat!!!

Maka hampir semua orang kemudian bergembira menyambut pemunculannya. Mereka terus menantinya di depan layar kaca, mendengarkan orasi-orasinya yang menyihir, ikut serta mencium aroma kemenangan yang dibicarakannya; lalu setelah itu, mereka pun merasa sudah cukup menunaikan kewajiban solidaritas mereka terhadap Lebanon, untuk kemudian larut kembali dalam aktifitas mereka sehari-hari.

Biarlah sebuah negri berjalan menuju kehancurannya, biarlah rumah-rumah itu hancur lebur menjatuhkan reruntuhannya kepada penghuninya sendiri, biarlah sebuah negri menjelma persis seperti sosoknya seratus tahun yang lalu…sebab semua itu tidaklah menjadi soal, selama Hizbullah tetap berdiri, dan selama Sang Pemimpinnya masih tetap hidup…sebab dengan begitu, berarti kita telah menang!!!

Manusia-manusia yang terlena itu kemudian terus larut dalam tepuk tangan mereka, sembari menghirup aroma kemenangan yang palsu dan mengangkat  “tokoh-tokoh idola” di atas kepala mereka, tanpa pernah sekalipun bertanya:

 Siapa sesungguhnya yang memimpin peperangan ini?Apa yang akan terjadi sesudahnya?Apa sebenarnya kemenangan yang dijanji-janjikan itu?Kapan ia akan terwujud?Dan siapa yang akan memetik buahnya? 

Jika saja kita menengok sejenak ke belakang, kepada sebuah peristiwa yang terjadi sebelum kekejian-kekejian hari ini, kita akan melihat bagaimana rakyat bangsa-bangsa Arab dari kawasan Teluk hingga Laut Merah, semuanya berjalan kompak meneriakkan dukungan kepada Presiden Gamal Abd al-Nasser, mengagungkannya sebagai pahlawan yang dijanjikan…Saat itu, tidak seorang pun berani melontarkan kritik kepadanya, atau meremehkan “kepahlawanan” dan perlawanannya terhadap Yahudi; sebab siapa yang melakukan itu, maka ia pasti seorang “pengkhianat” dan antek Yahudi. Atau paling minimal, ia akan disebut sebagai orang yang tidak mempunyai fikih waqi’ (pemahaman akan realitas), tidak memahami tabiat peperangan, tidak mempunyai rasa solidaritas terhadap umat…persis seperti yang dikatakan banyak orang saat ini!! Yah, Persis seperti itu pula yang dikatakan hari ini kepada setiap orang yang menyerang Hizbullah dan menyingkap konspirasi jahat mereka!!

Lalu apa akibatnya??

Sebuah kekalahan yang sangat menyedihkan bagi pasukan Gamal Abd al-Nasser, dan juga bagi seluruh bangsa Arab, hingga menyebabkan mereka sungguh-sungguh terpuruk!!

Dan, setelah 40 tahun berlalu dari peristiwa itu…apakah semua peristiwa itu mengubah bangsa-bangsa Arab sedikit saja??

Kita sungguh khawatir jika jawabannya adalah: “Tidak! Mereka belum berubah sedikit pun!”

Bahkan mungkin keadaannya telah berubah menjadi lebih buruk dari itu semua!

 5-7-1427 H

19 Comments

  1. memang Saudi itu anteknya Israel
    terbukti ketika Iraq di bawah Saddam yang sangat getol melawan Israel dan Mendukung Pelestian itu justeru dilawan oleh mereka(Saudi-red) dengan memberikan dukungan kepada Amerika meluluhlantakkan Iraq…
    Saudi lebih sayang kepada Amerika yang Kafir ketimbang Palestina yang Muslim

    • ISRAEL HANJIG,,,,PEGI MAMPUS!!!

  2. aslmkm… bangsa arab saudi pengecut melawan yahudi laknatullah…
    saya dukung iran untuk berperang melawan yahudi dan as…
    dan saya dukung indonesia apabila membuat nuklir…
    jihad terbesar adalah perang di medan pertempuran
    hidup aswaja

  3. Ya udah bang muslim ma bang wahyu tunggu apa lagi? katanya jihad yang sesungguhnya adalah perang di medan tempur..segera berangkatlah kesana, jangan hanya sekedar semangat dan kata2 saja, tapi realita tak ada..Kalo ana, masih menunggu fatwa para ulama kabair di saudi arabia dan negeri2 islam lainnya..ana gak mau tergesa2 angkat senjata, tanpa jelas terlebih dahulu siapa membela siapa? membela islam kah? ana khawatir tar udah meninggal dengan keyakinan menghadapa ALLAH sebagai syuhada, ternyata malah bukan…Bangsa ini memang alhamdulillah semangat keislamannya masih baik, hanya saja suka keburu2..Penyerbuan WTC misalnya,apakah ada dalil yang membolehkan bunuh diri dalam peperangan? ana juga tidak sependapat kalau islam dikatakan teroris..tapi lagi2 ana mengajak, kenapa kita selalu bersikap tanpa memperhatikan rambu2 AL-QUR’AN dan AS-SUNNAH..Pertanyaan ana juga ajukan, kenapa sempat ada fatwa memboikot produk2 amerika? bukankah blum jelas apakah keuntungan perusahaan tersebut untuk perang melawan islam? jangan terlalu cepat mengharamkan apa yang halal, kecuali berdasarkan al-qur’an dan as-sunnah..bukankah muamalah jual beli dengan orang kafir tidak diharamkan? kecuali telah nyata faktanya dana dari jual beli itu untuk mendukung perlengkapan perang mereka..lagipula kenapa mengharamkan produk2 amerika hanya setengah2, apakah yang sekiranya bermanfaatan untuk kepentingan pribadi tidak diharamkan? seperti misalnya hp motorola..sekali2 jangan demikian, cobalah jeli meliat setiap kasus..

    • betul.. israel jika damai.. kiamat bro

  4. salafy lo mau tau ngga kalo WTC itu hanya skandal buatan AS untuk menyerang AFGHANISTAN, NEGARA kafir itu mengatakan bahwa ada osama bin laden dan negara kafir itu melululantahkan AFGHANISTAN hingga berjatuhan korban jiwa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. @toms
    MAS….. Kalo ngomong itu pake hujjah……….
    Anggaplah WTC itu rekayasa AS, tapi disini bukan ngomongin WTC akan tetapi tentang bom bunuh dirinya baik itu di Palestine sendiri, Pakistan, Kabul, Iraq dll.

  6. Menurut logika yang sehat, seharusnyalah Kerajaan Saudi Arabia menjadi pemimpin bagi Dunia Islam dalam segala hal yang menyangkut keIslaman. Pemimpin dalam menyebarkan dakwah Islam, sekaligus pemimpin Dunia Islam dalam menghadapi serangan kaum kuffar yang terus-menerus melakukan serangan terhadap agama Allah SWT ini dalam berbagai bentuk, baik dalam hal Al-Ghawz Al-Fikri (Serangan Pemikiran dan Kebudayaan) maupun serangan Qital.

    Seharusnyalah Saudi Arabia menjadi pelindung bagi Muslim Palestina, Muslim Afghanistan, Muslim Irak, Muslim Pattani, Muslim Rohingya, Muslim Bosnia, Muslim Azebaijan, dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Tapi yang terjadi dalam realitas sesungguhnya, mungkin masih jadi pertanyaan banyak pihak. Karena harapan itu masih jauh dari kenyataan.

    Craig Unger, mantan deputi director New York Observer di dalam karyanya yang sangat berani berjudul “Dinasti Bush Dinasti Saud” (2004) memaparkan kelakuan beberapa oknum di dalam tubuh kerajaan negeri itu, bahkan di antaranya termasuk para pangeran dari keluarga kerajaan.

    “Pangeran Bandar yang dikenal sebagai ‘Saudi Gatsby’ dengan ciri khas janggut dan jas rapih, adalah anggoa kerajaan Dinasti Saudi yang bergaya hidup Barat, berada di kalangan jetset, dan belajar di Barat. Bandar selalu mengadakan jamuan makan mewah di rumahnya yang megah di seluruh dunia. Kapan pun ia bisa pergi dengan aman dari Arab Saudi dan dengan entengnya melabrak batas-batas aturan seorang Muslim. Ia biasa minum Brandy dan menghisap cerutu Cohiba, ” tulis Unger.

    Bandar, tambah Unger, merupakan contoh perilaku dan gaya hidup sejumlah syaikh yang berada di lingkungan kerajaan Arab Saudi. “Dalam hal gaya hidup Baratnya, ia bisa mengalahkan orang Barat paling fundamentalis sekali pun. ”

    Bandar adalah putera dari Pangeran Sultan, Menteri Pertahanan Saudi. Dia juga kemenakan dari Raja Fahd dan orang kedua yang berhak mewarisi mahkota kerajaan, sekaligus cucu dari (alm) King Abdul Aziz, pendiri Kerajaan Saudi modern.

    Bukan hanya Pangeran Bandar yang begitu, beberapa kebijakan dan sikap kerajaan terakdang juga agak membingungkan. Siapa pun tak kan bisa menyangkal bahwa Kerajaan Saudi amat dekat—jika tidak bisa dikatakan sekutu terdekat—Amerika Serikat. Di mulut, para syaikh-syaikh itu biasa mencaci maki Zionis-Israel dan Amerika, tetapi mata dunia melihat banyak di antara mereka yang berkawan akrab dan bersekutu dengannya.

    Barangkali kenyataan inilah yang bisa menjawab mengapa Kerajaan Saudi menyerahkan penjagaan keamanan bagi negerinya—termasuk Makkah dan Madinah—kepada tentara Zionis Amerika.

    Bahkan dikabarkan bahwa Saudi pula yang mengontak Vinnel Corporation di tahun 1970-an untuk melatih tentaranya, Saudi Arabian National Guard (SANG) dan mengadakan logistik tempur bagi tentaranya. Vinnel merupakan salah satu Privat Military Company (PMC) terbesar di Amerika Serikat yang bisa disamakan dengan perusahaan penyedia tentara bayaran.

    Ketika umat Islam dunia melihat pasukan Amerika Serikat yang hendak mendirikan pangkalan militer utama AS dalam menghadapi invasi Irak atas Kuwait beberapa tahun lalu, maka hal itu tidak lepas dari kebijakan orang-orang yang berada dalam kerajaan tersebut.

    Langkah-langkah ‘mengejutkan’ yang diambil pihak Kerajaan Saudi tersebut sesungguhnya tidak “mengejutkan’ bagi yang tahu latar belakang berdirinya Kerajaan Saudi Arabia itu sendiri. Tidak perlu susah-sudah mencari tahu tentang hal ini dan tidak perlu membaca buku-buku yang tebal atau bertanya kepada profesor yang sangat pakar.

    Pergilah ke tempat penyewaan VCD atau DVD, cari sebuah film yang dirilis tahun 1962 berjudul ‘Lawrence of Arabia’ dan tontonlah. Di dalam film yang banyak mendapatkan penghargaan internasional tersebut, dikisahkan tentang peranan seorang letnan dari pasukan Inggris bernama lengkap Thomas Edward Lawrence, anak buah dari Jenderal Allenby (jenderal ini ketika merebut Yerusalem menginjakkan kakinya di atas makam Salahuddin Al-Ayyubi dan dengan lantang berkata, “Hai Saladin, hari ini telah kubalaskan dendam kaumku dan telah berakhir Perang Salib dengan kemenangan kami!”).

    Film ini memang agak kontroversial, ada yang membenarkan namun ada juga yang menampiknya. Namun produser mengaku bahwa film ini diangkat dari kejadian nyata, yang bertutur dengan jujur tentang siapa yang berada di balik berdirinya Kerajaan Saudi Arabia.

    Konon kala itu Jazirah Arab merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, sebuah kekhalifahan umat Islam dunia yang wilayahnya sampai ke Aceh. Lalu dengan bantuan Lawrence dan jaringannya, suatu suku atau klan melakukan pemberontakan (bughot) terhadap Kekhalifahan Turki Utsmaniyah dan mendirikan kerajaan yang terpisah, lepas, dari wilayah kekhalifahan Islam itu.

    Bahkan di film itu digambarkan bahwa klanSaud dengan bantuan Lawrence mendirikan kerajaan sendiri yang terpisah dari khilfah Turki Utsmani. Sejarahwan Inggris, Martin Gilbert, di dalam tulisannya “Lawrence of Arabia was a Zionist” seperti yang dimuat di Jerusalem Post edisi 22 Februari 2007, menyebut Lawrence sebagai agen Zionisme.

    Sejarah pun menyatakan, hancurnya Kekhalifahan Turki Utsmani ini pada tahun 1924 merupakan akibat dari infiltrasi Zonisme setelah Sultan Mahmud II menolak keinginan Theodore Hertzl untuk menyerahkan wilayah Palestina untuk bangsa Zionis-Yahudi. Operasi penghancuran Kekhalifahan Turki Utsmani dilakukan Zionis bersamaan waktunya dengan mendukung pembrontakan Klan Saud terhadap Kekalifahan Utsmaniyah, lewat Lawrence of Arabia.

    Entah apa yang terjadi, namunhingga detik ini, Kerajaan Saudi Arabia, walau Makkah al-Mukaramah dan Madinah ada di dalam wilayahnya, tetap menjadi sekutu terdekat Amerika Serikat. Mereka tetap menjadi sahabat yang manis bagi Amerika.

    Selain film ‘Lawrence of Arabia’, ada beberapa buku yang bisa menggambarkan hal ini yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain:

    * Wa’du Kissinger (Belitan Amerika di Tanah Suci, Membongkar Strategi AS Menguasai Timur Tengah, karya DR. Safar Al-Hawali—mantan Dekan Fakultas Akidah Universitas Ummul Quro Makkah, yang dipecat dan ditahan setelah menulis buku ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Jazera, 2005)
    * Dinasti Bush Dinasti Saud, Hubungan Rahasia Antara Dua Dinasti Terkuat Dunia (Craig Unger, 2004, edisi Indonesianya diterbitkan oleh Diwan, 2006)
    * Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia (George Lenczowski, 1992)
    * History oh the Arabs (Philip K. Hitti, 2006)

    Sebab itu, banyak kalangan yang berasumsi bawah berdirinya Kerajaan Saudi Arabia merupakan salah satu bentuk ‘pemberontakan’ terhadap Kekhalifahan Islam Turki Utsmani dan diback-up oleh Lawrence, seorang agen Zionis dan bawahan dari Jenderal Allenby yang sangat Islamofobia. Mungkin realitas ini juga yang sering dijadikan alasan, mengapa Arab Saudi sampai sekarang agak kurang peranannya sebagai pelindung utama bagi Kekuatan Dunia Islam, wallahu a’lam.

  7. to :King saudi and you
    Please, give the sympathy (just with your statement) to palestine however you are a big big looser ever.

  8. sekali lagi deh, solusi yang mas admin sarankan apa??

  9. Assalamu ‘alaikum…, Solusinya adalah apa yang diperintahkan Raja Saudi saat ini ketika Gaza di gempur Zionis Yahudi……
    Alhamdulillah, ane denger beberapa kabar dari orang yang berada di saudi arabia…., kalo Penguasa Saudi memerintahkan para imam untuk melakukan qunut nazilah di sholat 5 waktu…..

    Solusi ini bener2 make sense…., daripada demo besar2an seperti di negara2 lain…, jika para wahaby di saudi demonstrasinya pake nazilah…., artinya meminta langsung kepada Alloh Azza wa Jalla…., sedangkan yang demo di negara2 lain seperti indonesia….., meminta kepada PBB, Penguasa Arab…dan negeri lainnya……, padahal yang memberi Manfaat dan Mudhorot hanyalah Alloh Subhanahu wa ta ‘Alla…..silahkan direnungkan ya Abu Mizan….

    dan Simpati from king saud…..? coba deh cari2 lagi berita tentang bantuan saudi untuk palestine…., hargailah walau sedikit….simpati gak harus aksi teatrikal kan….?😀

    mengenai berdirinya negara saudi…., ngak ada bedanya dengan pergantian khilafah sebelumnya-sebelumnya….., perang saudara…..(ingat bukan berarti ana membenarkan perang saudara). dan mungkin ini yang ditakdirkan oleh Alloh untuk menjaga tanah suci dari Penguasa Turki…., yang menggila kesekulerannya……

    mengenai minta bantuan amerika…., sungguh keputusan yang ana sayangkan….., tapi ana yang menyayangkan hal itu nggak tau apa yang harus dilakukan saat itu…jika ana sebagai raja, membiarkan kuwait diserang Saddam(kita tau bagaimana ambisi saddam)? sehingga kekuatan saddam juga membesar, dan Saddam juga jadi ancaman bagi saudi sendiri….., membantu kuwait dengan pasukan saudi…..artinya perang besar2an, padahal ada urusan saudi yang lebih BESAR dari peperangan…..yaitu melayani jama’ah haji dari seluruh dunia…bayangin deh seluruh DUNIA…!!! :D…,
    dan akhirnya keputusan yang diambil pun memang sebuah opsi….
    Iraq sekarang memang luluh lantak dan menyedihkan oleh amerika…., tapi bayangkan bila yang berperang saudi+kuwait vs iraq….., siapa yang luluh lantak….? kita tidak pernah tau…apakah iraq, saudi atau kuwait…atau bahkan tiga2nya? bagaimana dengan anta…?

  10. Anda betul sekali sdr.anggun. Memang kelemahan Saudi adalah terlalu jinaknya thd AS pasca perang teluk. Tp lihatlah dikemudian hari,Insya Allah Arab saudi akan mempelopori kebangkitan Islam yg akan datang, dan akan menghancurkan kaum kafir harbi di jazirh arab. Dan kita hrs yakin bhw kita umat islam bhkan akan menaklukkan kota Roma,spt sabda rosululloh SAW.

  11. Aslkum
    U/ pak wahyu nd muslim haqiqi(smoga allah membri hdayah kpd anda)
    Sya spendapat dgn anak salafy gaul dan sdri anggun.bahwa kita hrs memahami masalah dari akarnya.
    Tentang hizbulloh,tak lain adalah kpanjangan tangan dari misi syi’ah rafidhoh untuk meningkatkan hegemoninya di kawasan teluk.yang mereka jelas bukan dari kalangan sunni(ingat bkan aswaja).
    Dan mengenai arab saudi,ternyata ente belum tahu brapa bnyak bantuan ekonomi yang diberikan kpd dunia islam trmsuk plestina.jd jangan kalian mengolok2 krajn arb saudi jka kalian memang bener2 mengaku saudara seiman.
    Ingat islam lahir dri arab,dan smua urusan agama akan berpusat disana.

  12. Sebenarnya Arab Saudi diam karena Israel merupakan saudara Arab Saudi secara pribadi, karena itu Arab Saudi berdiam diri, jadi jangan kaget

  13. lebih tepatnya Israel merupakan majikan Arab Saudi

  14. knpa gx indonesia nya aja yg perang lwan israel, jgn cma omdo blng israel bngsa kafir,
    km kira mdh klahkn israel, mesir, jordania n suriah aja gx mmpu klh kn israel mlh mrka keok smua,
    indonesia cma omdo, kata nya indonesia ngra islam, tpi knpa gx brani krim tentara buat bantu org arab klh kn israel.

  15. This is a topic that is newar too mmy heart…
    Many thanks! Where are your contact details though?

  16. Awesome post.

  17. This site was… how do I say it? Relevant!!
    Finally I’ve found something that helped me.
    Cheers!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s