Kemuliaan seorang Ibu

sesi tanya jawab kajian uzt syafiq

Berikut resume kisah yg saya sarikan dari sessi salah dua sessi tanya jawab kajian “Bangkai Hidup”.

Sabtu, 23 Mei 2015 M @ Masjid Ar Rahmat, Slipi, Pemateri: Ust. DR Syafiq bin Riza bin Basalamah, Lc MA, hafizhahullah.

Tema Kajian Bangkai Hidup,

Sebelum memulai kajian Ustadz mereview jamaah dengan pertanyaan-pertanyaan kajian sebelumnya seperti Rumah ku masih ngontrak, ½ isi ½ kosong, dll.terlihat antusiame jamaah muda dan tua menjawab pertanyaan ustadz.

Sekitar pukul 10.20-an ustadz menutup sessi kajian dan langsung di lanjutkan sessi tanya jawab.

Pertanyaan diawali dg kertas pertanyaan mengenai diri ustadz “Ustadz!, agar tidak ada ghibah diantara jamaah ikhwan/akhwat , berapakah jumlah istri antum saat ini?

Ustadz muda ini pun menjawab, BENAR ! saat ini saya ada 4 anak dari 1 istri, mohon do’a agar tetap dengan satu istri ini. Sehingga bertasbih lah seluruh jamah terutama jamaah akhwat di lantai bawah. Sehingga ustadz muda ini pun menegaskan agar tidak meng-gibah lagi 🁊 diantara jamaah.

Selanjutnya ada satu pertanyaan dan sungguh jawabannya-lah yang sangat menyentuh hati ribuan jamaah yg hadir. Semua tunduk bersimpuh, khusu’, hening yang terdengar hanya suara lirih ustadz dan isak tangis para jamaah.

Dibacakan lah pertanyaan nya “Ustadz, bagaimana cara agar saya yang di Jakarta, tetap bisa bermuamalah baik kepada orangtua saya yang tinggal di Bogor?”

Ustadz pun menjawab ringan diselipi senyum dan canda khasnya..

“Ya akhi.. ana ini orang jember mau tanya ke hadirin, di Jakarta ada kereta gaks? Cepat kan ya akhi perjalanan kereta ? Ada kan kereta-nya yaa masya Allah.. Naik kereta kan bisa ya akhi.. nggak kayak dulu harus naik Unta.. lama sampainya.. ”

Jama’ah pun tertawa.Intinya saya mencatat kendala jarak dan waktu jangan sampai menjadi kita tidak birrul walidayn dan menjadi bangkai hidup.

Tak bebeberapa detik kemudian, mendadak wajah Ustadz berubah. beliau tertunduk.

Saya yang duduk dibarisan depan tepatnya arah jam 1 melihat dengan jelas beliau merapihkan kertas-kertas tanya jawab yg menumpuk menutupi kitab ustadz dan terlihat matanya berkaca-kaca, sambil tertunduk seakan (ingin menutupi kondisi beliau) namun akhirnya beliau pun angkat bicara dengan suara parau.

“Ana mau cerita kisah nyata yang ana dengar dari syaikh saat menuntut ilmu di Madinah. Semoga ana dan antum semua yg hadir bisa mendapat ibrah & faidah.dari kisah ini.”

Sepasang suami istri, telah menikah 21 tahun lamanya, namun suami ini jarang sekali mengunjungi ibu-nya sendiri kecuali hanya pada hari raya saja.

Di suatu malam istri bertanya, “Wahai Suamiku, tidak inginkah kau keluar malam ini dengan seorang wanita?” Suami terkejut. “bersama seorang wanita? Apa maksudmu? Aku tak mengerti?

Sang istri berkata, “iya, Seorang wanita, Ibu-mu… Ibu-mu, wahai suamiku..”.

Si suami terheran dan terdiam, merenungkan dan menyadari bahwa selama ini ia tak memiliki waktu khusus dengan ibunya.

Terlebih di usia 40 tahun ini ia sibuk dg istri , keluarga dan pekerjaannya.

Ia pun segera menelpon ibu-nya, hanya untuk mengajak makan malam bersama .

Saat si anak mengutarakan keinginannya, ibu-nya terheran-heran dan bingung.

“Ada apa anakku? Apa yang terjadi? Ada apa dengan istri & anak2mu? Ada apa? Kenapa tiba-tiba mengajakku pergi?”

“Tidak ibu, istri & anak-anaku baik, pekerjaan ku juga lancar dan tidak ada apa-apa, sungguh bu tidak ada apa-apa. Begini Ibu… Aku hanya ingin mengajak ibu makan malam. Bagaima bu ? bisa yaa”

Di ujung telepon, sang ibu sangat terharu. Karena setelah sekian lama, akhirnya ia memiliki waktu khusus bersama puteranya seperti tak kala dahulu menyusui, mendidik dan mengantar puteranya sekolah.

Sore itu juga putera nya menuju rumah sang ibu, sesampai di rumah ibunya, terlihat dengan jelas ibunya sudah berdiri di depan pintu rumah dengan pakaian rapih senyum yang tulus menyambut puteranya.

Sesampai di rumah sang ibu, terlihat beliau sudah berdiri di depan pintu rumah dengan pakaian yang begitu rapi, dan

A Conspiracy Behind the Russian Jet Disappearance/Crash?


The “Shotgun Approach,” in “00″ Magnum
by Gordon Duff l Veterans Today, Senior Editor
The top stories of the day won’t be the ones you think nor will I have the pleasing and complete answers that the liars are so good at.

I am starting with Indonesia with a strange story, my end is based on conversations with one foreign agency and one domestic source.

A Russian Sukhoi aircraft, a twin engine jet carrying diplomats, “dignitaries” and reporters has “disappeared,” assumed “crashed” in Indonesia.

The new Sukhoi was, until today, considered the future of Russian commercial aviation.

Sources confirm that the plane was commandeered, those on board kidnapped and the plane stolen or destroyed, no way of confirming.
Our VELA system failed to detect a crash, the satellite system that detects even the smallest missile launch and any air crash.  They saw nothing.  What we heard from news reports was “round up the usual suspects.”

The key issue is Sukhoi.  Here is the back story with some unconfirmed issues included.

Sukhoi makes the best fighters in the world.  They have a model designated the “41″ that you won’t find anywhere, not the T-50 or “47″ prototypes.  It is consider a threat as is the Sukhoi company, formerly the Sukhoi “Bureau” of the Soviet Union.

Sukhoi has become a potential target, most easily and safely a financial target because of failures in, not just the software coding of the F 35, America’s “world airplane” but more seriously, failures in the F 22 program which is slowly killing its pilots.

Some are showing signs of “black lung” from what seems to be an unrepairable oxygen system, even after the planes were grounded for some time, the other a more serious health problem I am unable to discuss here.  I have put this much here at the request of the F 22 pilots who face insane repercussions for attempting to fix a plane they have come to love.


That’s what Germans call Merkel, the former “Stasi” b&%#@” who is their current leader.  Under the guise of reparations for the “holocaust,” she has given key weapons systems to Israel including 4 or more Dolphin submarines.  There is more to it.  Merkel seems to be involved in a series of weapons deals, we don’t know her partner, Israel maybe but others for sure also.  These deals are not approved of, even by the US, seen by many to be as “slavish” to Israel as Germany.

There are contentions that these Dolphin submarines Germany is “giving” to Israel, some equipped for more than “defense of Israel,” are part of a secret program.  One report, wild speculation perhaps, is that one of these German subs launched a missile into the Pentagon on 9/11.  At one time everyone thought that was crazy but then a rogue employee at NORAD sent out a mysterious video, shot from a “LEO” (Low Earth Orbit) satellite more than 200 miles away:

YouTube – Veterans Today –

Unofficial government “leaks” said the missile was fired from a golf course nearby.  The source of the “leak” was the same source that said a Boeing 767 hit the Pentagon.  What we do know for certain is that Merkel gave Israel a specially modified submarine designed to launch a cruise type missile, exactly as seen in the NORAD video, prior to, oddly enough, a cruise type missile hitting the Pentagon, seemingly launched from, well, a German built submarine.  That Merkel, the communists trained her well.

Last week, a Dolphin was observed leaving the German naval port at Bremerhaven with what security agencies recognized as the signature of a Russian 5000 kiloton (half megaton) hydrogen bomb.  The agencies were the American NSA, the ONI (Office of Naval Intelligence) and MI 6, Britain’s version of the CIA.

Signatures of 4 weapons were detected in Germany, a country that illegally, or more appropriately, “controversially” held nearly 100 nuclear warheads of US manufacture until theoretically surrendered under an agreement, a codicil of the Non-Proliferation Treaty, weapons the US agreed to remove from German control by 2005.

What  establishes both a pattern of behavior and of illegality is the seizure, by Finland, of American built Patriot missiles, shipped from the same base some weeks before, missiles Germany shouldn’t have had.

All articles about this issue had been ”laundered” from the internet by one or more intelligence agencies.  Only this story remains, though impossible to reference from search engines.

German, at one time, shipped early models of the Phoenix missile, excess quantities, to South Korea with US permission.  Here is an excerpt from the VT story on this issue, one we will tie in later:

HELSINKI — “A British-registered ship (editor’s correction, ship is not “British-registered”) that was held in a Finnish port after authorities discovered 69 surface-to-air [Anti-ballistic] missiles and 160 tons of explosives onboard has permission to travel again, but without those materials or its captain, a port official said Monday.

The M/S Thor Liberty was headed to China and had docked in the southern Finnish port of Kotka to pick up anchor chains when police last week discovered and seized the missiles and explosive piric acid on board.”

“Finnish authorities have confirmed the seizure of 69 Patriot missiles manufactured by Raytheon Corporation today.

(A popular graphic going viral on the internet, edited to eliminate an inappropriate ethnic reference)

During a routine search of the MS Thor Liberty, a ship flagged by the Isle of Man, at the Finnish port of Kotka, authorities found 69 Patriot missiles of a type capable of intercepting ICBMs, the most modern available and America’s most sensitive military technology.

Update:  The official publication of the shipping industry, The Maritime Executive states:

“Finnish police launched a probe on a ship bound for Shanghai, China, after they discovered 69 surface-to-air Patriot missiles, explosive materials, and propelling charges illegally aboard. “  Note, what had been called by some “chemicals” are now “propelling charges.”  What they propel, of course, are guided missiles from nuclear submarines and plutonium and uranium components into contact to initiate nuclear explosions.

Germany officials have offered to take responsibility for the shipment to China though there is no record of Germany ever having received the missiles in the first place.  There had been a shipment of PAC 2 missiles, 64, several months ago, which had been completed.  No further shipment had been scheduled.

Germany is responding to a request from Netanyahu to Merkel to save Israel from a potential spy scandal.Similarly, a South Korean paper has published a story about the missiles but at no time has the South Korean embassy in Helsinki, made a statement or made contact with authorities as would be expected.  This one gets more interesting every day.

Germany has a long history of working with Israel, call it “war guilt” or profiteering.  The centrifuges used to develop nuclear weapons that were distributed by Israel, first to South Africa then by Israeli Johann Meyer to Libya were of Germany origin.  Saddam Hussein received his biological and chemical warfare equipment from Germany, but through Bush family sources, not Israel.

We are told the missiles heading to China were to be “cloned” for sale along with radar and launch units, already there.  They would be sold worldwide under Israeli branding in competition with the US.  Israel is free to sell to clients the US would be likely to refuse.

The JA 20 Stealth fighter, built from plans stolen by Bush era White House Israeli “dual-citizens” is only one of dozens of defense projects stolen by Israeli spies and sent to China.  China has every current nuclear weapons design and plans to upgrade its submarine fleet and will be building aircraft carriers eventually.  All will be done with American technology.

Here is the photo of the ship’s ‘very special’ explosives in shrink wrapped cardboard boxes. Do you really think  this is how western Allied/NATO countries transport munitions, or would allow hugely expensive anti-ballistic missiles to be put on a ship like this?
If there was a detonation device in one of these boxes that could set it off (like with a satellite phone call), it would go up like an A-bomb. No one would have been looking for the 69 Patriot ABM’s listed as rockets or firecrackers.
There is one rouge country’s Intelligence service, an American ally, that could do this in it’s sleep because it had extensive practice while building it’s WMD programs, the details of which our America government still holds secret from Americans.

Attempts to represent this as a sale of “second hand” PAC 2 missiles, stories filling the blogosphere, fail to address that these are PAC 3 advanced missiles and labeled for shipment to China, not Korea.

Finnish authorities indicate the explosives were packed in an “informal” and highly dangerous manner and that the Thor Liberty’s captain and chief officer are under arrest on suspicion of arms trafficking. Both are citizens of the Ukraine.The government of China has denied all knowledge of the incident although the cargo was destined for their ports.

The head of Finnish Customs CID, Petri Louatmaa said this was not the first such incident but by far the most serious he has ever heard of.Finland has requested “information” from several countries.

The US Department of Defense has assured all involved that these missiles were not being sent to South Korea and that their presence on a civilian ship either being loaded in Germany or in port in Finland was in now way a part of any exercise nor any accepted methodology for the handling of this type of ultra-high technology weaponry.”


The pattern we have is the German government, under Merkel, and either with Israel or using them for “cover,” shipping prohibited weapons to “who knows where.”

After these two “bandit transactions, ” we were warned through secure sources that there would be retribution against both Russia and Germany, acts of staged terrorism or similar, as a warning not to try the same thing again.

Thus, we have an additional reason to take a look at the “missing” Sukhoi with its VIP passengers and consider this possibility, no matter how remote.  What we will also look for are the news stories that will follow up, how soon “wreckage” will be found or if, just perhaps, the entire plane, crew and passengers haven’t joined a “Cooks Tour” of Melbourne.


As of 11:25 EST, “wreckage” has been discovered.  This seems about right for timing.  Now the only question left is if anyone wants to buy a Russian aircraft manufacturer that put out the first fighter plane with a pulse energy cannon?  Price?  We expect it to be quite affordable.  Oh, we were warned that Sukhoi would be “accidented” soon and printed it here 10 days ago.

“It’s taken a long time, but Germany has been officially caught with her hand in the nuclear cookie jar, and Russia, whose nuclear peccadilloes rouse such ire in officialdom there when outed, will have much to explain…Expect Russia’s most advanced fighter, the SuMi-41, armed with “topside” supplied energy cannon, to disappear outright from the Russian inventory. There may be other punitive measures taken as well.”


From another source, official but “partially substantiated,” we are told that an earlier delivery of a Dolphin submarine from Israel included an illegal modification, this time not for nuclear cruise missiles but to include a battery of Patriot missiles and an adapted radar array.  The source indicates that this submarine was used, in the South Atlantic, to shoot down Air France flight 447 between Paris and Rio Di Janero back in 2009.  The reason given for the crash of the Airbus 330, the official story, is confusing:

The mystery over what happened to flight AF447 deepened when French weather   experts said there was no evidence the aircraft had encountered “exceptional”   atmospheric conditions.

The Airbus A330-200 flying from Rio to Paris disappeared without trace over   the Atlantic on Sunday night with 228 people on board.

Reconnaissance planes and ships have failed to find any debris or bodies from   the plane or even identify where it went down.

At a press conference at Le Bourget Airport on the outskirts of Paris, Alain   Ratier, deputy director general of Météo France, the French weather centre,   said there was “nothing to indicate” that flight AF447 had   encountered “a storm mass of exceptional intensity”.

He was basing this, he said, on the level of infrarouge satellite imaging in   the zone where the plane disappeared. He said there was a “powerful   cumulo-nimbus” in the zone but this has already started to weaken   before the aircraft reached its supposed passage. He insisted there was   nothing to suggest weather of a “exceptional nature” in the zone   for the time of year and pointed out that the storm activity was for example   much heavier on the African coast at the time.


In a follow up on last week’s nuclear threat, the missing nuclear weapons in Germany and reports that one has shown up in Britain, a threat to the 2012 Olympics, we have this update, redacted, to our earlier story.  This is from an independent source and is included with minimal editing as required.  Personally, I suggest this be reviewed by the appropriate agencies and be given something cleaner than 50% in some areas, 80% in others.  Meaning?  Suggest efforts be made to follow up on this.  Nobody wants to glow in the dark!

 In the week commencing Apr 9th websites linked to the al Qaeda terrorist organisation made a series of threats of catastrophic attack against the UK. AT least on website is reported to have made a nuclear threat and the Opening Ceremony of the Olympic Games appears to have been mentioned.

A computer scientist who scans the Internet for me drew the threats to my attention. Initially I took the view that this was happening in cyberspace only, ie I did not call them in. By Wednesday 18th April the intelligence had firmed up, and was to the effect that an Improvised Nuclear Device had already been brought into London and was a Kursk, ie a P700 warhead off an SS-N-19 cruise and one of four stolen from the Kursk in 2000.

I believe the sources included that nice man xxxxxxx  xxxxxx   xxxxxxx, the Russians having tracked the IND inbound. They used an electronic dead letter box, ie intel included for 24 hours on a specialist website monitored by said scientist.

I now judged it serious and specific enough to call in and on intelligence advice rang the Secretary of State for Defence’s office in the House of Commons, with a view to asking the new National Security Council to task a Boeing E-3D Sentry to run an overflight at say 0200Z on 20th April over a search box my team had defined for the purposes of verification, being 100 sg miles, 5 miles north and south, east and west of Estimated Ground Zero (EGZ).

The Operation was code-named xxxxxxxxx.

We EGZ to be 2.5 miles from the Olympic Stadium and 0.5 miles from Newham General Hospital in East London, using the latter’s radiation emissions for masking purposes. We concluded the IND was probably being transported in a stolen NHS Mercedes-Benz ambulance, capacity approximately three tons. We allowed 750 kilos for the warhead, 250 for auxiliaries including a cooling system and two metric tons for shielding, apparently non-lead.

On 17th April the RAF’s entire fleet of E-3D’s was grounded, on a spurious basis (I am talking to Boeing).

I had a call back from a xxxxxxxxxxxx, in the Secretary of State’s private office in the MOD (SecState is currently Phillip Hammond, who is a property developer who knows diddly squat about defence, which of course is why he was put there). That call was on CHIS terms. Mr. xxxxxxxx stated he would brief in the SecState that evening. He did not challenge any part of my reporting. It was clear that we were at the verification stage and I was passing on a Request for Information (RFI), I was seeking verification. There was no positive statement that an IND was in place.

The E-3D is the only airplane in the British inventory capable of carrying instrumentation packages able to detect low-level radiation emissions in the MilliSievert (MSv) range. I had discussed this capability with a retired intelligence 3-star before placing the call and was acting on the 3-star’s informal advice.

At 1320Z on April 20th I was arrested at my new home in xxxxxxx by three Thames Valley Police officers without preliminary inquiry save as to whether I had received a call from SecState’s office. No search warrant was served although one had been issued by a police officer at 0940Z. I was not told my house about to be searched and was told in terms that two counter-terrorist officers from SE Regional Counter-Terrorist unit in Thatcham, Royal County of Berkshire ‘were on their way to interview me.’ That statement was untrue, indeed the interview did not commence until 2030Z.

Basis for arrest was s.114 of a Counter-Terrorism Act in 2001, effectively a bomb hoax (!). It appears to have been sanctioned by the Cabinet Secretary, Heywood, a member of the pro-German element here, who is now being talked about as our next Ambassador in Kabul xxxxxxxxxxxxxxxxx.

Exfiltration of the device appears to have commenced as soon as I was detained. An NSA bird apparently got overheads of a transfer in the Stansgate area of Essex, on the River Blackwater Estuary, at 2345Z, to a Type XXI U-Boat (the German DVD still have a fleet of 3, refitted with Type 212 machinery including AIP). I gather NSA alerted ONI, who alerted British Naval Intelligence. At any rate a Type 23 frigate was sortied. She was observed off the Kent coast on the morning of Sunday April 22nd, with her towed array deployed. Reporting that she was a Dolphin may be based on her sonar signature, which is similar to the second batch of Dolphins and the Type 212.

The Type 23 tracked the Kraut as far as the Wever estuary but lost her in the clutter. It is believed her destination was an undercover WW2 U-Boat base on the Wever still used by the DVD, for inter alia narcotics shipments and child-trafficking.

Verification may be obtained from NSA, Pentagon, ONI, Royal Navy, GRU and SVR. I understand that nice man President Putin is in the loop.

I am by the way working with a former First Sea Lord.

I was only released, without charge, after the U-Boat had dived with her deadly cargo. We estimate she dived at 0015Z. I arrived home at 0100Z. My phone, broadband router, Sky digital tv receiver, address books, laptop and all data storage media had been seized, including my working copy of the official report on the loss of the Titanic(!).

The safe house appears to have been under Serbian organised crime control. The Serbs and GO2 (the DVD’s London operation) may have been told the warhead was dialled down to 10KT. The reporting now suggests 100KT, ie the City of London was included in the targeting. We are estimating devastation across a 7.5 mile radius had the device been detonated. GO2 are s….ing bricks.

Reporting suggests the next target is New York City, Lower Manhattan, possible detonation date December 21st. I have called it in to the Pentagon (xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx), NSA (direct call to Meade, which I have visited and where I was made most welcome – serious intelligence professionals) and CIA (via xxxxxxxxx).


There are a few additional issues this week.  The Serbian elections began which will end in a coalition government, something likely to stifle needed reforms.  I am, personally, of the belief that US policy in the region needs revamping and that the improved Russian relationship with the new government will not be a threat to US interests.

The idea of Iran firing missiles over Russia to hit Poland are both childish and insane and I strongly advise President Obama to stop talking like he has lost his mind.  I know an advisor is responsible but learning to fire mental incompetents and ”nutters” should be part of the job.


As many know, I do considerable broadcasting in Iran.  I enjoy my relationship with my co-workers there but have NO relationship with the government.  Of late, several things I have said have been censored.  My personal sense of humor on such things isn’t all that good.

I am a professional.  You ask me a question, you get an answer.  This is my point, which was “omitted.”

I was asked if the United States would find it militarily “crippling” if allied nations were unable to work with our military.  I simply told the truth:

We find even our best allies, Britain and France, to be a hindrance, decades, even more behind us, poorly supplied, inferior weapons.  As for other nations, they might as well be using bows and arrows and driving chariots.

In actuality, when speaking with our real military, being honest, not political, we have no need for them and have the military capability of defeating, conventionally,  any potential adversary, on a “Big Army” basis, not “low intensity conflict,” mind you, in days.

Our real military desires no help, has no need for it other than “politics” and lives in a combat environment that none of our allies are capable of sharing much less adding to.

Imagine any potential adversary.  Using simple drones we can produce by the million, we could destroy any army in the world in 20 minutes, every truck, every tank, every artillery piece, all national infrastructure, all by 9 year olds, if we chose and we aren’t even beginning to touch technologies in the pipeline.

It all reminds me of 1991 when Schwarzkopf talked of Saddam and the “Mother of All Battles.”  96 hours and the 5th largest army in the world was junk and POWs.

Until more understand the reality of this and how much further it goes, the implications and don’t fish for imaginary answers to make the “bad man” go away, the strategic world, as it exists in reality, will escape all.

I specialize in military and intelligence planning, I am not a whining activist.  If someone wants military analysis from a whining activist then go find one.  This is the simple truth.  America bought a military that has these capabilities, we have advanced them and are advancing them more.  This is not a commentary on morality or whether we should fight wars but simply answering a question Iran found itself undesirous of hearing the answer to.

Ask me if I want US troops out of Afghanistan today and I will say “yes.”  It is my job to tell the truth and not to humor people or play ”trained monkey on a stick.”


The Cameron government is being moved against this week.  Held from the public are thousands of tapes, emails, text messages that might put one in three Brit’s in prison or, more appropriately, show that the country hasn’t had a government for decades.

All the hearings,  really bad theatre at best, that are being held in Britain, held between the murder of witnesses and the seizure of evidence, perhaps held for the amusement of Rupert Murdoch and his son James, who are immune to the laws of man and nature, have been denied the needed evidence to actually prosecute those who are guilty.

We have seen “the real thing” and nothing that has gone on in the US, even in “internet conspiracy theory” comes close to the hijinks’s, criminal aspirations and insanity that has driven Britain into its current state.

At the heart of it is Rupert Murdoch and his son, clearly above the law officially but likely to need to find real estate on the moon or perhaps further away in order to escape scrutiny.

Sources, rated high 90%, indicate that a close relative by marriage of a prominent individual in international media, actually an owner of an American network that seems to invariably speak with “forked tongue” is a high ranking official of Chinese intelligence.

I will love hearing Hannity “spin” this one.


The current bomb plot against an airliner today, using a “make it yourself” explosive has been exposed as another “convenient” false flag event, this time to justify billions spent on American technology purchased from Israeli companies to stifle bomb plots organized by a combination of Israeli and Saudi Arabian security services who are working in coordination with the Department of Homeland Security.

If only I were making this up:
YouTube – Veterans Today –

This plot and more we have been warned of have been contracted for by our own government, enough to keep money flowing to Michael Chertoff and those around him.  Some day the US will get a law enforcement organization capable of investigating this kind of blatant thievery.  I am not holding my breath.


Cameroon, gold, now diamonds and rare earths, heavy French influence, was attacked this week by “Boko Harum,” a Nigerian based terror group that was recently reorganized by French intelligence and Israeli defense companies.  I will try to translate and redact this as best I can.  This is classified but not by us so, here it is:

Warning : we have at the moment ‘unconfirmed’ reports (cause coming form one source only, other still not confirmed) of Israeli activity in north of Cameroon, Chad, Niger, south of Libya, Mali, south of Algeria …’advisors’ linked to the Toubous tribes… we are trying to get more info.

Some of the advisors are Tunisian, Moroccan, Libyan, Algerians origin. These are part of the French DGSE special corps in North Africa and they are the main contacts of the tribes fighting for the Azawad (the great Touareg country to be established from Mauritania to Sudan).

Currently their estimation number is 25 dispatched in the Sahel bands… they are organizing weapons logistic for the touargas (toubous). One of these men was caught and is under ‘custody’… he speaks a Hebrew dialect from Djerba, south of Tunisia were Mossad had training camps under Ben Ali, and he is fluent in Arabic, typical Tunisians with Israeli accents from the south. These are apparently NATO related, French section, but double agents for Israel.

He was caught with 2 Qataris and one from the Emirates, all regular soldiers, special forces, in plain clothes after Algerians tried to free the 7 members of the Gao embassy believed to be in the hands of the DGSE and one of their local fake groups in West of Niger. So if you have people in the Sahel band … you must take all precautions as they are going from country to country and they follow their agenda.

This phony terror organization is meant to bleed Africa dry with car bombings, street attacks, drive by shootings, atrocities, just enough to control key resources, sell “counter-terrorist” services and help the right companies get to the diamonds, gold and other wealth.

While in Nigeria, I reviewed this group with top security officials, a review that revealed that it is little more than a front for western criminal penetration into specific regions of Africa’s wealth.  Their methodologies were explained to the President and his staff, car bombings then, days later, showing up to sell CCTV equipment and bomb detection.  I guessed one major attack, target and timing within hours, it was that obvious.

During the Cameroon attack this week, we relocated our people there with advance notice from cooperative friends within the intelligence groups that planned the phony terror attacks or I would be reporting on the death of friends.

If anyone cares, I can publish detailed accounts, albeit in French, of plans to cover Africa with terror attacks, all based on destabilizing governments like Nigeria and Cameroon, seizing oil and gold and doing it as inexpensively as possible.

The fun part will be blowing countries up and then charging them millions to train “security forces” to protect themselves from those they are paying to keep blowing them up more.

Didn’t Al Capone do this too?


Letter from Osama bin Laden, April 2011

In the name of Allah the most gracious the most merciful.
To the esteemed brother, Sheikh Mamon, Allah protect him.
I want to mention the revolutions aimed at wrecking all prosperous, liberal Moslem countries, where the rulers are too independent of the Pentagon.
What we are witnessing will hit the majority of the Islamic world, including Malaysia and Saudi Arabia. LOL.
The Secretary of State indicated, in her visit to Yemen, that, “The region will fall into the hands of the CIA’s Islamists.”
By the way, the original Osama, with his Jewish mafia pals, made a heck of a lot of money from the drugs trade.
I would like to think that my CIA-Mossad employers will continue to look after your interests and mine.
My wife, currently shopping in New York, has expensive tastes.
Your humble servant,


The CIA has thwarted an ambitious plot by the CIA’s affiliate in Yemen to destroy a U.S.-bound airliner using a bomb with a sophisticated new design around the one-year anniversary of the killing of some innocent old man in Abbottabad, U.S. officials said Monday.

The plot involved an upgrade of the underwear bomb. This new bomb is also designed to be used in a passenger’s underwear, but this time the CIA developed a more refined detonation system, U.S. officials said.

CIA plans to manufacture explosive condoms.
Baseball bats designed to explode on contact. 
CIA produces explosive hamburgers. 


Sen. Dianne Feinstein, who heads the Senate Underwear Committee, told reporters Monday that she had been briefed about an “undetectable” device that was “going to be on a U.S.-bound airliner.” The FBI is examining the latest briefs and pants to see whether they could have passed through airport security and brought down an airplane, officials said.

A "Bombshell" -- not a bomb

There are plans to change security procedures at U.S. airports. The plans will involve passengers travelling without underwear, briefs or pants.

Officials, who have been briefed on the briefs operation, insisted on anonymit


Panetta meets Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro in Bali in 2011

On 9 may 2012, a Russian Sukhoi Superjet 100 airliner crashed on Mt. Salak in West Java in Indonesia.

There are many unanswered questions over this crash‎

Mount Salak

Russian Senator Alexander Torshin has asked the investigators of the crash to consider if there has been an attempt to sabotage Russia’s aircraft industry.

Kein Unfall?: Politiker vermutet Sabotage-Akt hinter Jet-Absturz … – Translate this page

“The jet was supposed to be Russia’s big comeback in the airliner market. The 50 people on board were potential buyers of the model.

“Could other big companies from around the world have sabotaged Russia in its huge comeback to compete in the airliner market?”

Russian Plane Goes Missing with 50 on Board in Indonesia‎

“The plane did not take off from Sukarno-Hatta International Airport but from another local airfield, the Halim Perdanakusuma Airport, which is shared with the Indonesian Air Force’s Halim Air Force Base.

“Halim is where U.S. Special Forces troops have been training their Indonesian counterparts in various air force tactics, possibly including meaconing, intrusion, jamming, and interference (MIJI) electronic warfare tactics designed to interfere with aircraft navigation systems.”

Was Industrial Sabotage at Play with Super Jet crash in Indonesia …

In 2010, three Russian jet fighter technicians helping the Indonesian Air Force operate newly acquired Sukhoi jet fighter aircraft in Makassar died in still unclarified circumstances.

Autopsies concluded they had died of suffocation after suffering from nausea and headache.

Antara News : Three Sukhoi technicians die of asphyxiation in …

US soldier in Indonesia, at Camp Karang Tekok.

A number of Russian MIG jets have crashed in India.

“The United States can hack into and disable or operate any digital equipment using microwave signals from satellites

“When I say the new Chief of Air Staff, N. A. K. Browne, is a CIA-RAW man, I mean he literally sits at CIA-supplied terminals…

“More than a thousand Indian Air Force aircraft have crashed since 1970…

“In his first week in office as Chief of Air Staff, Browne caused two Indian Air Force fighter planes to crash with microwaves from satellites, to give a boost to his bid to buy worse than worthless foreign aircraft for several tens of billions of dollars; of which he will get a hefty cut; along with the Defence Minister; and the Italian woman who gets the largest cut.” – Satish Chandra

Indian Air Force Pilots’ Murder November 2011



Oleh : Abul Harits as-Salafy
Kedustaan Hizbut Tahrir atas Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Sudah menjadi adat dan kebiasaan firqoh-firqoh sesat untuk memusuhi dan memfitnah kepada pembela dakwah yang haq, yang menyeru manusia kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah dan Sunnah rasul-Nya. Abdul Qodim Zallum rahimahullahu, salah satu tokoh Hizbut Tahrir dengan bangga mengatakan dalam bukunya yang berjudul Kaifa Hudimat Khilafah (dalam versi Indonesianya berjudul Konspirasi Barat meruntuhkan Khilafah Islamiyah, hal. 5), sebagai berikut : �Inggris berupaya menyerang negara Islam dari dalam melalui agennya, Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud. Gerakan Wahhabi diorganisasikan untuk mendirikan suatu kelompok masyarakat di dalam negara Islam yang dipimpin oleh Muhammad bin Saud dan dilanjutkan oleh anaknya, Abdul Aziz. Inggris memberi mereka bantuan dana dan senjata.�
Pada halaman selanjutnya dia mengatakan : �Telah diketahui dengan pasti bahwa gerakan Wahhabi ini di provokasi dan didukung oleh Inggris, menginggat keluarga Saud adalah agen Inggris. Inggris memanfaatkan madzhab Wahhabi, yang merupakan salah satu madzhab Islam dan pendirinya merupakan salah seorang mujtahid.�
Subhanallah ini adalah sebuah kedustaan dan fitnah, serta kezholiman terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab qoddasallahu ruuhahu yang mana hal ini tidak akan dilakukan kecuali oleh orang-orang yang benci terhadap Islam, benci terhadap Firqotun Najiyah, dan benci akan tersebarnya dakwah salafiyyah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Ingatlah akan firman Allah Ta�ala dalam surat Al-Isra� ayat 36 :
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً (36)
�Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.�
Dan yang paling mengherankan lagi, orang-orang Hizbut Tahrir menolak khabar ahad / hadis ahad dalam masalah aqidah, walaupun hadis itu shohih dari Rasulullah karena hal itu tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, dan ketika dalam masalah/perkara yang sesuai dengan hawa nafsu mereka (Seperti kedustaan mereka atas Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab), dengan penuh keyakinan dan kebanggaan mereka menerima khabar ahad walaupun itu berasal dari seorang orentalis, sekaligus agen Inggris yang bernama Mr. Hamver yang juga seorang pendusta. Untuk lebih jelasnya mengenai siapa Hamver, marilah kita ikuti penjelasan Syaikh Malik Bin Husain dalam majalah Al-Asholah edisi ke 31 tertanggal 15 Muharram 1422 H, beliau berkata :
�Saya telah meneliti kitab yang beracun dengan judul Mudzakkarat Hamver dan nama Hamver ini tidak asing lagi. Pertama kali aku membacanya di Majalah Manarul Huda, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Maktabah al-�Alaami yang staf redaksinya dari Jam�iyyah Al-Masyaari� al-Khairiyyah Al-Islamiyyah pada edisi 28, Ramadhan 1415 H/1995. Majalah ini dikeluarkan oleh Jama�ah Al-Ahbasy, sebuah Jama�ah Sufiyyah berpangkalan di Yordania dan selalu memusuhi dakwah salaf dan para ulama�nya, dan mereka mendapat bantuan dana dari orang-orang Yahudi dalam operasionalnya.
Setelah saya membaca makalah ini, jiwaku terdorong untuk membaca kitab mudzakkarat mata-mata/intel Inggris ini, hingga aku mengetahui sampai sejauh mana kebenaran yang dinisbatkan kepada Al-Imam Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab ini. Ketika selesai membaca mudzakkarat ini, telah jelas bagiku bahwa itu merupakan sebuah dusta dari asalnya, dan Hamver ini adalah seorang yang asalnya tidak ada, lalu diada-adakan. Maka dari itu saya ingin menjelaskan kepada saudara-saudara sekalian tentang hal yang telah saya dapatkan dari peneletianku terhadap mudzakkarat ini, dalam rangka membela Imam Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- dan juga dapat pembelaan terhadap kaum muslimin dari tikaman orang-orang ahlul bid�ah. Allah Ta�ala berfirman :
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ (الأنبياء : 18)
�Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.�(QS. Al-Anbiya� : 18).
Dan dalam ayat lain Allah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ(6)
�Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu�
Pada ayat ini ada pelajaran ilmiyah bagi kelompok orang-orang mukmin, yang menjaga agamanya dan menjaga hubungan persaudaran antar sesama muslim, dengan mencari kejelasan (tatsabut) terhadap semua berita miring yang dilontarkan untuk memecah belah barisan kaum muslimin.
Akan senantiasa terus menerus musuh-musuh dakwah (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah-) berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan dakwah ini, yang tidak ada di dalamnya keilmiahan sedikitpun melainkan hanya kebohongan dan kedustaan, laa haula wala quwwata illa billah. Wahai para pencari kebenaran, risalah-risalah dan kitab-kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- telah tercetak, diantaranya adalah seperti dibawah ini :
Al-Aqidah satu jilid, Fiqih dua jilid, Mukhtasor Siroh Nabi, kumpulan fatwa-fatwa satu jilid, tafsir dan Mukhtasor Zaadul Ma�ad satu jilid, Rosail Sakhshiyaah satu jilid, Kitab Hadits lima jilid, Mulhaq dan Mushonnafat satu jilid. Jadi kesemuanya 12 jilid yang telah dikumpulkan oleh Lajnah Ilmiyah yang khusus menangani masalah ini dan berasal dari Jaami�ah (Universitas Al-Imam Muhammad bin Su�ud Al-Islamiyyah), yang dikumpulkan serta diverifikasi oleh DR. Abdul Aziz bin Zaid Ar-Ruumi, DR. Muhammad Biltaaji dan DR. Sayyid Hijab, serta di cetak di Riyadh.
Maka barangsiapa yang ingin mencari kebenaran, hendaknya ia membandingkan ucapan Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- dengan ucapan musuh-musuh beliau. Karena kitab-kitabnya dan risalah-risalahnya telah tercetak. Kalau ada sesuatu yang benar dari kitab-kitab dan risalah-risalah beliau kita terima, dan kalau ada sesuatu yang salah maka kita tolak, dan kita tidak fanatik kepada seseorang siapapun dia, kecuali Rasulullah yang mana beliau tidak berkata dengan hawa nafsunya melainkan wahyu yang telah diwahyukan kepadanya.
Adapun kalau kita bersandar perkataan seorang Nasrani yang kafir yang tidak dikenal, yang gemar minum minuman keras sampai mabuk, bahkan dia menyebut kalau dirinya seorang pembohong. Maka keadaan kita persis seperti apa yang digambarkan oleh syair dibawah ini :
Barangsiapa yang menjadikan seokor burung gagak sebagai dalil (hujjah)
Maka dia (burung gagak) akan membawanya melewati bangkai-bangkai anjing
Bagaimana tidak, padahal yang telah jelas dari risalah-risalah dan bantahan-bantahan Al-Imam �rahimahullah- bahwasanya, di dalamnya ada penafian (penolakan) terhadap apa-apa yang dikaitkan dengan dakwah beliau yang berupa tuduhan-tuduhan, dan kedustaan-kedustaaan yang tidak pernah beliau ucapkan, bahkan beliau mengingkarinya, dan berulang-ulang beliau mengatakan : �Hadza buhtanun azhim (ini adalah suatu kedustaan yang besar)�.
Semoga Allah merahmati Imam Adz-Dzahabi yang mengatakan : �dan Kami belum pernah menjumpai yang demikian itu dalam kitab-kitabnya�. Ketika itu Syaikh Adz-Dzahabi menceritakan beberapa perkara yang dinukil oleh sebagian mereka yang dengannya Imam Ath-Thabari menjadi tertuduh.�
Dan saya (syaikh Malik) katakan : Sesungguhnya apa-apa yang disebutkan dalam mudzakkarat Hamver adalah omong kosong belaka, dan perkataan yang tidak berlandaskan dalil sama sekali. Dan hal ini tidaklah keluar kecuali dari dua macam manusia :
1. Orang yang bodoh kuadrat, tolol tidak bisa membedakan antara telapak tangannya dengan sikunya.
2. Orang yang memperturutkan hawa nafsu, ahlul bid�ah dan musuh dakwah tauhid.
Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya daging para ulama itu beracun, barangsiapa yang mencela para ulama� maka Allah akan mengujinya sebelum ia mati dengan kematian hatinya. Kita memohon kepada Allah perlindungan dan keselematan.
Mudzakkarat Hamver pada dasarnya adalah sebuah kebohongan (kedustaan) dan Hamver adalah seseorang yang sebenarnya tidak ada, lalu diada-adakan.
Setelah saya mempelajari mudzakkrat ini telah jelas bagi saya bahwasanya mudzakkarat ini adalah hasil dari khayalan seseorang atau sebuah kelompok yang misinya adalah menjelekkan/menjatuhkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- dengan kedustaan, kepalsuan. Dan dalil dari perkataan ini sangat banyak, diantaranya :
1. Dengan mengikuti sejarah yang disebutkan di dalam mudzakkarat, nampaklah bagi kita bahwasanya Hamver tatkala bertemu dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, tatkala itu umur beliau kurang lebih masih 10 tahun. Ini adalah hal yang tidak cocok bahkan bertentangan dengan apa yang ada di mudzakkarat (hlm 30), bahwasanya Hamver berkenalan dengan seorang pemuda yang sering datang ke sebuah toko, dan pemuda itu mengetahui tiga bahasa, yaitu bahasa Turki, Faris, dan bahasa Arab, dan ketika itu ia sedang menuntut ilmu, dan pemuda dikenal dengan nama Muhammad bin Abdul Wahhab. Dan tatkala itu beliau adalah seorang pemuda yang antusias dalam menggapai tujuannya.
Dan engkau dapat merinci hal itu dengan dalil :
Disebutkan di (hlm 13) : Kementrian Penjajah Inggris mengutus Hamver ke Asana (markas khilafah Islamiyyah) tahun 1710 M/1122 H).
Disebutkan di (hlm 18) : Bahwasanya dia tinggal di sana selama 2 tahun. Kemudian kembali ke London sebagaimana perintah, dalam rangka memberikan ketetapan yang terperinci tentang kondisi di Ibu Kota pemerintahan.
Disebutkan di (hlm 22) Bahwasanya dia berada di London selama 6 bulan.
Disebutkan di (hlm 22) Bahwasanya dia pergi ke Basrah dan berada di sana selama 6 bulan. Di Basrah inilah dia (Hamver) bertemu dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah-.
Jadi kalau dijumlahkan tahunnya maka dapat diketahui bahwa Hamver ketemu dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- pada tahun 1713 M atau 1125 H dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- lahir pada tahun 1703 M atau 1115 H. jadi waktu ketemu Hamver umur Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- pada waktu masih sekitar 10 tahun. Dari sini dapat diketahui kebathilan dan kebohongan Mudzakarat ini.
Disebutkan di dalam Mudzakarat hlm. 100, bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- mulai menampakkan dakwahnya pada tahun 1143 H. dan ini merupakan kebohongan yang nyata, karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- mulai menampakkan dakwahnya pada tahun kematian ayahnya yaitu tahun 1153 H.
Sesungguhnya sikap pemerintahan Inggris terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah- bukan sikap yang ramah dan bersahabat, tetapi sikap yang bermusuhan.
Kita tidak menemukan kitab yang menyebut tentang mudzakarat ini sebelumnya. Dan musuh-musuh dakwah syaikh yang mubarak ini selalu menjelek-jelekkan dakwah ini, menisbatkan semua kejelekan kepadanya, dan anehnya hal ini baru dikeluarkan pada waktu akhir-akhir ini. Hal ini jelas menunjukkan kebohongan dan kedustaan mereka.
Hamver adalah seseorang yang tidak diketahui (tidak dikenal), mana maklumat yang menjelaskan tentang dia (hamver) ? tidak ada!!!, bahkan tidak ada maklumat dari pemerintah Inggris yang menjelaskan tentang tugasnya hamver ini.
Orang-orang yang membaca mudzakarat ini pasti tidak menduga kalau yang menulis ini orang nasrani, karena banyak ibarat/perumpamaan yang menikam agama Nashrani dan pemerintahan Inggris.
Dua naskah terjemahan dari mudzakarat ini tidak menyebutkan tanda-tanda yang jelas mengenai kitab (mudzakarat yang asli), dan ditulis pakai bahasa apa ? sudah dicetak atau masih dalam bentuk manuskrip? itu semua tidak jelas.
Penerjemahnya pun tidak diketahui orangnya, pada naskah yang pertama tidak disebutkan sama sekali tentang penerjemahnya. Begitu juga pada naskah yang kedua.
Pada naskah terjemahan yang kedua dijelaskan tanggal penerjemahannya yaitu : 25 �haziran� 1990. Apakah perkara yang sepenting ini dibiarkan begitu saja ? tidak ada yang mengetahui kecuali setelah 199 tahun kematiannya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab �rahimahullah-.
Kedua naskah itu sepakat bahwa tanggal 2 Januari 1973 pada akhir dari mudzakarat itu. Dan apa yang dimaksud dengan tanggal ini saya tidak tahu ? apakah ini penulisan mudzakarat hamver ini (seperti yang nampak) ? Dan ini membuktikan kedustaan mudzakarat ini, bahwa wafatnya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah 179 tahun setelah tanggal yang disebutkan itu.
Semua yang ada di kitab-kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membantah semua yang ada di muzakkarat ini.
Sesungguhnya keberadaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwah beliau sudah merupakan bukti yang cukup kuat untuk membantah apa yang disebutkan di mudzakkarat.
Sikap Pemerintah Inggris terhadap Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ketika pemerintah Inggris mulai merasakan dari dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang semakin menguat dan meluas di berbagai daerah yang di duduki oleh pemerintah Inggris. Seperti yang terjadi di India, terdapat dakwah Syaikh Ahmad bin Irfan yang terkenal dengan nama Ahmad Barily dan para pengikutnya yang mulai menguasai India dan menentang dakwah sesat dari Mirza Ghulam Ahmad Al-Qodiyani yang di dudung sepenuhnya oleh Inggris dan dan orang-orang yang tidak mengerti Islam sama sekali kecuali hanya sekedar namanya saja.
Keseriusan pemerintah Inggris untuk menghancurkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang menyeru manusia untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah ini semakin nampak. Ini terbukti dengan biaya dan tenaga yang sangat besar yang telah keluarkan dalam menghentikan dakwah yang mubarakah ini. Salah satu bukti kuatnya adalah ketika Ibrahim Baasya dari Mesir, berhasil menghancurkan kota Dar�iyyah di Riyadh, tempat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan raja Abdullah bin Su�ud bin Abdul Aziz.
Pemerintah Inggris mengutus George Forster Sadleer yang menjabat sebagai ketua Agen Inggris yang berkedudukan di India untuk melakukan perjalanan panjang dan melelahkan menuju ke Riyadh dengan tujuan memastikan bahwa Dar�iyyah benar-benar sudah hancur sekaligus memberikan ucapan selamat dan penghargaan kepada Ibrahim Baasya. Setelah melalui perjalanan yang melelahkan akhirnya rombongan Sadleer ini bertemu dengan Ibrahim Baasya pada tanggal 13 Agustus 1819 M di tempat yang bernama Bi�ir Ali di dekat kota Madinah.�
Dari data-data diatas jelaslah kedengkian Hizbut Tahrir terhadap dakwah tauhid yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan tidak terbatas pada beliau saja, tetapi Hizb ini membenci semua ulama� yang mendakwahkan tauhid. Dibawah ini penulis akan menghadirkan beberapa tuduhan bathil Hizbut Tahrir terhadap para ulama� salaf.
Agar pembaca dapat mengetahui dan membandingkan antara tuduhan Hizbut Tahrir dan fakta yang ada, maka penulis disini sengaja menghadirkan sejarah singkat syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab.
Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman Attamimi, beliau lahir di sebuah rumah yang terkenal yang penuh dengan ilmu di kota Uyainah tahun 1115 H/ 1703 M. kakek beliau Sulaiman bin Ali bin Musyrif adalah seorang ulama� yang terkenal pada zamannya, beliau adalah orang yang dijadikan rujukan para ulama� pada zamannya. Beliau menulis sebuah kitab yang sangat terkenal dalam masalah Manasik Haji. Begitu juga pamannya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, juga seorang ulama� ahli fiqih, ayah syaikh Abdul Wahhab bin Sulaiman seorang Hakim yang juga Ahli fiqh.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang yang cerdas, hafal Al-Qur�an sebelum usia 10 tahun. Belajar Fiqih Hambali pada ayahnya. Syaikh Abdul Wahhab kagum dengan kecerdasan anaknya dalam menerima pelajaran.
Di samping itu Syaikh Muhammad juga belajar dari beberapa guru di berbagai daerah, sampai ke Madinah. Setelah memahami ilmu tauhid dari Al-Qur�an dan Sunnah, beliau melihat di kotanya Najd banyak terjadi kesyirikan, khurafat, dan bid�ah yang merajalela. Beliau menyaksikan para wanita yang belum menikah pergi ke pohon-pohon kurma yang dikeramatkan dan bertawassul (meminta) kepada pohon-pohon kurma itu agar mereka diberikan jodohnya pada tahun ini. Di Hijaz beliau melihat orang-orang mengkeramatkan kuburan para sahabat dan ahlul bait, dan di kota suci Madinah Al-Munawwaroh yang dulu merupakan pusatnya tauhid, beliau menyaksikan bagaiman manusia beristigosah dan berdoa kepada kepada Rasulullah, yang mana hal itu menyelisihi Al-Qur�an dan Sunnah seperti yang difirmankan Allah dalam surat Yunus :

ولا تدع من دون الله مالا ينفعك ولا يضرك، فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين.

�Janganlah kalian menyeru kepada selain Allah yang tidak mampu memberi kalian manfaat tidak pula memberikana bahaya. Jika kalian melakukannya maka sesungguhnya kalian adalah termasuk orang-orang yang zhalim.�
Dan hadits Rasulullah :

إذا سألت فسأل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله

�Jika kamu meminta maka memintalah hanya kepada Allah dan jika kamu memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah.�
Menyaksikan semua kemungkaran itu, beliau bangkit dan segera memulai dawah beliau dengan memurnikan keta�atan kepada Allah, memurnikan tauhid masyarakat Arab yang tercampur dengan Syirik, khurafat, dan bid�ah. Beliau seakan-akan membawa agama baru bagi masyarakat Arab pada waktu yang tengah tenggelam dengan kesyirikan, bid�ah dan khurafat.
Mulailah terjadi perlawanan dari kelompok-kelompok sesat yang merasa dirugikan dengan adanya dakwah Syaikh ini, kemudian mereka mencoba mengadakan perlawanan baik fisik maupun pikiran. Fitnah dan tuduhan keji mulai di arahkan kepada beliau, dengan menyebut semua yang menyelesihi adat dan kebiasaan mereka disebut �Wahhabi� segala sesuatu yang konotasi jelek disebut �Wahhabi�, namun beliau tetap berdakwah kepada Allah, memperingatkan manusia dari bahaya yang mereka lakukan, berusaha mengumpulkan kalimat mereka diatas kebenaran, dan dalam satu kepemimpinan yang ditegakkan pada mereka perintah Allah, dan mereka berjihad dijalan Allah, maka beliau bersungguh-sungguh dalam melaksanakan hal ini, berdakwah kepada Allah, berhubungan dengan para pemimpin, menulis kitab-kitab tentang tauhid/perintah untuk meng-Esakan Allah, dan melaksanakan syariat, serta meninggalkan kesyirikan.
Beliau senantiasa bersabar atas yang demikian itu, mengharapkan pahala dari Allah. Sesudah beliau mempelajari dan memperdalam agama dari para ulama di negeri itu dan selainnya, beliau berusaha bersungguh-sungguh dalam berdakwah kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya, mempersatukan umat di kota Huraimala pada awalnya, lalu di Al Uyainah, lalu berpindah – sesudah beberapa perkara – ke Dar’iyyah, dan Muhammad bin Su�ud membaiatnya untuk berjihad di jalan Allah, untuk menegakkan perintah Allah maka mereka semua adalah orang-orang yang benar dalam hal ini, saling tolong-menolong, maka merekapun berjihad hingga Allah memberi kemenangan dan menguatkan mereka. Meka merekapun menyiarkan tauhid, mengajak manusia kepada kebenaran dan petunjuk dan menerapkan syariat Allah terhadap hamba-hambaNya.
Disebabkan kejujuran dan �isti�anah� (meminta pertolongan) kepada Allah, dan karena tujuan yang benar Allah menolong dan menguatkan mereka. Dan cerita tentang mereka itu sudah tidak asing lagi bagi mereka yang memiliki pengetahuan meski sedikit.
Setelah Muhammad bin Su�ud, kemudian datanglah Raja Abdul Aziz (sesudah masa yang penuh dengan kekacauan dan perpecahan), beliau bersungguh-sungguh dalam memperbaiki keadaan umat ini sambil memohon pertolongan kepada Allah, kemudian meminta bantuan para ulama, maka Allah pun menolong dan menguatkannya, serta mempersatukan kalimat kaum muslimin Jazirah ini. Di atas Syariat dan di jalan-Nya, sehingga tegak dan bersatu jazirah ini dari penjuru utara hingga selatan, timur hingga barat di atas kebenaran dan petunjuk, dengan sebab kejujuran, jihad, dan menegakkan kalimat Allah.
Dalam menyingkapi fitnah terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan agar pembaca bisa menilai dengan adil, maka marilah sejenak kita simak perkataan Syaikh Muqbil bin Hadi -rahimahullah-:
�Maka jika kita melihat ketika diutusnya Nabi kita Muhammad r dan melihat perbuatan (jahat) orang-orang kafir dan musuh-musuh Islam kepada Nabi kita Muhammad r, lalu kita menyaksikan akhir kesudahan yang baik itu adalah bagi orang bertakwa. Dan demikianlah sesudah Nabi kita Muhammad r hingga zaman kita ini yang dianggap sebagai zaman fitnah, fitnah yang bermacam-macam yang tidak akan mengetahui banyaknya fitnah itu melainkan Allah U.
Dalam zaman ini yang tercampur padanya kesyirikan dan hal-hal jelek bagi kaum muslimin, terdapat kebangkitan yang diberkahi yang mana keutamaan dan karunia ini adalah karena Allah. Dia-lah yang memberkahi, menumbuhkan dan menunjuki jalannya. Lalu musuh-musuh Islam bermaksud menjauhkan manusia dari kebangkitan yang diberkahi ini dengan memberikan bermacam-macam julukan dan nama untuk memalingkan kaum muslimin dari kebangkitan yang diberkahi ini, dan kesadaran yang diberkahi.
Dan kami berbicara �insya Allah- tentang satu julukan, walaupun (segala puji bagi Allah) banyak saudara-saudara kita tidak mengetahui tentang hal ini. Akan tetapi ini termasuk dari (melaksanakan) bab : “Hendaknya seorang yang tahu menyampaikan kepada orang yang tidak tahu”. Karena sesungguhnya Nabi r bersabda :
ليبلغ الشاهد الغائب
“Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir”.
Dan beliau r bersabda :

نضر الله امرأ سمع مقالتي فوعاها وحفظها وبلغها

“Semoga Allah memperindah yang mendengar perkataanku, lalu menyapa, menghafal dan menyampaikannya”
Itulah kata buruk yang disebarkan oleh orang-orang komunis, pengikut partai ba’ats, pengikut pemahaman Jamal Abdul Nasir, orang-orang Syi’ah, orang-orang Sufi ahli bid’ah, mereka menyebarkannya dilingkungan masyarakat kita untuk menghalangi manusia dari sunnah Rasulullah, kata-kata itu adalah kata “Wahabiyyah”, maka barangsiapa berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah, mereka menjauhkan manusia darinya dan memberikan julukan itu agar manusia lari darinya.
Dan sepatutnya diketahui, bahwasannya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله- adalah termasuk ulama yang hidup pada abad ke-12 Hijriyah, beliau seorang ulama yang bisa benar dan bisa salah, kalaulah kita orang-orang yang buat “Taklid” (mengikuti tanpa dasar) tentulah kita akan “Taklid” kepada ulama Yaman kita yaitu Muhammad bin Ismail Al-Amiir Ash-Shan’ani �beliau hidup sezaman dengan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab-, dan beliau lebih alim daripada syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, akan tetapi syaikh Muhammad bin Wahab dakwahnya diberi kekuatan oleh Allah dengan kekuasaan dan tersebarlah ilmunya. Dan Muhammad bin Ismail Al-Amiir yang hasil karya beliau (karangan-karangannya) memenuhi dunia. Kaum muslimin mendapat manfaat dari kitab-kitabnya, walaupun orang-orang Yaman menghancurkan beliau dan mereka berkehendak mengusirnya dari negeri Shan’a (Yaman)
Itulah kata (Wahabiyyah) yang dengannya manusia dijauhkan dan dihalangi dengannya dari sunnah Rasulullah, wajib bagi kalian untuk berhati-hati dari perkaranya dan kalian hendaknya melihat apa maknanya.
Kata itu (Wahabiyyah) adalah dinisbatkan kepada seorang ulama dan bukanlah dinisbatkan kepada “Marx” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Lenin” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Amerika” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Rusia” dan bukan juga dinisbatkan kepada “Para pemimpin musuh-musuh Islam” dan kami tidak memperbolehkan seorang muslim untuk menisbatkan dirinya kecuali kepada Islam dan kepada Nabi kita Muhammad r.
Sepatutnya kalian berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam masalah ini. Nabi Sulaiman u ketika burung Hud-hud mengabarinya apa yang dilakukan oleh Ratu Saba’ dan kaumnya :
ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُخْزِيهِمْ وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تُشَاقُّونَ فِيهِمْ قَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ إِنَّ الْخِزْيَ الْيَوْمَ وَالسُّوءَ عَلَى الْكَافِرِينَ(27)
�Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mu’min)?” Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu): “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir”. (An-Nahl 27)
Dan Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ(6)
�Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.� (Al-Hujurat 6)
Kami berbicara tentang hal ini bukanlah lantaran Ahli Sunnah dan Ahli Agama di “Dammaj” (tempat Syaikh Muqbil bermukim) karena sesungguhnya dakwah mereka (Segala Puji bagi Allah) diterima oleh penduduk Yaman, akan tetapi permasalahannya adalah propaganda ini telah melanda negeri Saudi Arabia, Mesir, Sudan, Syam, Iraq dan seluruh negeri-negeri Islam. Barangsiapa berpegang teguh kepada Agama, mereka berkata : “Itu adalah Wahabi”.
Dan Allah berfirman dalam kitab-Nya :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا ءَامِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(2)
�Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.� (Al-Maidah2)
Dan Nabi Muhammad r bersabda sebagaimana dalam shahih muslim,
“Orang muslim adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak akan mendhaliminya, menghinakannya dan tidak meremehkannya. Ketakwaan itu adalah disini (beliau menunjuk)�
Kami memperingatkan tentang propaganda ini, karena rasa kasih sayang kepada saudara-saudara mereka secara umum dari berburuk sangka kepada saudara-saudara kita para dai yang menyeru ke jalan Allah �Azza wajalla� dan hendaknya mereka tidak mengganggu saudara-saudara mereka para dai di jalan Allah, karena Allah berfirman dalam Al Qur�an :
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا(58)
�Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu�min dan mu�minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.� (Al Ahzab : 58)
Dan Perkaranya adalah sebagaimana pepatah :
�Lempar Batu Sembunyi Tangan�
Perkaranya (adalah sebagaimana telah dikatakan) bahwasanya komunis, pengikut partai ba�ats, ……….berbeda dengan ahli sunnah wal jama�ah dan para dai yang menyeru kepada Allah, dan Allah berfirman :
وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا(112)
�Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian di tuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya i a telah berbuat suatu kebohongan yang nyata.� (An Nisa : 112)
Dan aku katakan kepada saudara-saudara para da�i yang menyeru kepada Allah di seluruh negeri Islam : Hendaknya mereka bersungguh-sungguh menyingsingkan lengan (dalam berdakwah), dan hendaknya mengharapkan wajah Allah (dalam berdakwah), bukan lantaran ingin mendapatkan kursi, kedudukan, dan bukan pula lantaran ingin mendapatkan sedikit kehidupan dunia, sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali jika amal itu didasari keikhlasan untuk mengharapkan wajah Allah, berdakwah kepada Allah lebih tinggi nilainya daripada kursi, kedudukan dan sedikit kehidupan dunia ini.
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ(33)
�Dan siapakah yang lebih baik perkaataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata : �Sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.� (Fushilat :33)
Ya, Allah berfirman :
وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا(104)
�Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.� (An Nisa :104)
Kalian mempunyai Al Qur�an dan sunnah Rasulullah r, sedangkan musuh-musuh kalian dari kalangan kaum komunis, pengikut partai ba�ats, pengikut pemahaman Nasirin, syi�ah, Sufiyyah, propaganda mereka dibangun diatas kedustaan, kebohongan, pengkhianatan. Sedangkan para dai yang menyeru kepada Allah tidak ada yang menolong mereka melainkan Allah, dan cukuplah Allah sebagai penolong. Dan Allah berfirman dalam Al Qur�an untuk mengokohkan hamba-hamba-Nya yang beriman :
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(139)إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ(140)
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,� (Ali Imran : 139-140)
Dan Allah juga berfirman :
فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ(35)
�Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu.� (Muhammad : 35)
Akan tetapi sepatutnya dakwah itu bukanlah dakwah untuk pemberontakan dan penggulingan, karen dakwah seperti ini lebih banyak kerusakandaripada kebaikannya, dakwah itu adalah mengajak kaum muslimin kembali kepada Al Qur�an dan sunah nabi mereka Muhammad Rasulullah r.
Allah berfirman :
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا(81)
“Dan katakanlah: �Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap�. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (Al Isra : 81)
Dalam ayat yang diberkahi ini terdapat berita gembira dari Allah bahwasanya kebatilan tidak akan mampu berdiri kokoh didepan kebenaran, dan Allah berfirman :
أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ(17)
�Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.� (Ar Ra�du : 17)
Maka kami memuji kepada Allah yang membangkitkan penduduk Yaman khususnya, dan juga penduduk Najd di Al Haramain, dan di Mesir, sungguh banyak diantara mereka menjadi orang-orang yang tidak terpengaruh dengan propaganda yang keji ini yang mana proopaganda ini ditujukan kepada seorang ulama yang dipuji oleh ulama Islam. Muhammad bin Ismail Al-Amir An-Shan�ani –rahimahullahberkata tentang diri syaikh Muhammad bin Abdul Wahab :
لقد جاءت الأخبار عنه بأنه يعيد لنا الشرع الشريف بما يبدي
وينشر جهرا ماطوى كل جاهل ومبتدع منه فوافق ما عندي
ويعمر أركان الشريعة هادما مشاهد ضل الناس فيها عن الرشد
أعادوابها معنى سواع ومثله يغوث وود بئس ذلك من ود
وقد هتفوا عند الشدائد باسمها كما يهتف المضطر بالصمد الفرد
وكم طائف حول القبور مقبل ومستلم الأركان منهن بالأيدي
Telah datang kabar gembira (datangnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab)
Yang telah mengembalikan syari�at Islam
Beliau singkap kebodohan orang jahil dan mubtadi� maka beliau bersamaku
Beliau bangun kembali tiang-tiang agama dan menghancurkan kuburan-kuburan keramat yang membuat manusia sesat
Mereka membuat kembali berhala-berhala seperti suwa� yaghuts, wad dan ini sejelek-jeleknya
Dan mereka memohon kepada berhala-berhala itu dikala susah seperti seorang yang meminta Allah Yang Maha Esa
Berapa banyak orang yang thowaf dikuburan sambil mencium dan mengusap dinding-dinding kuburan dengan tangan-tangan mereka.
Maka wajib bagi para da�i yang menyeru kepada Allah untuk menetapkan kebenaran, dan sungguh kami telah mengatakan dalam beberapa pelajaran maupun khutbah bahwasannya propaganda itu adalah kedustaan untuk menyandarkan diri kita kepada syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sesungguhnya kami tidak ridha untuk dinisbatkan melainkan kami hanya ridha kami dinisbatkan kepada Rasulullah r yang memberi syafa�at kami dan yang kami cintai, yang mana Allah mengeluarkan kami dengan perantaraan beliau r dari kegelapan kepada cahaya. Propaganda-propaganda itu akan hilang sebagaimana pernah dijuluki As-Shabi� artinya orang yang keluar dari agama nenek moyangnya dan berganti agama dengan agama lain. Adapun kita tidaklah keluar dari agama kita berganti dengan agama lainnya kita tidak mengkafirkan bapak-bapak kita, kakek-kakek kita, sebagaimana persangkaan mereka ! dan kita tidaklah mengkafirkan para wali dan tidaklah membenci ahlul bait (keluarga Nabi), dan kita telah membicarakan tentang keutamaan-keutamaan keluarga Nabi dalam beberapa ceramah. Dan kita tidak membenci orang-orang shalih dan kita tidak mengkafirkan masyarakat kita, dan kita tidak memperbolehkan untuk keluar dari ketaatan pemerintahan muslim, maka hendaknya orang yang menyaksikan hal ini menyampaikan kepada orang yang tidak hadir, dan sesudah ini propaganda itu akan lenyap dan akan menjadi sebab bagi tersebarnya sunnah Rasulullah r, Allah berfirman dalam Al-Qur�an :
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ(11)لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ (12)
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: �Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.�” (An-Nur 11-12)
Jika kamu mendengarkan seseorang berkata : �Itu orang Wahabi�, maka ketahuilah bahwa ia termasuk dari salah seorang dari dua orang ini :
4 Mungkin ia seorang yang melakukan perbuatan keji.
4 Atau mungkin seorang yang bodoh tidak mengetahui hakekat ini.
Ini adalah kedustaan yang besar terhadap para da�i yang menyeru kepada Allah, Allah berfirman dalam Al-Qur�an:
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ(11)لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ(12)
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (An-Nur 19)
Allah telah menamai kita sejak zaman dahulu sebagai seorang muslim dan kita umat Muhammad r tidak meridhai Nabi Muhammad diganti, kami tidak meridhai untuk menisbatkan diri kami kepada Syafi�i atau Zaidi atau kepada Wahabi atau selain ini. Mereka itu semua adalah para ulama yang agung yang menganggap jahat orang yang menisbatkan dirinya kepada mereka.
Saya menasehatkan kepada setiap saudara seagama untuk membaca kitab beliau rahimahullahu yaitu Kitabut Tauhid niscaya kalian akan melihat ayat-ayat Al-Qur�an dan hadits-hadits Nabi. Kitab itu adalah kitab yang agung walaupun didalamnya ada hadits-hadits yang dha�if, namun tidaklah memberi mudharat.
Sungguh saya telah menerangkan dalam kitab �An-Nahju Asy-Syadidu� , lihatlah disana
�Janganlah kalian menjadi bunglon tapi hendaklah kalian mengatakan jika manusia berbuat baik maka kami akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat dhalim maka kami akan berbuat dhalim, akan tetapi tanamkanlah dalam jiwa-jiwa kalian jika manusia berbuat baik kalian akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat jahat maka janganlah kalian berbuat jahat.� Wallahumusta�an.
Itulah pendapat Syaikh Muqbil terhadap orang-orang yang menisbatkan sesuatu yang jelek kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan memberinya julukan Wahabi. Seorang ulama� yang lain berkata :
�Pada masa lalu Imam Syafi�i dituduh sebagai seorang rafidhi (pengikut syi�ah rafidah), dan beliau (Imam Syafi�i) menjawab : �

إن كان رفضا حب آل محمد فليشهد الثقلان أني رافضي

Jika orang yang cinta kepada Muhammad itu disebut Rafidhah
Maka saksikanlah wahai manusia bahwa saya Rafidhi
إن كان تابع أحمد متوهبا فأنا المقر بأنني وهابي
Jika orang yang mengikuti Nabi Muhammad disebut Wahhabi
Maka saya mengikrarkan bahwa diri saya adalah seorang Wahhabi.
Footnote :
2. Demikian pula apa yang dimuntahkan oleh al-Mudzabdzab al-Hizbi dan Abu Rifa al-Buali (pembual) ash-Shufi al-Bid�i yang jahil murokkab. Insya Allah akan saya berikan bantahan khusus terhadap syubuhat kedua orang bodoh ini. (Abu Salma)
3. Abu Salma : Ahbasy ini adalah jama�ah takfiri yang sangat sesat dan menyesatkan, Syaikh Abdurrahman bin Said ad-Dimasyqiyah memiliki bantahan yang cukup tebal terhadap kesesatan al-Ahbasy ini yang berjulul Mausu�at Ahlis Sunnah
4. Ini sama dengan dimuat di majalah Manarul Huda; milik kelompok Al-Habasyiyah Al-Haruriyyah, (kelompok sufi exterm yang memusuhi dakwah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) edisi 28, bulan Ramadhan 1415 H./1995 M. hal. 62, dikatakan sebagai berikut : Dan Pada tahun 1125 H/1713 M mata-mata Inggris Hamver bekerja sama dengan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menghapus/melenyapkan Islam. Dan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyebarkan kebohongan-kebohongan yang diperintahkan oleh mata-mata/intel Inggris dengan nama Wahabiyyah.
5. Lihat kitab dengan judul : Unwanul Majd fi Tarikhil Najd, yang ditulis oleh Utsman bin Basyar, 1/29.
6. Mas�ud An-Nadwi, Muhammad bin Abdul Wahhab Muslih Madhlum wa muftara alaihi, Mamlakah Arabiah : Kementrian urusan Wakaf dan Dakwah, 1999), hal. 146.
7. Mas�ud An-Nadawi, Muhammad bin Abdul Wahhab Muslihun madhlumun wa muftara� alaihi, (Kementrian Wakaf dan Da�wah KSA : Mekkah, 1420/2000), h.37-39.
8. Muhammad bin Jamil Zainu, Manhaj Firqotun Najiyah,h. 48-49.

9. Abdul Aziz bin Baz, �Asbab dho�fil Muslimina amama aduwwihim wa wasail ilaj lidalika,� Majalah Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah, Surabaya, Edisi 10, 1425 H/2004.


Ini adalah sebuah tanggapan dari sebuah tulisan yang dimuat pada harian Republika dan Jawa Pos tertanggal
Oktober 2007 yang dikeluarkan oleh DPP PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berjudul “RISALAH UNTUK
MENGOKOHKAN UKHUWAH DAN ISHLAH”, dan demi menegakkan hujjah kepada umat khususnya yang
sebagian besar tidak memahami hakikat dibalik semua ini. Serta demi menyebarkan ilmu syar’i maka kami
berkewajiban memberikan sedikit penjelasan secara ilmiyah, tanpa diiringi ketidakadilan. Dalam memberikan
komentar kami hanya memberikan catatan kaki tanpa merubah isi tulisan tersebut. Berikut adalah isi dari
tulisan tersebut:

klik di: meluruskan-risalah-untuk-mengokohkan-ukhuwah-dan-ishlah


Get every new post delivered to your Inbox.

Join 89 other followers