Tarekat Sufi

Lajnah Daimah Li al-Buhuts Ilmiyyah wal al-Ifta  (Fatwa Majelis Ulama Kerajaan Saudi Arabia)

PERTANYAAN TENTANG TAREKAT SUFI

Ada sebuah perkumpulan wanita dari Kuwait. Mereka menyebarkan dakwah sufi beraliran Naqsyabandiyah secara sembunyi-sembunyi, perkumpulan wanita tersebut berada dibawah naungan lembaga resmi.

Kami telah mempelajari kitab-kitab mereka, dan berdasarkan pengakuan mereka, yang pernah ikut perkumpulan wanita ini, tarekat ini memiliki pemahaman diantaranya :

  • Barangsiapa yang tidak mempunyai syaikh, maka yang menjadi syaikhnya adalah syetan.
  • Barangsiapa yang tidak bisa mengambil ahlak syaikh/gurunya, maka tidak akan bermanfaat baginya Kitab dan Sunnah.
  • Barangsiapa yang mengatakan pada syaikhnya, “Mengapa begitu ?” Maka, tak akan sukses selamanya.

Selain itu, mereka berdzikir (dengan tata cara sufi, tentunya) seraya membawa gambar syaikhnya. Mereka suka mencium tangan gurunya yang bergelar Al-Anisaa, dan berasal dari negeri Arab. Mereka menganggap akan mendapat berkah dengan meminum air sisa sang gurunya.

Mereka menulis do’a dengan do’a khusus yang dinukil dari buku Al-Lu’lu wa Al-Marjan Fi Taskhiri Muluki Al-Jann. Dan dalam lapangan pendidikan, perkumpulan ini membangun madrasah khusus untuk kalangan sendiri, mereka didik anak-anak berdasarkan ide-ide kelompoknya, bahkan ada di antaranya yang mengajar di sekolah-sekolah negeri umum, baik jenjang setingkat SMP maupun SMA.

Sebagian mereka ada yang berpisah dengan suami dan meminta cerai lewat pengadilan, hal itu terjadi manakala sang suami menyuruh sang istri agar menjauh dari aliran yang sesat ini. Pertanyaan yang kami ajukan :

  1. Bagaimanakah menurut syariat tentang perkumpulan wanita tersebut ?
  2. Diperbolehkan mengawini mereka ?
  3. Bagaimana pula hukumnya dengan akad nikah yang telah berlangsung selama ini ?
  4. Sekarang, nasihat dan ancaman yang bagaimana yang pantas untuk mereka ?

Mohon penjelasan.

JAWAB :

Tarekat sufi, salah satunya Naqsyabandiyah, adalah aliran sesat dan bid’ah, menyeleweng dari Kitab dan Sunnah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    “Artinya : Jauhilah oleh kalian perkara baru, karena sesuatu yang baru (di dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim).

Tarekat sufi tidak semata bid’ah. Bahkan, di dalamnya terdapat banyak kesesatan dan kesyirikan yang besar, hal ini dikarenakan mereka mengkultuskan syaikh/guru mereka dengan meminta berkah darinya, dan penyelewengan-penyelewengan lainnya bila dilihat dari Kitab dan Sunnah. Diantaranya, pernyataan-pernyataan kelompok sufi sebagaimana telah diungkap oleh penanya.

Semua itu adalah pernyataan yang batil dan tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sebab yang patut diterima perkataannya secara mutlak adalah perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah :

    “Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah”. (Al-Hasyr : 7).”Artinya : Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya”. (An-Najm : 3).

Adapun selain Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, walau bagaimana tinggi ilmunya, perkataannya tidak bisa diterima kecuali kalau sesuai dengan Al-Kitab dan Sunnah. Adapun yang berpendapat wajib mentaati seseorang selain Rasul secara mutlak, hanya lantaran memandang “si dia/orang”nya, maka ia murtad (keluar dari Islam).
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    “Artinya : Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putera Maryam ; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa ; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. (At-Taubah : 31).

Ulama menafsirkan ayat ini, bahwa makna kalimat “menjadikan para rahib sebagai tuhan” ialah bila mereka menta’ati dalam menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan. Hal ini diriwayatkan dalam hadits Adi bin Hatim.

Maka wajiblah berhati-hati terhadap aliran sufi, baik dia laki-laki atau perempuan, demikianlah pula terhadap mereka yang berperan dalam pengajaran dan pendidikan, yang masuk ke dalam lembaga-lembaga. Hal ini agar tidak merusak aqidah kaum muslimin.

Lantas, diwajibkan pula kepada seorang suami untuk melarang orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya agar jangan masuk ke dalam lembaga-lembaga tersebut ataupun sekolah-sekolah yang mengajarkan ajaran sufi. Hal ini sebagai upaya memelihara aqidah serta keluarga dari perpecahan dan kebejatan para istri terhadap suaminya.

Barangsiapa yang merasa cukup dengan aliran sufi, maka ia lepas dari manhaj Ahlus Sunnah wa Jamaah, jika berkeyakinan bahwa syaikh sufi dapat memberikan berkah, atau dapat memberikan manfa’at dan madharat, menyembuhkan orang sakit, memberikan rezeki, menolak bahaya, atau berkeyakinan bahwa wajib menta’ati setiap yang dikatakan gurunya/syaikh, walaupun bertentangan dengan Al-Kitab dan As-Sunnah.

Barangsiapa berkeyakinan dengan semuanya itu, maka dia telah berbuat syirik terhadap Allah dengan kesyirikan yang besar, dia keluar dari Islam, dilarang berloyalitas padanya dan menikah dengannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    “Artinya : Dan janganlah kalian nikahi wanita-wanita musyrikah sebelum mereka beriman, ………. Dan janganlah kalian menikahkan (anak perempuan) dengan laki-laki musyrik sebelum mereka beriman ……..”. (Al-Baqarah : 221).

Wanita yang telah dilekati aliran sufi, akan tetapi belum sampai pada keyakinan yang telah kami sebutkan di atas, tetap tidak dianjurkan untuk menikahinya. Entah itu sebelum terjadi aqad ataupun setelahnya, kecuali bila setelah dinasehati dan bertaubat kepada Allah.

Yang kita nasehatkan adalah bertaubat kepada Allah, kembali kepada yang haq, meninggalkan aliran yang batil ini dan berhati-hati terhadap orang-orang yang menyeru kepada kejelekan-kejelekan. Hendaknya berpegang teguh dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, membaca buku-buku bermanfa’at yang berisi tentang aqidah yang shahih, mendengarkan pelajaran, muhadharah dan acara-acara yang berfaedah yang dilakukan oleh ulama yang berpegang dengan teguh pada manhaj yang benar.

Juga kita nasehatkan kepada para istri agar taat kepada suami mereka dan orang-orang yang bertanggung jawab dalam hal-hal yang ma’ruf.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya.

22 Comments

  1. Alhamdulillahirobbil ‘alamiin
    Semoga kita tidak tersesat, mari kita saling mendo’akan dan memberikan wawasan agar pandangan kita tidak sempit.

  2. saya cuma bisa comment ” Lakum dinukum walliyadiin “. wassalamu’alaikum wr.wb

  3. Hargailah… Jangan merasa diri paling benar..

  4. ass…saya cuma sanggup berkata : Iyyakana’buduwaiyyakanasta’im”.
    wass………..

  5. silakan liat di atas…ini adalah fatwa para ulama besar…yang tentu saja keilmuannya melebihi anda-anda semua…jadi cernalah dengan bijak…

  6. Tumbuhnya tarekat dalam Islam sesungguhnya bersamaan dengan kelahiran agama Islam itu sendiri, yaitu sejak Nabi Muhammad saw diutus menjadi Rasul. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pribadi Nabi Muhammad saw sebelum diangkat menjadi Rasul telah berulang kali melakukan tahannust dan khalwat di Gua Hira’ di samping untuk mengasingkan diri dari masyarakat Makkah yang sedang mabuk mengikuti hawa nafsu keduniaan. Tahhanust dan Khalwat nabi adalah untuk mencari ketenangan jiwa dan kebersihan hati dalam menempuh problematika dunia yang kompleks tersebut.
    Proses khalwat nabi yang kemudian disebut tarekat tersebut sekaligus diajarkannya kepada Sayyidina Ali ra. sebagai cucunya. Dan dari situlah kemudian Ali mengajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya sampai kepada Syeikh Abdul Qodir Jaelani, sehingga tarekatnya dinamai Qodiriyah. Sebagaimana dalam silsilah tarekat Qadiriyah yang merujuk pada Ali dan Abdul Qadir Jaelani dan seterusnya adalah dari Nabi Muhammad saw, dari Malaikat Jibril dan dari Allah Swt.

    • Ralat akhi, Ali ra bukan cucu Rasulullah SAW, tapi anak paman Beliau / sepupu.. Ali bin Abu Thalib nama lengkapnya:-)

    • lu mabuk ya…… dalil apa kalau nabi bertarekat. bawa-bawa Imam Ali dan Abdul Qadir Jaelani lagi mereka itu tidak pernah bertarekat, mereka itu memang mempunyai gaya hidup yang juhud dan wara itu yang harus kita ikuti………….kalau mereka bertarekat gak ada ceritanya bung…………………lu kapan minumnya kok mabuk mulu, sadar bung

      • Bismillah…
        tetap tenanglah ikhwah fillah!
        coba telusurui makna tarekat dulu. biar kita tidak saling hantam pendapat!!!
        kita boleh beda pendapat.
        dan kita tidak bisa saling klaim bahwa kita paling benar.

  7. @ Syarifudin

    Komentarnya ga pake dalail ahh…
    Kata siapa Rasulullah bertareqat??

    Ke gua Hiro, tareqat? kwkwkwkwkwkw

  8. Kita tidak boleh syuudhhon sesama muslim kalo kita baru hanya lihat diluarnya..ada hadist sohih dimana kata Rosululloh SAW “akan datang suatu masa dimana satu golongan mengkafirkan golongan yg lain,sesungguhnya dia sendiri yg kafir/sesat”..tidak semua tarekat sesat,syirik,bid’ah..banyak tarekat2 yg mu’tabaroh(sesuai Alqur’an&hadist) sebagaimana sekarang persatuan tarekat mu’tabaroh seluruh indonesia dipegang ALHABIB LUTFI YAHYA,PEKALONGAN..kita bisa konsultasi dengan beliau dirumahnya terbuka 24 jam juga mengasuh konsultasi majalah islam ALKISAH..secara akal juga alangkah malunya kita mengklaim para orang2 soleh,para wali2 ALLOH termasuk WALISONGO yang menyebarkan agama islam di indonesia semuanya pengamal tarekat yang mengambil dari para Wali2 ALLOH terdahulu kita klaim sebagai orang2 sesat,musyrik,bid’ah..na’udzu billah..

  9. Seandainya apa yang dikatakan orang2 wahabi bahwa semua tarekat adalah sesat,syirik,bid’ah mari kita ramai2 mengkeroyok atau menghakimi ALHABIB LUTFI YAHYA sebagai pemimpin tarekat seluruh indonesia yang menaungi jutaan umat islam pengamal terekat di indonesia..padahal beliau orang sholeh,bijaksana,khusuk,solat sunahnya tiap hari ratusan raka’at,rendah hati,penyayang semua orang biar pemulung,keturunan Rosululloh,ketua MUI jawa tengah..alangkah malunya kpd Alloh Swt kalo kita mengklaim beliau adalah sesat,syirik,bid’ah..perlu diketahui sebelum tahun 1923 mekah&madinah adalah pusat ilmu tassawuf&tarekat..semua para Wali-wali Alloh termasuk Walisongo mereka menimba ilmu semua disana..tetapi setelah Ibnu Saud murid imam wahabi menguasai jazirah arab tahun 1923 seluruh pendidikan tassawuf&tarekat mekah madinah ditutup sampe sekarang aliran Wahabi menjadi aliran islam resmi di saudi arabia..yg menerbitkan buku2 mengkufurkan tasawuf&tarekat adalah dari wahabi,saudi arabia..sekarang di indonesia juga wahabi berkembang pesat dengan nama organisasi WAHDAH ISLAMIAH.. Pusatnya di makassar..

    • yaa akhi kita tidak menghukumi si fulan dan si alan, tapi apa yang kita perbuat, yang kita jelaskan adalah kebenaran meskipun pahit itulah al Haq.
      Sholehnya seseorang itu tidak dinilai banyaknya pengikut atau banyaknya rokaat, percuma banyaknya rokaat tapi tidak mengikuti sunnah.

      Kami ahlu sunnah/salafi/wahabi/dll berlepas diri dari segala macam hizbiyah, ormas, parpol, dll.
      Siapa yang sesuai dengan sunnah itulah Ahlu sunnah, siapa yang sesuai dengan bid’ah itulah ahlu bid’ah.
      Syukron

  10. Ya akhii..para wali songo pengamal terekat adalah ahlussunnah wal jamaah juga..mungkin tanpa mereka kita masih hindu budha dr nenek moyang..kami orang2 nahdhatul ulama,muhammadiyah,al irsyad juga ahlussunnah waljamaah bukan hanya wahabi/wahidiyah/salafi..kami semua juga mengikuti ulama2 salaf dan ahlussunnah waljamaah..makax jangan gampang mengklaim orang kafir,ahlul bid’ah,syirik,khurofat..memang banyak tarekat yg sesat tp itu oknumx..krn banyak jg pengamal tarekat mu’tabaroh(sesuai alqur’an hadist/dikerjakan Rosululloh SAW)..apa2 yg tidak dikerjakan zaman Rosululloh SAW pun tdk boleh kita klaim ahlul bid’ah sesat seperti maulid nabi, lomba MTQ,azan&iqomah dg speaker,pergi ke masjid dg mobil,membaca mushaf alquran/dulu zaman Rosululloh blum ada mushaf masih tertulis di pelepah kurma,tulang,batu,nonton pengajian di TV dll yg tdk dikerjakan sm Rosululloh SAW tp bukan berarti kami ahlul bid’ah..

    • yaa saudaraku, kami tidak mengatakan kalian bukan ahlu sunnah, namun bagi siapa yang menolak sunnah dan malah berbuat bid’ah apakah layak disebut ahlu sunnah??

      Saya tidak memvonis orang perorang, barangkali seseorang tersebut masih bodoh akan ilmu, jadi dia ga tau kalo itu itu bid’ah.

    • bismillah….reza mendingan antum belajar dulu tentang koidah-koidah bid’ah hingga antum gak keliru mengartikan bid’ah. bid’ah yg dimaksud dalam agama itu untuk masalah ibadah bukan masalah keduniaan, inilah ucapan imam as safyi :HUKUM ASAL IBADAH ITU HARAM KECUALI ADA DALIL DIATASNYA nah marilah kita beribadah dg dalil yg sesuai dg Al-Qur’an dan sunnah NabiNYA saw.
      syukron……..

  11. sedulur2 mari kt sama2 intros diri hanya Allah Ta’ala yg plg benar dr segala yg benar,yg terbaik utk kt adalah beribadah sesuai qur’an n hadist……………….

  12. kalu baasir aliran teroris…merusak nama islam yg suka damai

  13. Allahu akbar. Selama kita tanggung jawab dengan argumentasi al-Quran dan Sunnah-nya, lakukanlah. karena yang berpegang pada keduanya, tidak akan sesat selamanya. dan yang paling penting, kalau kita tidak tahu, belum menemukan, jangan sekali-kali bilang tidak ada.

  14. Allah….Allah…Allah….

    • apakah ada ajarannya gini? Atau karangan doang?
      koq agama karang-karangan.

  15. maling teriak maling,,,fuck wahabi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.